Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Historic Moment: Respons Sutradara Pesta Babi Usai Mama Sinta Laporkan Dugaan Eksploitasi
News

Historic Moment: Respons Sutradara Pesta Babi Usai Mama Sinta Laporkan Dugaan Eksploitasi

Joseph Lopez Reporter Minggu, 31 Mei 2026 pukul 03:20 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:

Table of Contents

Toggle
  • Respons Sutradara Pesta Babi Usai Mama Sinta Laporkan Dugaan Eksploitasi
    • Pernyataan Tim Kolaborasi Film
    • Laporan Eksploitasi Dugaan
    • Kisah Pertama Mama Sinta Mengenai Film
    • Detail Pemutaran dan Reaksi Publik
    • Penjelasan Lebih Lanjut dari Tim Kolaborasi

Respons Sutradara Pesta Babi Usai Mama Sinta Laporkan Dugaan Eksploitasi

Historic Moment –

Liputan6.com, Jakarta – Laporan yang diajukan oleh Yasinta Moowend, dikenal sebagai Mama Sinta, terkait dugaan eksploitasi dirinya dalam film dokumenter *Pesta Babi* telah memicu respons dari tim kolaborator film tersebut. Perwakilan dari tim yang juga bertindak sebagai sutradara, Dandhy Laksono, menyatakan bahwa Mama Sinta adalah tokoh adat Malind yang telah lama berperan aktif untuk diri sendiri dan komunitasnya sebelum film ini diproduksi. “Kami tim kolaborasi menghormati sikap Mama Sinta saat ini dan mengajak publik untuk tidak menghakimi atau menyudutkan beliau, sambil kita tetap berusaha memahami perubahan pilihan sikap yang ia ambil,” kata Dandhy dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Sabtu (30/5/2026).

Pernyataan Tim Kolaborasi Film

Menurut Dandhy, setelah video Mama Sinta beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga Jumat, 29 Mei, tim film belum mampu menghubungi atau bertemu langsung dengan Mama Sinta. “Kami terus berupaya membangun komunikasi dengan beliau dan berkoordinasi dengan keluarganya,” jelasnya. Ia menambahkan, tim mengharapkan dukungan publik dalam menyelesaikan isu ini, sambil tetap fokus pada upaya memperkuat solidaritas terhadap masalah besar yang dihadapi masyarakat Papua.

Dandhy menyatakan bahwa film *Pesta Babi* adalah hasil kolaborasi antara berbagai organisasi, termasuk Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc. “Kolaborator film ini memiliki tujuan bersama untuk menggambarkan realitas di Tanah Papua melalui lensa dokumenter,” ujarnya. Namun, meski sejumlah pihak menyatakan komitmen untuk menjaga keadilan, kejadian tersebut menimbulkan ketegangan antara Mama Sinta dan tim produksi.

Laporan Eksploitasi Dugaan

Sebelumnya, Mama Sinta membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya atas dugaan eksploitasi dirinya dalam film *Pesta Babi*. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, yang berlaku pada 29 Mei 2026. Kuasa hukum Mama Sinta, TS Hamonangan Daulay, mengungkapkan bahwa laporan ini dibuat untuk memastikan pengakuan yang sah dari Mama Sinta terhadap penggunaan data dirinya. “Laporan ke Polda Metro Jaya hari ini bersifat personal terhadap Mama Sinta. Seorang anak bangsa berusia 62 tahun dieksploitasi tanpa izin atau pengakuan yang diberikan secara resmi,” kata Hamonangan kepada wartawan pada Jumat (29/5/2026) malam.

Menurut Hamonangan, pihak yang dilaporkan adalah Ketua LBH Merauke berinisial JTW. “Yang kita laporkan adalah perorangan, terutama Ketua LBH Merauke,” jelasnya. Laporan ini mengacu pada Pasal 65 juncto 67 Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yang mengatur tentang penggunaan data tanpa persetujuan. “Pasal yang kami ajukan adalah 65 juncto 67 Perlindungan Data Pribadi,” tambahnya. Ia mengatakan laporan telah diterima oleh polisi, dengan STTP (Surat Tanda Terima Pengaduan) yang telah selesai dibuat.

Alasan laporan dibuat di Polda Metro Jaya, kata Hamonangan, adalah untuk menjaga kerahasiaan informasi Mama Sinta. “Kami menunggu press release resmi dari Polda Metro Jaya agar tidak ada kekeliruan dalam menyampaikan fakta,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa wajah Mama Sinta muncul dalam film tanpa adanya perundingan sebelumnya, sehingga menimbulkan rasa tidak puas dan kekecewaan terhadap penggunaan identitasnya.

Kisah Pertama Mama Sinta Mengenai Film

Mama Sinta sendiri mengungkapkan bahwa ia pertama kali mengetahui wajahnya muncul dalam film *Pesta Babi* saat menghadiri pemutaran di Jayapura pada 8 April lalu. “Saya tahu cuma mau nonton film *Pesta Babi*. Tapi di situ ada wajah saya,” kata Mama Sinta. Menurutnya, saat itu ia hanya diminta menghadiri acara dan menonton film tersebut, tanpa ada pembicaraan atau izin terkait keterlibatannya dalam produksi.

“Tidak ada sama sekali,” tambah Mama Sinta. Ia mengaku kecewa karena wajahnya dipasang di berbagai tempat tanpa persetujuan. “Kenapa wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa izin saya? Saya sakit hati dan sakit jiwa sekali bersama keluarga,” ujarnya. Mama Sinta bahkan meminta pemutaran film dihentikan. “Dihentikan! Mulai hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu,” tegasnya.

Mama Sinta menuturkan bahwa ia merasa dirugikan karena penggunaan gambar dan suaranya dalam film dilakukan tanpa komunikasi yang jelas. “Saya tidak mengetahui bagaimana mereka memperoleh akses ke wajah dan suara saya,” ujar Mama Sinta. Ia menekankan bahwa kehadirannya dalam film hanya bersifat spontan, bukan kesepakatan sebelumnya.

Detail Pemutaran dan Reaksi Publik

Pemutaran film *Pesta Babi* di Jayapura, yang dilakukan di Susteran Maranatha, disebut Mama Sinta sebagai momen yang menyakitkan. “Film itu diputar di mana-mana tanpa izin saya,” katanya. Menurut Mama Sinta, pemutaran tersebut mengubah persepsi masyarakat terhadap dirinya, terutama di tengah upaya memperkuat identitas sebagai tokoh adat.

Dandhy Laksono, sebagai sutradara, mengakui bahwa tim kolaborasi masih dalam proses memahami latar belakang perubahan sikap Mama Sinta. “Kami belum menemukan jawaban pasti mengapa perubahan sikap itu terjadi, tapi kami terus berupaya menjelaskan niat kami yang tulus,” kata Dandhy. Ia menegaskan bahwa film ini bukan hanya untuk menggambarkan isu-isu kemanusiaan di Papua, tapi juga sebagai bentuk dokumentasi sejarah yang memperkuat perjuangan masyarakat lokal.

Sejumlah anggota tim kolaborasi berharap publik bisa memberikan ruang bagi Mama Sinta untuk menjelaskan keadaannya. “Mama Sinta adalah bagian dari cerita ini, dan kami percaya kejadian tersebut bisa dijelaskan secara jelas,” ujar Dandhy. Ia juga menyoroti peran LBH Merauke dalam kolaborasi film tersebut, menyatakan bahwa organisasi ini memiliki kredensial dalam mengawal hak-hak adat di Papua.

Sementara itu, Mama Sinta menekankan bahwa laporan ke polisi bukan hanya upaya melindungi dirinya, tetapi juga untuk memberikan keadilan bagi komunitas Malind. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang perjuangan yang selama ini kita lakukan bersama,” ujarnya. Menurut Mama Sinta, eksploitasi dirinya dalam film merupakan bagian dari lebih besar masalah pemaksaan eksploitasi yang dialami oleh banyak tokoh adat.

Penjelasan Lebih Lanjut dari Tim Kolaborasi

Dandhy juga mengungkapkan bahwa tim kolaborasi terus berusaha menyelesaikan konflik ini melalui komunikasi langsung dengan Mama Sinta. “Kami

Bagikan:

Berita Terkait

212389ab-f9d7-4a29-98dc-d38dedfc86c4-0

Latest Program: Ancol Gratis Saat HUT ke-499 Jakarta, Catat Waktu dan Syaratnya

31 Mei 2026
9d3f0005-6d73-4b34-a5dd-8c58c275c738-0

Main Agenda: Djarot: PDIP Makin Solid Meski Jokowi Temui Kader PSI

31 Mei 2026

Solution For: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Jaksel Ditangkap

31 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

212389ab-f9d7-4a29-98dc-d38dedfc86c4-0

Latest Program: Ancol Gratis Saat HUT ke-499 Jakarta, Catat Waktu dan Syaratnya

2 menit yang lalu
9d3f0005-6d73-4b34-a5dd-8c58c275c738-0

Main Agenda: Djarot: PDIP Makin Solid Meski Jokowi Temui Kader PSI

3 menit yang lalu

Solution For: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Jaksel Ditangkap

5 menit yang lalu

Key Strategy: Prabowo Pulang dari Prancis, Bawa Kesepakatan Rp 61,25 Triliun

8 menit yang lalu

Key Discussion: PDIP Bentuk Tim Khusus Jelang Pemilu 2029

9 menit yang lalu

Kategori

  • Bisnis (806)
  • News (1074)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Key Strategy: Prabowo Pulang dari Prancis, Bawa Kesepakatan Rp 61,25 Triliun
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.