Polisi Tangkap 321 WNA Sindikat Judol di Hayam Wuruk, Ada dari Vietnam hingga Kamboja
Important Visit – Jakarta, Liputan6.com – Jaringan perjudian daring internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, berhasil dibongkar oleh Bareskrim Polri. Dalam operasi tersebut, sebanyak 321 warga negara asing (WNA) diamankan sebagai tersangka. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra, mengungkap bahwa aktivitas ini dijalankan secara sistematis, memanfaatkan teknologi digital dan jaringan elektronik lintas negara. “Jumlah pelaku yang berhasil kita amankan mencapai 321 orang,” terang Wira dalam konferensi pers, Sabtu (9/5/2026).
Penyidik Temukan Puluhan WNA dari Berbagai Negara
Pelaku yang diamankan terdiri dari berbagai negara, dengan dominasi dari Vietnam dan Tiongkok. Dari total 321 orang, sebanyak 57 di antaranya adalah warga negara Tiongkok, sementara 228 orang berasal dari Vietnam. Dua belas orang lainnya berasal dari Laos, 13 dari Myanmar, 3 dari Malaysia, 5 dari Thailand, dan 3 dari Kamboja. Angka ini mencerminkan kerja sama lintas negara dalam menjalankan bisnis judi online yang menguntungkan secara signifikan.
Barang Bukti yang Disita Termasuk Brankas dan Domain
Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan oleh petugas, seperti brankas, paspor, smartphone, laptop, komputer, serta uang tunai yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, penyidik menemukan sekitar 75 domain dan situs web yang diduga digunakan sebagai alat untuk menjalankan aktivitas perjudian daring. Situs-situs tersebut menggunakan variasi karakter dan pola penamaan yang berbeda agar bisa menghindari pemblokiran oleh pihak berwenang.
“Dari para pelaku yang kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang,” kata Wira dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi ini menunjukkan keterlibatan langsung dari para pelaku yang terorganisir, dengan sistem elektronik sebagai dasar untuk mempermudah transaksi dan distribusi keuntungan.
Penggerebekan tersebut tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga mengungkap metode operasional mereka yang canggih. Jaringan ini terbukti memanfaatkan jaringan digital yang terintegrasi untuk menjalankan bisnis secara global, sementara para pelaku menyembunyikan identitasnya dengan menggunakan berbagai alat teknologi. “Kami telah menemukan indikasi bahwa mereka menggunakan sistem berlapis untuk menghindari pemantauan,” tambah Wira.
Para Pelaku Diuntungkan oleh Sistem Lintas Negara
Selama operasi, penyidik menemukan bukti-bukti bahwa para pelaku memanfaatkan infrastruktur digital lintas negara sebagai mata pencaharian utama. Jaringan ini dianggap efisien karena memanfaatkan sistem elektronik untuk mengakses pasar judi secara luas. “Mereka mengatur operasionalnya dengan terstruktur, bahkan menyediakan layanan kepada pengguna di berbagai wilayah,” jelas Wira.
“Kami juga akan melakukan penelusuran terhadap para sponsor yang kemarin mendatangkan mereka dari luar negeri,” ujar Wira. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang memburu pelaku-pelaku di balik layar yang diduga memfasilitasi keberadaan jaringan tersebut di Indonesia.
Pengembangan kasus ini tidak hanya terbatas pada pelaku langsung, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang terkait dalam pengoperasian sistem. Para penyidik menekankan pentingnya kerja sama dengan lembaga keuangan dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan investigasi berjalan efektif. “Koordinasi dengan PPATK dan Kementerian Imigrasi menjadi langkah kunci untuk memperkuat pengungkapan kasus ini,” tambahnya.
Penyidikan Terus Dilakukan untuk Mengungkap Jaringan Secara Lengkap
Direktur Bareskrim menegaskan bahwa pihaknya masih terus menelusuri sumber daya dan pencaharian para pelaku. Termasuk, mereka menyelidiki kemungkinan adanya sponsor dari luar negeri yang mendatangkan anggota jaringan ke Tanah Air. “Kami akan melacak seluruh jaringan, baik dari segi teknis maupun keuangan, agar tidak ada pelaku yang terlewat,” ungkap Wira.
Operasi ini juga mengungkap bahwa sindikat judi daring ini memiliki struktur yang kompleks, dengan peran spesifik untuk setiap anggota. Beberapa dari mereka bertindak sebagai pengelola situs, sementara yang lain berperan sebagai pengumpul dana atau pengatur transaksi. “Sistem ini terdiri dari beberapa bagian yang saling terhubung, sehingga memperlihatkan tingkat keterorganisasian yang tinggi,” jelas Wira.
Koordinasi dengan Stakeholder Penting untuk Memperkuat Penanganan
Dalam rangka mempercepat penyelesaian kasus, Bareskrim Polri berencana menggandeng berbagai instansi seperti PPATK dan Kementerian Imigrasi. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperluas cakupan investigasi dan memastikan pemerintah bisa mengambil langkah-langkah tegas terhadap seluruh pihak terlibat. “Koordinasi lintas lembaga sangat penting agar kita bisa melacak alur dana dan keberadaan pelaku secara menyeluruh,” ujarnya.
Dalam operasi kali ini, penyidik menemukan bukti-bukti bahwa jaringan judi online ini tidak hanya terfokus pada aktivitas di Jakarta, tetapi juga menjangkau wilayah lain. “Kami akan melanjutkan penyelidikan hingga ke titik akhir,” kata Wira. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tindakan penipuan yang dilakukan melalui platform digital.
Meningkatkan Efektivitas Penindakan dengan Teknologi Canggih
Direktur Bareskrim menekankan bahwa penggunaan teknologi digital sebagai alat perjudian membutuhkan pendekatan khusus dalam penyelidikan. “Kami memanfaatkan alat analisis canggih untuk menelusuri keberadaan pelaku dan aktivitas mereka,” jelas Wira. Metode ini memungkinkan petugas menemukan bukti-bukti yang tersembunyi, seperti transaksi keuangan yang dilakukan secara online atau penyimpanan data di server internasional.
Selain itu, penyidik juga menyoroti peran penting dari teknologi dalam mempercepat proses pengungkapan. Jaringan judi daring ini terbukti mudah berpindah tempat dan menghindari penindasan karena menggunakan sistem yang terdistribusi. “Kita harus mampu mengejar jejak mereka secara digital, baik dalam bentuk data maupun transaksi,” lanjut Wira.
Operasi ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana pihak berwenang dapat mengatasi masalah perjudian daring yang semakin kompleks. Wira menegaskan bahwa pendek