Cerita Putra Papua Jhosua Lolos IPDN, Momen Dilantik Prabowo Bikin Haru
Seorang pemuda asal Papua telah mencatatkan namanya dalam sejarah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Jhosua Faitri Ick, lulusan Angkatan 2026

Jhosua Faitri Ick Raih Prestasi Bersejarah di IPDN, Pelantikan oleh Prabowo Subianto Jadi Kenangan Tak Terlupakan
Perjalanan Panjang dari Papua Menuju Jakarta
Beritaterbaik.com – Seorang pemuda asal Papua telah mencatatkan namanya dalam sejarah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Jhosua Faitri Ick, lulusan Angkatan 2026, berhasil menyelesaikan pendidikan empat tahunnya dengan penuh dedikasi. Perjalanan panjangnya dari tanah Papua hingga meraih gelar di Jakarta ini menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda. Sang ayah, Martinus Ick, masih mengingat jelas bagaimana putranya harus melewati seleksi ketat saat masih mewakili Provinsi Papua Barat, sebelum pemekaran wilayah menjadi Papua Barat Daya.
Martinus menjelaskan bahwa Jhosua berhasil menjadi salah satu dari 48 peserta yang lolos seleksi dari wilayahnya. Dengan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi masuk IPDN, persaingan saat itu berlangsung sangat sengit. Proses seleksi yang panjang dan melelahkan akhirnya membuahkan hasil manis bagi keluarga ini.
ujar Martinus dengan penuh rasa syukur.
Momen Bersejarah di Lapangan Parade IPDN
Rabu, 29 Juli 2026, menjadi hari yang istimewa bagi Jhosua dan 1.204 Pamong Praja Muda lainnya. Pelantikan yang digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, ini dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Bagi Jhosua, ini adalah pengalaman pertama yang dirasakan angkatan-angkatan IPDN dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran kepala negara memberikan makna tersendiri bagi para lulusan.
Kesan yang kami dapatkan tentunya sangat senang karena sudah beberapa tahun belakangan ini kami, khususnya IPDN, belum pernah dilantik langsung oleh Bapak Presiden,
cerita Jhosua usai mengikuti upacara pelantikan.
Pesan Berharga dari Presiden untuk Lulusan IPDN
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan penting tentang pengabdian kepada masyarakat. Jhosua mencatat bahwa sebagai lulusan pamong praja, mereka harus melayani tanpa membeda-bedakan latar belakang. Pesan tersebut menjadi fondasi kuat bagi para lulusan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Pesan yang saya ingat dari Bapak Presiden tadi yaitu kita sebagai lulusan pamong praja harus melayani masyarakat tanpa memandang bulu, melayani dengan tulus dan sepenuh hati demi kemajuan bangsa,
ungkap Jhosua.
Jhosua juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Presiden dalam upacara tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi penghormatan besar bagi seluruh lulusan IPDN Angkatan 2026. Kehadiran langsung Presiden menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan pamong praja.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia karena telah melantik kami. Itu merupakan kesan terbaik bagi angkatan kami,
tuturna.
Empat Tahun Pendidikan yang Penuh Tantangan
Selama menempuh pendidikan selama empat tahun, keluarga Jhosua hanya bisa mengiringi perjuangannya dari kejauhan. Martinus mengakui bahwa meskipun tidak menyaksikan langsung setiap proses, ia meyakini bahwa pendidikan di IPDN penuh dengan tantangan dan tempaan disiplin. Setiap hari-hari di kampus membentuk karakter para lulusan menjadi aparatur negara yang handal.
Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan. Proses pendidikan selama empat tahun cukup berat. Kami tidak melihat secara langsung, tetapi kami mengimani bahwa perjalanannya memang cukup berat,
jelas Martinus.
Rasa syukur keluarga semakin lengkap karena pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Martinus menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pelantikan biasanya dilakukan oleh Menteri atau perwakilan. Kehadiran Presiden menjadi kehormatan luar biasa bagi para lulusan maupun orang tua mereka.
Menurut pandangan kami, pada tahun-tahun sebelumnya yang melantik biasanya Bapak Menteri atau perwakilan. Namun hari ini Presiden datang langsung melantik anak kami bersama teman-temannya. Itu merupakan penghormatan yang sangat luar biasa bagi kami sebagai orang tua, terlebih bagi anak-anak yang hari ini resmi dilantik oleh Bapak Presiden. Kami bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Bapak Presiden,
ungkap Martinus.
Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Jhosua berharap ilmu yang diperoleh dan pengabdian yang akan dijalankannya dapat menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia yakin bahwa pengalaman selama berkuliah di IPDN akan menjadi bekal berharga dalam melayani masyarakat Indonesia.
Dapat membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Itulah harapan yang tentunya bangsa Indonesia inginkan bersama,
ucap Jhosua dengan penuh semangat.
Kebahagiaan Jhosua tidak dapat disembunyikan dari wajahnya. Momen bersejarah ini menjadi kenangan istimewa, bukan hanya baginya, tetapi juga bagi keluarga yang selama bertahun-tahun setia mengiringi perjuangannya dengan doa. Cerita putra Papua ini membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat membawa seseorang meraih cita-cita tertinggi.
