Facing Challenges: Pemkot Jaksel Kucurkan Rp 380 Juta untuk Perbaikan Saluran Amblas di Lenteng Agung
Pemkot Jaksel Mengatasi Saluran Ambles di Lenteng Agung dengan Dana Rp 380 Juta Facing Challenges - Dalam menghadapi tantangan lingkungan yang terus
Pemkot Jaksel Mengatasi Saluran Ambles di Lenteng Agung dengan Dana Rp 380 Juta
Facing Challenges – Dalam menghadapi tantangan lingkungan yang terus mengancam, Pemkot Jakarta Selatan mengalokasikan dana sebesar Rp 380 juta untuk memperbaiki saluran air yang amblas di area Lenteng Agung, Jagakarsa. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya mengatasi masalah infrastruktur yang sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Penyebab utamanya adalah air deras dari Danau UI yang mengalir ke Sungai Ciliwung, sehingga memicu kerusakan di saluran lama yang berusia lebih dari 25 tahun.
Penanganan Darurat dan Progres Pekerjaan
Pekerjaan telah dimulai sejak malam sebelumnya, dengan fokus pada pemasangan empat unit box culvert sepanjang empat meter.
“Ini sekitar Rp 380-an juta untuk seluruhnya sampai selesai,” ujar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (31/5/2026). “Anggaran ini mencakup seluruh tahapan pekerjaan hingga tuntas.”
Dalam rangka menyelesaikan tugas ini, Pemkot Jaksel menargetkan fungsi jalan kembali normal dalam tiga hari, sementara seluruh pekerjaan dituntaskan dalam dua pekan. Santo menegaskan bahwa prioritas utama adalah mempercepat pemulihan pengerasan jalan untuk mengurangi dampak pada lalu lintas.
Kolaborasi dan Pekerjaan Berkelanjutan
Tim pengerjaan juga bekerja sama dengan pihak pemilik utilitas, seperti tiang listrik dan kabel telekomunikasi, yang terkena kerusakan akibat saluran ambles.
“Perbaikan fondasi utilitas akan dilakukan setelah pemasangan turap selesai,” tambah Santo. “Pekerjaan berjalan secepat mungkin meski ada hambatan karena kepadatan lalu lintas.”
Di sisi lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jaksel, Iwan K Santoso, menjelaskan bahwa progres pekerjaan di ruas Jalan Lenteng Agung Timur telah mencapai sekitar 70 persen. “Kita baru selesai 70 persen karena ada pengecoran dan pembersihan jalan yang masih berlangsung,” katanya saat meninjau lokasi, Minggu (31/5/2026).
Pemasangan box culvert menjadi solusi utama untuk mengalihkan aliran air, sehingga mengurangi tekanan pada saluran yang amblas. Namun, masih ada beberapa area yang memerlukan pemeriksaan ulang, terutama saluran yang melintang jalan umum. “Banyak crossing sudah usia lebih dari 25 tahun, jadi wajib dicek kembali,” terang Santo. Pemeriksaan ini melibatkan instansi terkait, termasuk Suku Dinas Bina Marga, karena infrastruktur saluran sering kali berada di bawah jalan raya.
Di lokasi, jalan yang ambles telah dipasang plat besi, memungkinkan kendaraan melewati area tersebut. Meski demikian, para pengemudi dianjurkan mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko.
“Yang inti kita kejar dalam tiga hari. Hari Senin lalu lintas sudah clear, tidak macet lagi,” ucap Santo. “Namun, proses seluruhnya akan terus berlangsung hingga kondisi stabil.”
Pemkot Jaksel juga menekankan pentingnya survei berkala untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, terutama mengingat kota ini terus berkembang dan permintaan air meningkat.
Facing Challenges dalam memperbaiki infrastruktur membutuhkan strategi yang terencana. Pemkot Jaksel menyiapkan langkah-langkah tambahan, termasuk penggunaan teknologi pemantauan air untuk mengidentifikasi potensi kebocoran lebih awal. Dengan dana yang dialokasikan, mereka berharap dapat memperkuat sistem saluran air dan mengurangi hambatan pada kehidupan masyarakat. “Kita fokus pada solusi jangka panjang, bukan hanya tindakan darurat,” tambah Iwan Santoso.
Proyek perbaikan saluran ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah menghadapi tantangan lingkungan sehari-hari. Meski ada kendala seperti kesibukan lalu lintas dan keterbatasan waktu, Pemkot Jaksel berkomitmen untuk menyelesaikan tugas dalam waktu yang efisien. “Dengan dana yang dialokasikan, kita optimis bisa mengatasi masalah ini dalam dua minggu,” kata Santo. Ini menunjukkan bahwa upaya mengatasi saluran ambles adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
