Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Kisah Thelma dan Andre: Dari Rumah Reyot dan Kontrakan hingga Diundang ke Sidang Tahunan

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Thelma Humena dan Andre Kawaru adalah dua penerima manfaat program perumahan pemerintah yang kisahnya menginspirasi banyak orang. Thelma berasal dari Kota

Kisah Thelma dan Andre: Dari Kontrakan ke Sidang Tahunan

Beritaterbaik.com – Thelma Humena dan Andre Kawaru adalah dua penerima manfaat program perumahan pemerintah yang kisahnya menginspirasi banyak orang. Thelma berasal dari Kota Manado, Sulawesi Utara, sementara Andre adalah pedagang kelinci dari Samarinda. Keduanya hadir sebagai tamu kehormatan dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung memperkenalkan Thelma kepada para peserta sidang.

“Hadir bersama kita hari ini Bu Thelma Humena dari Kota Manado,” ujar Prabowo saat memperkenalkan Thelma kepada para peserta sidang.

Thelma dan Rumah Swadaya

Sebelum menerima bantuan, Thelma tinggal di rumah dengan pondasi rapuh. Dinding, lantai, dan atapnya dalam kondisi rusak. Perubahan datang ketika Balai BSPS bersama pengurus RW datang ke rumahnya. Thelma mendapat bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. “Pada awalnya sih dari Balai BSPS yang datang ke rumah sama RW, kasih tahu bahwa saya dapat bantuan rumah swadaya,” cerita Thelma. Ia merasa sangat senang mendengar kabar tersebut. “Kalau untuk bermanfaat, sangat bermanfaat sekali dan juga sangat bagus sekali untuk keluarga saya,” tambahnya. Ketika ditanya tentang kondisi rumahnya saat ini, Thelma menjawab dengan singkat. “Sudah nyaman. Sudah nyaman dan aman.”

Andre dan KPR Subsidi

Sementara itu, Andre Kawaru membawa cerita berbeda dari Samarinda. Andre adalah seorang pedagang kelinci yang tidak memiliki gaji bulanan. Penghasilannya berasal dari berdagang, sementara tempat tinggalnya hanya rumah kontrakan yang beberapa kali ia tinggalkan karena kondisi rumah yang menurutnya tidak bagus. Sampai akhirnya ia memiliki rumah sendiri melalui KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP. Rumah itu memang belum lunas. Cicilan masih berjalan. Tetapi bagi Andre, ia tidak lagi sekadar menyewa tempat tinggal. “Oh kalau buat saya bermanfaat banget ya mas, karena yang awalnya saya cuma ngontrak rumah, pindah-pindah kan karena kontrakan juga nggak bagus juga kan, akhirnya punya rumah sendiri walaupun masih nyicil,” katanya.

Andre mengetahui program FLPP dari istrinya setelah seorang teman memberi informasi mengenai program tersebut. Di lingkungannya, program perumahan itu sempat dikenal dengan sebutan “Perumahan Jokowi”. “Jadi kalau zaman dulu di tempat kami itu ngomongnya ‘Perumahan Jokowi’, karena dari zaman Jokowi kan, ini dilanjut lagi sama Bapak Prabowo,” katanya. Ketika mendengar program perumahan kembali dibuka, Andre mencoba mendaftar. “Jadi katanya ada ‘Rumah Jokowi’ lagi dibuka, ternyata programnya Pak Prabowo,” ujarnya. Ia kemudian mengajukan permohonan dan disetujui. “Dari situ saya coba booking, terus daftar, ternyata disetujui, akhirnya ya saya dapet rumahnya.”

Rasa lega tak sampai di situ. Andre masih dibuat bingung dengan uang muka. Sebagai pedagang, Andre tidak memiliki penghasilan tetap yang diterima setiap bulan. “Memang susah kalau jujur aja berat di awal untuk ngumpulin DP-nya karena kita harus ngumpulin dari sana dari sini gitu kan,” ujarnya. Bagi Andre, keberadaan FLPP membuat rumah bersubsidi itu lebih mungkin dijangkau. “Tapi dengan adanya FLPP seperti ini jadi lebih mudah kan, iya lebih mudah dan apa ya, lebih terjangkau juga sih kalau saya,” kata Andre. Ia masih melihat satu persoalan di daerahnya, yakni sosialisasi. “Cuma mungkin kalau di daerah saya itu kurang sosialisasi aja sih, jadi pedagang kurang ngerti gitu,” ujarnya.

Pertemuan Andre dengan Presiden, Menteri, DPR RI dan DPD berawal dari kunjungan Menteri ke perumahan subsidi tempat ia tinggal. Saat itu Andre sedang bersiap berjualan. “Kebetulan ada saya, terus saya lagi mau jualan,” katanya. Dalam kunjungan tersebut, Andre ditanya mengenai pekerjaannya sebagai pelaku UMKM di daerahnya.

FAQ Program Perumahan

Apa itu program BSPS? Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah program pemerintah untuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni. Program ini menargetkan rumah dengan pondasi, dinding, atau atap yang rusak.

Bagaimana cara mendaftar FLPP? Program KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dapat didaftarkan melalui bank-bank yang bekerja sama. Calon penerima perlu memenuhi syarat penghasilan dan belum memiliki rumah.

Kapan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 diadakan? Sidang Bersama tahun 2026 diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Apakah program perumahan masih berlanjut di era Presiden Prabowo? Ya, program perumahan yang dimulai di era Presiden Jokowi dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Banyak penerima manfaat program sebelumnya juga mendapat kesempatan hadir dalam sidang kenegaraan.

Gabung diskusi