Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma Akibat Kesetrum Usai Dibully 2 Remaja

Daniel Smith 3 mins read 10 views

Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma Akibat Kesetrum Usai Dibully 2 Remaja Kesaksian keluarga bocah yang koma akibat kesetrum setelah dibully dua remaja menjadi

Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma Akibat Kesetrum Usai Dibully 2 Remaja

Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma Akibat Kesetrum Usai Dibully 2 Remaja

Kesaksian keluarga bocah yang koma akibat kesetrum setelah dibully dua remaja menjadi sorotan publik di Jakarta Pusat. Seorang anak berusia 6 tahun yang dikenal sebagai MWP ditemukan dalam kondisi kritis setelah terkena aliran listrik akibat dipukul dan dipersekusi oleh dua remaja, LNG dan RVN, di Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, dan telah menjadi bahan laporan di Polres Metro Jakarta Pusat. Kesaksian keluarga bocah yang koma ini mengungkapkan detail yang mengguncang, termasuk bagaimana korban dipaksa bermain di dekat tiang listrik yang tidak sengaja membahayakan.

Detik-detik Tragedi: Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma

Korban, MWP, mengalami kejang-kejang dan kehilangan kesadaran setelah dipersekusi oleh dua remaja. Menurut Linda Reselin, nenek korban, insiden terjadi saat korban ditarik dan dibawa ke tiang listrik di dalam taman. “Di rekaman CCTV terlihat cucu saya ditarik oleh dua orang remaja, lalu dipersekusi hingga dipaksa menempel pada tiang yang bocor arus listrik,” jelas Linda. Ia menyebut bahwa korban terlihat sangat takut dan merasa disiksa, sebelum akhirnya tersengat listrik dan jatuh ke tanah.

Kesaksian keluarga bocah yang koma ini mengungkapkan bahwa kondisi taman tidak selalu aman. Saat kejadian, sejumlah warga menilai bahwa tempat tersebut seharusnya dilengkapi dengan pengamanan yang lebih baik. “Saya kaget saat melihat rekaman itu. Tidak terduga bahwa tiang listrik bisa jadi bahaya bagi anak-anak,” kata Linda. Ia mengatakan bahwa korban mengalami trauma berat, bahkan setelah dikeluarkan dari rumah sakit, masih merasa takut ketika bertemu orang asing.

Proses Penanganan oleh Pihak Berwajib

Setelah ditemukan dalam kondisi kritis, korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis mengungkapkan bahwa kejadian ini berpotensi menyebabkan cedera parah, bahkan keracunan listrik. Namun, kondisi korban saat ini sedikit membaik, meskipun masih memerlukan pemulihan psikologis. Kesaksian keluarga bocah yang koma menjadi bukti kuat bahwa insiden ini tidak hanya terjadi karena kecelakaan, tetapi juga karena perbuatan sengaja oleh remaja yang melibatkan kekerasan dan penggunaan tiang listrik.

Laporan yang diajukan oleh keluarga korban telah diterima oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan tegas yang dilakukan terhadap pelaku. “Saya berharap ada pihak yang bertanggung jawab atas perbuatan mereka,” ungkap Linda. Ia juga menyebut bahwa korban masih membutuhkan dukungan psikologis dan bantuan ekonomi untuk pemulihan dirinya. Kesaksian keluarga bocah yang koma ini mendapat perhatian luas, termasuk dari media sosial dan warga sekitar yang mengkritik tindakan remaja tersebut.

Warga dan Komunitas: Tanggapan terhadap Peristiwa Kesetrum Bocah

Seorang warga setempat, Asep, mengatakan bahwa kejadian ini menggemparkan masyarakat. “Area taman di Kelurahan Kramat Pulo selama ini dianggap aman, tapi ternyata bisa jadi tempat kejadian penyiksaan,” ujarnya. Asep menambahkan bahwa korban adalah anak yang aktif di lingkungan taman, sehingga kejadian tersebut mengejutkan semua pihak. Kesaksian keluarga bocah yang koma juga membuat warga meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan keamanan di lingkungan publik, khususnya di area yang sering digunakan oleh anak-anak.

Di sisi lain, keluarga korban terus berupaya mengungkap seluruh fakta. Linda Reselin menyebut bahwa mereka sedang memperiksa semua bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV dan saksi mata di sekitar taman. “Kami ingin keadilan untuk cucu saya, karena kejadian ini tidak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang luar biasa,” pungkasnya. Kesaksian keluarga bocah yang koma ini menjadi bukti bahwa bullying bisa berujung pada konsekuensi fatal, terutama ketika terjadi dalam kondisi yang tidak terduga.

Dalam upaya mencegah terulangnya insiden serupa, polisi memperketat pemeriksaan terhadap pelaku. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata seorang perwira polisi. Meski demikian, Linda tetap berharap adanya kesadaran masyarakat terutama terhadap bahaya kesetrum di lingkungan yang tidak disengaja. Kesaksian keluarga bocah yang koma menjadi penjelasan yang menggambarkan kejadian dalam detail, serta mendorong perubahan pola pikir tentang bullying dan kesadaran keamanan di tempat umum.

Gabung diskusi