Jelang Iduladha, Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Stabil
Indonesia, Jakarta
Jelang Iduladha – Dalam persiapan menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa harga hewan kurban di kota metropolitan tersebut tetap terjaga dengan baik. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (20/5/2026), ketika ia mengungkapkan bahwa belum ada kenaikan harga yang signifikan untuk hewan qurban seperti sapi dan kambing. “Harga hewan kurban, baik sapi maupun kambing, belum mengalami kenaikan signifikan hingga saat ini,” ujarnya.
Pramono menjelaskan bahwa stabilitas harga ini dihasilkan dari kerja sama yang harmonis antara pemerintah provinsi dengan para penyuplai lokal. Ia menekankan bahwa pasar hewan qurban di Jakarta tetap seimbang, sehingga masyarakat dapat memperoleh hewan kurban dengan biaya terjangkau. “Dengan persediaan yang cukup, masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan memperoleh hewan qurban di hari raya nanti,” tambahnya.
“Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,” ujar Pramono.
Berikutnya, ia menguraikan bahwa ketersediaan hewan kurban tidak hanya terjaga secara jumlah, tetapi juga kualitasnya memenuhi standar yang diperlukan. Pramono menyebutkan bahwa BUMD, seperti Perumda Dharma Jaya, telah melakukan koordinasi intensif dengan peternak untuk memastikan pasokan tetap terjaga. “BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik,” tuturnya.
Pramono juga menyoroti peran Perumda Dharma Jaya dalam menjaga ketersediaan hewan qurban. Ia menyatakan bahwa perusahaan ini menjadi salah satu pelaku utama yang menjamin pasokan hewan kurban di Jakarta. “Perumda Dharma Jaya telah memastikan bahwa jumlah hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat, baik untuk dibawa pulang maupun dijual di pasar tradisional,” katanya.
Kelancaran pasokan hewan qurban selama Iduladha 1447 H tidak hanya bergantung pada persediaan lokal, tetapi juga pada distribusi yang efisien. Pramono menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mempercepat distribusi hewan kurban ke berbagai wilayah di Jakarta. “Kami melakukan pemeriksaan terhadap stok hewan qurban secara berkala untuk memastikan tidak ada kelangkaan,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah DKI Jakarta juga memantau dinamika pasar hewan kurban. Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan para pedagang dan penyuplai untuk menghindari fluktuasi harga yang berlebihan. “Kami ingin harga hewan qurban tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama untuk kelompok yang memiliki penghasilan terbatas,” katanya.
Menurut Pramono, stabilitas harga dan ketersediaan hewan qurban menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kesiapan pemerintah dalam menjalankan kegiatan ibadah tahunan ini. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut juga mencerminkan keberhasilan program pengembangan sektor peternakan di DKI Jakarta. “Program ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat jaringan distribusi yang terstruktur,” ujarnya.
Hal yang menarik adalah Pramono menyebutkan bahwa beberapa daerah di luar Jakarta juga memanfaatkan pasokan hewan qurban dari kota ibu kota. “Banyak wilayah sekitar Jakarta yang mengambil hewan kurban dari pasar kita, sehingga menunjukkan ketergantungan masyarakat terhadap ketersediaan yang disediakan di sini,” katanya.
Dalam konteks Iduladha, Pramono menekankan bahwa stabilitas harga hewan qurban adalah salah satu hal yang paling diutamakan. Ia menjelaskan bahwa hal ini bisa berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat saat membeli hewan kurban, baik untuk dihimpun di rumah maupun dijual di pasar. “Kami ingin masyarakat dapat membeli hewan kurban dengan harga terjangkau tanpa merasa terbebani,” katanya.
Selain itu, Pramono juga menyebutkan bahwa persiapan Iduladha tahun ini lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh peningkatan kinerja BUMD dan kerja sama yang lebih baik dengan pemangku kepentingan. “Perumda Dharma Jaya, sebagai salah satu BUMD yang berperan, telah melakukan persiapan secara cermat dan terorganisir,” ujarnya.
Pramono juga mengingatkan bahwa kenaikan harga hewan qurban bisa terjadi jika tidak ada pengawasan yang ketat. Ia menekankan bahwa pihaknya terus mengamati dinamika pasar dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. “Jika harga mulai naik, kami akan segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan kembali,” katanya.
Menurut Pramono, ketersediaan hewan qurban yang memadai adalah bukti dari komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. “Kami percaya bahwa keberhasilan Iduladha tidak hanya diukur dari jumlah hewan yang dibawa, tetapi juga dari kenyamanan masyarakat dalam memperolehnya,” ujarnya.
Persiapan Iduladha tahun ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi dalam sistem distribusi hewan qurban. Pramono menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa harga yang diberlakukan tetap adil dan tidak ada praktik penimbunan stok. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa hewan qurban yang mereka beli benar-benar layak dan tidak ada penipuan,” katanya.
Dalam kesimpulan, Pramono mengungkapkan bahwa stabilnya harga dan ketersediaan hewan kurban di Jakarta adalah bukti dari kesiapan pemerintah dalam menghadapi perayaan besar ini. “Dengan persiapan yang matang, kami yakin Iduladha tahun ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
