Kemenbud dan Danantara Kerja Sama Terkait Revitalisasi Museum Nasional
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan institusi budaya, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Museum dan Cagar Budaya mengumumkan kerja sama strategis dengan Yayasan Danantara Trust Fund (Danantara Indonesia Trust). Kerja sama ini dilakukan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Senin 25 Mei 2026. Fokus utama dari kolaborasi tersebut adalah revitalisasi Museum Nasional Indonesia yang sempat terkena dampak kebakaran beberapa tahun lalu, serta pengembangan fasilitas perpustakaan museum sebagai pusat distribusi pengetahuan dan riset kebudayaan.
Peran Kolaborasi Swasta dan Pemerintah
Kerja sama antara Kemenbud dan Danantara Indonesia Trust merupakan bagian dari inisiatif untuk mendorong partisipasi aktif sektor swasta dalam pengembangan budaya nasional. Dalam wawancara dengan Antara, Fadli Zon, yang mewakili Kemenbud, mengungkapkan bahwa pembentukan Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya menjadi langkah penting dalam menciptakan keterlibatan yang lebih luas dari berbagai pemangku kepentingan. “Dengan adanya lembaga swasta seperti Danantara Indonesia Trust, kita bisa membangun sinergi yang kuat untuk memajukan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan beragam, yang bisa menjadi fondasi kuat bagi industri budaya di masa depan,” tambah Fadli Zon. Ia menekankan bahwa potensi tersebut hanya bisa diwujudkan melalui kerja sama yang terstruktur antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat. “Kita berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat museum, tetapi juga menciptakan kepercayaan pada lembaga filantropi, sehingga semakin banyak pihak ikut berkontribusi dalam pembangunan budaya nasional,” jelasnya.
Revitalisasi Museum Nasional Indonesia yang menjadi fokus kerja sama ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi gedung sebagai ruang publik budaya yang berdampak luas. Area yang terkena kebakaran di masa lalu memerlukan perbaikan signifikan untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pengembangan perpustakaan museum diharapkan menjadi wadah pendidikan budaya yang lebih inklusif, khususnya bagi generasi muda.
Visi Danantara Indonesia Trust dalam Membangun Budaya
Ketua Pengurus Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari upaya menyebarkan akses terhadap seni dan budaya ke masyarakat luas. “Dengan bekerja sama, kita ingin menciptakan ruang pembelajaran yang lebih terbuka dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa kehadiran Danantara di bidang ini membuka peluang untuk memperluas cakupan program kemanusiaan dan pendidikan budaya.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa lembaga filantropi ini memiliki strategi jangka panjang untuk menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan. “Program kami diarahkan pada tiga bidang utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan sanitasi,” ujarnya. Rosan menekankan bahwa kebudayaan dan pendidikan merupakan dua pilar yang saling terkait dalam pembangunan nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap inisiatif yang dijalankan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan lembaga internasional seperti Gates Foundation untuk memperkaya kapasitas kami dalam menciptakan solusi yang inovatif dan bertahan lama,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa Danantara Indonesia Trust berkomitmen untuk membangun model filantropi yang profesional, kredibel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. “Tujuan kami adalah menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain untuk turut berkontribusi pada kebudayaan dan sosial,” jelasnya.
Revitalisasi Museum Nasional Indonesia tidak hanya menjadi prioritas Kemenbud, tetapi juga dianggap sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem budaya yang lebih kuat. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa pengembangan ini akan mengintegrasikan teknologi dan pendekatan modern dalam penyajian seni dan sejarah. “Kita ingin menciptakan ruang yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi pusat kreativitas dan kolaborasi antar komunitas,” tegasnya.
Sejak didirikan pada Oktober 2025, Danantara Indonesia Trust telah fokus pada penguatan jejaring dengan mitra yang memiliki pengalaman terbukti dalam berbagai bidang. “Kami percaya bahwa kolaborasi antar sektor adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang holistik,” ujarnya. Selain kerja sama dengan Gates Foundation, lembaga ini juga terlibat dalam proyek kemanusiaan di luar bidang budaya, seperti pemulihan korban bencana dan pendidikan kesehatan masyarakat.
Langkah Strategis untuk Ekonomi Budaya
Fadli Zon menyoroti bahwa kekayaan budaya Indonesia, yang dikenal sebagai cultural mega diversity, memiliki peluang besar untuk menjadi fondasi ekonomi dan industri budaya. “Dengan revitalisasi museum, kita bisa memperkenalkan seni dan sejarah secara lebih efektif, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pariwisata dan kreativitas,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan global.
“Kita harus berpikir kritis dan beradaptasi dengan perubahan zaman agar kebudayaan Indonesia tetap relevan di tingkat internasional,” lanjut Fadli Zon. Ia menegaskan bahwa lembaga filantropi seperti Danantara Indonesia Trust bisa menjadi pelaku utama dalam membantu mengembangkan infrastruktur budaya. “Dengan dukungan mereka, kita bisa menciptakan ruang yang lebih inklusif untuk semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
Danantara Indonesia Trust sendiri memiliki peran aktif dalam memperkuat partisipasi swasta dalam bidang budaya. “Kami berharap melalui kolaborasi ini, kepercayaan terhadap lembaga filantropi bisa terbangun
