Djarot: PDIP Makin Solid Meski Jokowi Temui Kader PSI
Key Discussion mengenai kekuatan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin terlihat jelas setelah Ketua DPP PDIP, Saiful Hidayat (Djarot), menyatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ke berbagai daerah tidak akan mengurangi soliditas partainya. Djarot menjelaskan bahwa meski Jokowi bersilaturahmi dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), PDIP tetap mempertahankan koordinasi dan konsistensi dalam membangun basis dukungan. “Kunjungan beliau ke Sumatra Barat, Lampung, dan NTT justru memperkuat kekuatan PDIP dalam menjaga internal dan menguatkan koneksi dengan masyarakat,” tegas Djarot, yang ditemui di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Strategi Politik PDIP dalam Konsolidasi
Kunjungan Jokowi ke tiga daerah tersebut menjadi fokus utama Key Discussion dalam perpolitikan nasional. Djarot menyebut bahwa selama ini masyarakat cenderung memandang PDIP sebagai partai yang memiliki kekuatan stabil karena jaringan kader yang terbentuk secara organik. Ia menambahkan, kunjungan presiden ke daerah-daerah pilihan bisa memberi dampak positif dalam membangun kredibilitas partai. “Selama ini PDIP terlihat lebih konsolid karena pengurus dan kader di lapangan bisa merespons secara langsung kebutuhan daerah,” ujar Djarot. Ia juga mengingatkan bahwa selama ini ada isu yang menyebar tentang ijazah pendidikan Jokowi, dan ini menjadi Key Discussion yang perlu diperjelas.
“Tapi beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan supaya masyarakat benar-benar yakin ijazah itu asli. Jika ditanya ijazah saya, saya bisa tunjukkan di depan Anda,” tutur Djarot. Ia menekankan bahwa kejelasan tentang latar belakang pendidikan Jokowi tidak hanya penting bagi PDIP, tapi juga bagi kredibilitas partai-partai lain yang terlibat dalam koalisi.
Koordinasi dengan PSI dan Pemilu 2024
Djarot juga mengungkapkan bahwa PDIP dan PSI memiliki hubungan yang terus berjalan meski ada isu tentang peran Jokowi dalam partai lawan. Ia menyatakan bahwa kunjungan Jokowi ke Lampung, yang merupakan kota penyangga DKI Jakarta, justru membuka peluang koordinasi lebih luas. “Kita lihat PSI sangat aktif dalam menyebarluaskan visi Jokowi ke daerah-daerah, termasuk Lampung. Masyarakat sini terbuka terhadap kehadiran beliau,” jelas Djarot. Ia berharap momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarpartai dan menghadapi dinamika pemilu mendatang.
“Waktu mendaftar ke Kemenkumham jelas, dewan pembinanya inisialnya J. Jadi, drama seperti itu sudah terang benderang. Rakyat sekarang sudah cerdas dan bisa membedakan,” pungkas Djarot saat merespons isu yang sempat menyebar bahwa Jokowi akan langsung diberi jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Ia menilai, selama ini masyarakat sudah bisa membedakan antara kepentingan politik dan kepentingan pribadi.
Di sisi lain, kader PSI di Lampung menyatakan persiapan penerimaan Jokowi berjalan lancar. Mereka percaya bahwa kunjungan presiden akan menjadi titik balik dalam memperkuat kemitraan dengan PDIP. Ketua DPD PSI Bandar Lampung, Randy Aditya Gumay, mengonfirmasi bahwa jadwal kunjungan Jokowi di Lampung adalah 1 hingga 6 Juni 2026. “Kita sudah lakukan koordinasi dengan PDIP untuk memastikan semua fasilitas siap. Ini bukan hanya untuk kader PSI, tapi juga untuk mendukung keberhasilan PDIP di daerah tersebut,” katanya.
Key Discussion terkait ijazah pendidikan Jokowi menjadi isu penting dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024. Djarot mengkritik cara isu ini disebarluaskan dan berharap Jokowi bisa memberikan penjelasan langsung kepada publik. “Kalau beliau bisa datang ke Lampung, kita bisa gunakan kesempatan ini untuk membuktikan bahwa semua ijazah dan latar belakangnya jelas. Masyarakat akan lebih percaya jika ada bukti konkret,” katanya. Djarot menambahkan bahwa kehadiran Jokowi di daerah bisa menjadi momentum untuk memperkuat relasi dengan kader lokal.
PDIP juga mengungkapkan bahwa pihaknya tetap fokus pada pembangunan dan kebijakan sosial, meski ada isu yang menyebar tentang hubungan Jokowi dengan PSI. “PDIP dan PSI memiliki target yang berbeda, tapi kami tetap bersinergi dalam menghadapi dinamika pemilu. Jokowi adalah sosok sentral, jadi semua keputusan harus mempertimbangkan kepentingan bersama,” ujar Djarot. Ia menegaskan bahwa partai yang mengusung Jokowi sebagai capres tetap akan memprioritaskan kestabilan politik dan kepercayaan publik.
Keberadaan Jokowi sebagai Presiden ketujuh RI tidak hanya menjadi Key Discussion di dalam PDIP, tapi juga menjadi bahan analisis dalam politik nasional. Djarot mengungkapkan bahwa partainya tetap solid karena memiliki struktur yang kuat dan pengurus yang berkomitmen. “PDIP tidak akan kendor meski ada isu yang menyebar. Kami tetap fokus pada pembangunan dan kebijakan yang berdampak langsung bagi rakyat,” tutur Djarot. Ia berharap kunjungan Jokowi ke daerah-daerah bisa menjadi bukti bahwa partai-partai dalam koalisi tetap saling mendukung.
Kehadiran Jokowi di Lampung, yang menjadi salah satu kota yang akan disinggahi, diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkuat citra PDIP. Djarot menilai, partai yang memiliki basis dukungan luas di daerah seperti Lampung harus memastikan bahwa semua kebijakan dan keputusan politik tetap diawasi oleh kader di lapangan. “Kita bisa gunakan kehadiran presiden untuk mendekatkan diri pada masyarakat dan memperjelas program PDIP,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa PDIP akan terus menghadirkan Jokowi sebagai simbol perjuangan untuk keadilan dan pembangunan.
