Dua KRL Rangkasbitung Dilempari Batu – Peristiwa Pengrusakan Menyebarkan Kekhawatiran di Wilayah Jalan Raya
Dua KRL Rangkasbitung Dilempari Batu – Sebuah peristiwa pengrusakan menimpa dua rangkaian Kereta Api (KA) Commuter Line Rangkasbitung pada Minggu (24/5/2026) malam, dengan batu dilemparkan ke bagian kaca jendela dan pintu penumpang. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jasa transportasi kereta dan menggambarkan tindakan vandalisme yang semakin sering terjadi di sepanjang jalur KRL. Dua kereta tersebut, yang sedang melintas di jalur Daru-Tigaraksa dan Kebayoran-Palmerah, mengalami kerusakan yang cukup signifikan, hingga memaksa petugas KAI Commuter melakukan perbaikan darurat di Stasiun Parung Panjang.
Kaca Pecah di Dua KA Rangkasbitung Tercatat dalam Laporan Pihak KAI
Menurut pernyataan VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, terjadi dua aksi pelemparan yang berdampak pada kereta berbeda. Dalam kejadian pertama, KA Rangkasbitung No. 1762 yang mengarah ke Stasiun Tigaraksa mengalami kerusakan pada kaca jendela dan pintu penumpang sekitar pukul 19.20 WIB. Di kejadian kedua, KA Rangkasbitung No. 1783 yang berangkat ke Stasiun Tanah Abang mengalami kerusakan lebih parah, dengan dua kaca jendela dan pintu retak di sepanjang jalur Kebayoran-Palmerah sekitar pukul 19.44 WIB.
Karina Amanda menjelaskan bahwa petugas keamanan dari Stasiun Tenjo dan Stasiun Kebayoran langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tentang peristiwa tersebut. Namun, petugas tidak berhasil menemukan pelaku atau saksi yang mencurigakan di lokasi kejadian. Dalam upaya mencegah risiko serpihan kaca, pihak KAI Commuter segera melakukan penggantian kaca yang rusak melalui tim perawatan sarana KRL.
Upaya Edukasi dan Penguatan Keamanan untuk Cegah Tindakan Vandalisme
Sebagai langkah preventif, pihak KAI Commuter juga memberikan edukasi anti vandalisme kepada warga sekitar lokasi pelemparan. Karina Amanda menegaskan bahwa tindakan vandalisme seperti pelemparan batu dapat mengancam keselamatan penumpang dan dijatuhi pidana penjara hingga 15 tahun berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta KUHP Bab VII. "Kami berharap masyarakat dan pihak terkait dapat berperan aktif dalam memastikan jalur KRL tetap aman," tambahnya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa wilayah jalur KRL Rangkasbitung masih rentan terhadap aksi kejahatan yang menyebabkan kerusakan fisik. Meski belum ada pelaku yang berhasil ditangkap, KAI Commuter mengimbau pengguna jasa untuk tetap waspada dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan serta keamanan sarana transportasi. Karina Amanda menekankan bahwa penumpang juga perlu meningkatkan kesadaran untuk melaporkan tindakan mencurigakan yang mungkin terjadi di sepanjang jalur.
KAI Commuter: Perbaikan Darurat dan Langkah Pemulihan Sementara
Sebagai respons atas kerusakan, tim perawatan KAI Commuter melakukan penggantian kaca yang rusak di Stasiun Parung Panjang. Proses ini dilakukan untuk memastikan operasional KA tetap berjalan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari warga. Karina Amanda juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi kemungkinan penguatan keamanan di sekitar stasiun yang rawan aksi vandalisme.
Kerusakan pada kaca jendela dan pintu penumpang ini menimbulkan dampak yang signifikan, baik secara fisik maupun psikologis. Penumpang yang mengalami kejadian tersebut mengaku merasa takut dan khawatir. Peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi, yang menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan perlu diperhatikan secara berkala. KAI Commuter berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat sekitar serta pengguna jasa transportasi untuk menjaga harmoni di jalur kereta.
"KAI Commuter terus berupaya mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan tindakan vandalisme yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang," kata Karina Amanda dalam wawancara terpisah.
Peristiwa dua KRL Rangkasbitung dilempari batu ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan tindakan pencegahan di masa mendatang. Karina Amanda menambahkan bahwa selain memperbaiki kerusakan, pihaknya juga berencana menggandeng pemerintah setempat untuk memperkuat pengawasan di area-area rawan. Dengan langkah-langkah ini, KAI Commuter berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan penggunaan layanan kereta api.
