Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Discussion: Kelurahan Susukan Bagikan 63 Tong Biopori Jumbo, Pilah Sampah dari Sumber

Joseph Lopez 3 mins read 5 views

Key Discussion: Susukan Kelurahan Distribusikan 63 Tong Biopori untuk Pilah Sampah dari Sumber Key Discussion – Upaya peningkatan pengelolaan sampah secara

Key Discussion: Kelurahan Susukan Bagikan 63 Tong Biopori Jumbo, Pilah Sampah dari Sumber

Key Discussion: Susukan Kelurahan Distribusikan 63 Tong Biopori untuk Pilah Sampah dari Sumber

Key Discussion – Upaya peningkatan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat warga semakin diperkuat oleh Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, yang membagikan 63 tong biopori jumbo. Tong-tong tersebut diberikan sebagai bagian dari program pengurangan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Tujuan utama inisiatif ini adalah mendorong pemilahan sampah organik langsung di lingkungan rumah tangga, seperti dijelaskan oleh Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni, melalui Antara, Sabtu (18/7/2026).

Pelaksanaan Program CSR untuk Pemilahan Sampah

“Tong sampah ini akan digunakan sebagai lubang biopori jumbo untuk menampung sisa dapur warga. Dengan adanya alat ini, kami harap masyarakat bisa mengelola sampah organik secara lebih efisien,” ujar Puja Akbar.

Program distribusi tong biopori ini dilakukan dalam kerangka kerja sama dengan 10 perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bantuan tersebut diberikan ke tujuh wilayah RT/RW di Kelurahan Susukan, sementara masing-masing RW juga menerima tiga sak semen untuk memperkuat pembuatan lubang biopori. Pemberian alat ini dilakukan secara bertahap, dengan harapan masyarakat dapat beradaptasi dan memahami manfaat dari pemilahan sampah di sumber.

Biopori jumbo, yang merupakan lubang berdiameter besar, menjadi solusi untuk mengolah sampah organik secara lokal. Sistem ini memungkinkan sampah dapur dan kompos langsung diolah menjadi bahan-bahan yang bisa digunakan kembali, seperti pupuk atau bahan bakar biogas. Dengan adanya biopori, pengurangan sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang diharapkan bisa tercapai secara signifikan. Lurah Susukan menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencapai target pengurangan sampah plastik dan organik.

Kebijakan Pemilahan Sampah dan Dukungan Komunitas

Percepatan pengembangan biopori dianggap penting mengingat kebijakan pembatasan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang terus diperketat. Mulai Agustus, warga tidak lagi diperbolehkan membuang sampah ke lokasi tersebut. “Karena itu, kami terus mendorong penggunaan biopori jumbo di setiap rumah tangga,” tambah Puja Akbar. Dukungan komunitas menjadi kunci sukses program ini. Selama beberapa bulan terakhir, para pengurus RT dan RW telah aktif mempromosikan manfaat pemilahan sampah dan memberikan pelatihan dasar tentang penggunaan biopori.

Kelurahan Susukan mencatat bahwa kesadaran warga dalam memilah sampah dari sumbernya terus meningkat. Dari 8.967 rumah yang ada di tujuh RW, sebanyak 5.442 rumah atau sekitar 61 persen sudah menerapkan pemilahan sampah organik. “Kami targetkan angka ini bisa meningkat hingga 80 persen pada akhir Juli,” tutur Puja Akbar. Angka tersebut menunjukkan bahwa program ini mulai menunjukkan hasil, meskipun masih ada tantangan dalam menjangkau warga yang belum aktif dalam kegiatan lingkungan.

Key Discussion – Selain distribusi tong biopori, Kelurahan Susukan juga menggandeng warga dalam membuat desain alat pemilahan sampah sesuai kebutuhan setiap rumah. Beberapa warga telah membuat lubang biopori berukuran lebih kecil, tetapi berkat bantuan dari CSR, mereka bisa memanfaatkan tong besar untuk menyimpan sampah organik lebih efektif. Lurah Susukan mengatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPST, tetapi juga membantu mengurangi polusi dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Program pemilahan sampah dari sumber ini sejalan dengan visi pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) dalam mencapai keberlanjutan lingkungan. Sudin LH Jaktim sebelumnya telah mendistribusikan 2.405 tong sampah di 10 kecamatan untuk mendukung gerakan pemilahan sampah rumah tangga. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta sedang merancang program kantong plastik berwarna sesuai jenis sampah, yang akan diperkenalkan secara bertahap. Key Discussion ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dari kecil bisa berdampak besar dalam mengelola lingkungan.

Gabung diskusi