Key Issue: Geledah Kantor WIKA, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula
Geledah Kantor WIKA, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula Key Issue menjadi sorotan utama dalam penyelidikan korupsi yang tengah berlangsung di Jakarta
Geledah Kantor WIKA, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula
Key Issue menjadi sorotan utama dalam penyelidikan korupsi yang tengah berlangsung di Jakarta, Jumat (15/6/2026). Tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Koruptor) Polri melakukan penggeledahan di kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang terletak di Jalan D.I. Pandjaitan Kav 9-10, Jakarta Timur. Tindakan ini dilakukan untuk mengusut dugaan korupsi dalam proyek pengembangan pabrik gula Assembagoes di Situbondo, Jawa Timur, yang diperkirakan menyebabkan kerugian keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah. Dalam operasi tersebut, penyidik menyita berbagai dokumen penting, baik berupa data digital maupun arsip fisik, untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah terkumpul sebelumnya.
Kasus Korupsi Pabrik Gula Situbondo
Key Issue ini terungkap setelah hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan adanya praktik korupsi dalam proyek pengembangan pabrik gula Assembagoes selama periode 2016 hingga 2022. Menurut Kombes Pol. Gunawan, ketua tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polri, penyelidikan ini fokus pada penggunaan dana yang tidak tepat sasaran, serta kontrak yang diduga tidak transparan. “Proyek ini menjadi Key Issue penting karena dampaknya terhadap keuangan negara sangat signifikan,” jelas Gunawan kepada Liputan6.com setelah operasi selesai.
Dokumen-dokumen yang disita mencakup catatan keuangan, laporan progres, serta dokumen pendukung lainnya yang terkait dengan pengadaan peralatan dan pengelolaan anggaran. “Kita mencari bukti-bukti yang relevan untuk memperjelas Key Issue dalam proyek ini,” tambahnya. Penggeledahan yang berlangsung selama sehari penuh ini melibatkan sekitar 20 orang penyidik yang bekerja secara intensif di lantai 3 dan 12 gedung perkantoran WIKA, tempat yang diduga menyimpan informasi kritis mengenai alur dana dan keputusan pengadaan.
“Bukti-bukti yang ditemukan akan membantu memperjelas Key Issue terkait kontrak-kontrak yang dilakukan selama masa proyek,” kata Gunawan. “Kerugian negara mencapai lebih dari Rp 645 miliar karena adanya pengelolaan dana yang tidak tepat.”
Sebelum penggeledahan, PTPN XI, perusahaan yang mengelola proyek Assembagoes, telah melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan kejelasan dalam proses pengadaan. Namun, hasil pemeriksaan tersebut tidak cukup memenuhi standar investigasi yang ditetapkan oleh Koruptor. Polri menegaskan bahwa penggeledahan ini adalah bagian dari upaya menyelidiki Key Issue yang lebih luas, yaitu korupsi dalam industri konsorsium kerja sama operasi (KSO) yang terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur dan pertambangan di Indonesia.
Perusahaan Menyatakan Dukungan Terhadap Penyelidikan
Pihak manajemen WIKA secara resmi memberikan pernyataan dukungan terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Perusahaan tersebut menegaskan komitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan lembaga penegak hukum. “Kami percaya bahwa Key Issue ini akan terungkap secara jelas melalui investigasi yang sedang dilakukan,” ujar juru bicara WIKA dalam keterangan tertulis. “WIKA berupaya memastikan transparansi dalam pengelolaan dana dan pengambilan keputusan selama proyek berlangsung.”
Penggeledahan ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengungkap kebocoran anggaran yang diduga terjadi dalam proyek Assembagoes. Beberapa sumber di dalam lingkaran industri menilai bahwa Key Issue ini bukan hanya terbatas pada proyek gula, tetapi juga menjadi contoh kasus korupsi yang bisa menyebar ke berbagai sektor. “Polri melakukan penyelidikan secara sistematis untuk memastikan Key Issue tidak hanya terbatas pada satu perusahaan,” kata seorang analis kebijakan korupsi.
Selain mengungkap dugaan korupsi dalam proyek Assembagoes, penggeledahan di kantor WIKA juga diharapkan bisa memperkuat bukti-bukti yang terkait dengan pelanggaran etika bisnis. Proses penyelidikan ini akan memakan waktu beberapa minggu, karena penyidik harus memproses data yang diperoleh secara menyeluruh. “Kami tidak hanya mencari bukti keuangan, tetapi juga memeriksa kesesuaian prosedur pengadaan dan pemeriksaan berkala,” terang Gunawan.
