Key Discussion: Nadiem Bongkar Satu-satunya Chat dengan Ibam Bahas Chromebook: Ini Bukti Terkuat
hat dengan Ibam: Key Discussion di Sidang Korupsi Chromebook Key Discussion menjadi topik utama dalam sidang dugaan korupsi pengadaan laptop pendidikan di
Nadiem Bongkar Chat dengan Ibam: Key Discussion di Sidang Korupsi Chromebook
Key Discussion menjadi topik utama dalam sidang dugaan korupsi pengadaan laptop pendidikan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026). Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan satu-satunya percakapan pribadi dengan Ibrahim Arief, atau Ibam, sebagai bukti utama yang menunjukkan tidak adanya kecurangan dalam pengadaan Chromebook. Nadiem menjelaskan bahwa chat tersebut digunakan untuk membahas keputusan teknis dalam proses pembelian perangkat, bukan sebagai alat untuk mempercepat korupsi.
Latar Belakang Sidang dan Konteks Pengadaan Chromebook
Sidang ini memperdebatkan peran Nadiem dalam pengadaan Chromebook sebagai bagian dari program laptop pendidikan yang diluncurkan pada 2020. Pemerintah menyatakan bahwa Chromebook dipilih karena efisiensi biaya dan kemudahan penggunaan. Namun, pihak penuntut umum menuduh Nadiem terlibat dalam keputusan yang menyebabkan penyalahgunaan anggaran. Dalam Key Discussion, Nadiem memberikan penjelasan tentang bagaimana keputusan tersebut diambil secara transparan dan berdasarkan pertimbangan teknis.
Bukti Chat sebagai Pemecah Keterlibatan Nadiem
Nadiem menegaskan bahwa chat WhatsApp dengan Ibam pada Agustus 2020 adalah bukti terkuat yang menunjukkan bahwa ia tidak memerintahkan pengadaan Chromebook secara langsung. Dalam percakapan itu, ia justru mendorong Ibam untuk mempertimbangkan laptop berbasis Windows. “Key Discussion yang paling relevan adalah chat pribadi saya dengan Ibam, di mana saya menyarankan agar Windows tetap dipertimbangkan,” ujarnya. Ini menjadi bukti bahwa Nadiem aktif mengawasi proses dan berupaya menjaga kualitas pengadaan.
Nadiem juga menyebutkan bahwa chat tersebut menggambarkan komitmen untuk memastikan akses perangkat yang merata di seluruh sekolah. “Saya berkomentar bahwa lebih baik semua sekolah memiliki laptop daripada semuanya menggunakan Chromebook,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bukti-bukti ini telah tersimpan secara digital dan bisa dijadikan referensi untuk mengklarifikasi tindakan-tindakan yang dianggap sebagai kecurangan.
Analisis Bukti dan Penegakan Hukum
Dalam Key Discussion, Nadiem mempertanyakan ketiadaan bukti yang menunjukkan keikutsertaan dalam korupsi. “Jaksa memiliki akses ke seluruh riwayat chat, jadi di mana bukti yang membuktikan sebaliknya?” tanyanya. Nadiem menekankan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya konspirasi atau instruksi jahat dari pihaknya. Ia menilai bukti-bukti yang telah disiapkan oleh tim teknis lebih jelas dan mendukung argumennya.
Nadiem juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak penuntut umum yang menilai bukti-bukti menunjukkan itikad baik justru dianggap sebagai tindakan merugikan. “Saya berharap key discussion ini bisa membuka mata seluruh pihak bahwa keputusan pengadaan Chromebook dibuat secara objektif dan transparan,” tutupnya. Dengan bukti yang disampaikan, Nadiem berharap bisa memperkuat posisi dirinya dalam persidangan.
