BMKG: Mayoritas Cuaca Jakarta Cerah hingga Malam, Kamis 28 Mei 2026
Announced – Jakarta, Liputan6.com – Lembaga meteorologi terkemuka, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memberikan prakiraan cuaca untuk sebagian besar wilayah ibu kota pada hari Kamis, 28 Mei 2026. Dalam laporan terbarunya, BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca di Jakarta akan bersih sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara yang diprediksi mencapai 28–31 derajat Celcius, sementara tingkat kelembapan udara berkisar antara 59–77 persen. Kecepatan angin pagi hari diperkirakan sekitar 0,2–9,1 km/jam, menciptakan kondisi yang nyaman bagi warga Jakarta.
Dalam penjelasan tambahan, BMKG menegaskan bahwa langit cerah juga akan terlihat pada siang hari. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang memiliki sedikit perbedaan, dengan prakiraan cuaca cerah berawan. Di sana, suhu rata-rata diprediksi lebih tinggi, sekitar 29–32 derajat Celcius, dan kelembapan udara mencapai 72–80 persen. Angin pada siang hari di Kepulauan Seribu diperkirakan bergerak dengan kecepatan 1,3–13,3 km/jam. “Pada siang hari, kondisi cuaca tetap baik, tetapi di Kepulauan Seribu, ada kemungkinan awan yang cukup tebal,” jelas BMKG, mengutip laporan dari Antara, Rabu 27 Mei 2026.
Selain itu, BMKG menyebutkan bahwa kondisi cuaca tetap terang hingga sore hari, dengan suhu 27–30 derajat Celcius dan kelembapan udara sekitar 60–80 persen. Pada malam hari, suhu diperkirakan turun sedikit, namun tetap dalam kisaran 25–28 derajat Celcius. “Pada Jumat, 29 Mei 2026, cuaca di Jakarta akan terus cerah dengan suhu yang lebih dingin, yaitu 25–28 derajat, serta kelembapan udara meningkat menjadi 80–89 persen,” tambah BMKG. Perkiraan ini memberi kesempatan bagi warga Jakarta untuk melakukan kegiatan di luar ruangan dengan nyaman.
Peringatan untuk Anak-anak: Cegah Serangan Panas di Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca yang cerah dan panas tidak hanya menyenangkan tetapi juga memerlukan perhatian khusus, terutama terhadap anak-anak. Seorang dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Darmawan Budi Setyanto, memberi penjelasan penting tentang risiko heat stroke yang bisa terjadi saat suhu lingkungan tinggi. “Anak-anak sangat rentan terhadap efek cuaca panas ekstrem, terutama jika tidak memperhatikan kebutuhan cairan tubuh mereka,” katanya, dalam seminar media daring pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Kebiasaan minum adalah hal utama yang harus ditekankan. Ingatkan anak-anak untuk membawa bekal air minum dan minum secara teratur, terlepas dari apakah mereka merasa lapar atau tidak,” ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan bahwa serangan panas bisa terjadi ketika tubuh anak tidak mampu mengatur suhu secara efektif. Kondisi ini terjadi karena aktivitas fisik yang berlebihan di bawah sinar matahari langsung, atau kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh. “Anak-anak sering tidak segera minum karena belum merasa haus, padahal tubuh tetap membutuhkan air untuk menjaga fungsi metabolisme dan menjaga suhu tubuh normal,” jelasnya. Hal ini bisa berujung pada dehidrasi yang mengancam kesehatan anak.
Darmawan juga memperingatkan bahwa heat stroke tidak hanya menyebabkan kenaikan suhu tubuh, tetapi juga mengganggu sistem pengaturan termal tubuh. “Tandatangan heat stroke adalah suhu tubuh yang meningkat dengan cepat, bahkan melebihi 40 derajat Celsius, disertai dengan tidak berkeringat, meskipun kulit terasa panas,” kata dia. Fenomena ini terjadi karena tubuh gagal mengeluarkan panas melalui keringat, sehingga suhu dalam tubuh naik secara drastis.
“Pada kondisi yang berat, heat stroke bisa menyebabkan gangguan fungsi otak, bahkan kejang atau kehilangan kesadaran. Selain itu, nafas penderita sering kali terlihat cepat dan dangkal,” tambah Darmawan.
Menurut Darmawan, pencegahan heat stroke memerlukan kepedulian orangtua. “Orangtua harus memastikan anak-anak tetap terhidrasi, terutama saat cuaca cerah dan suhu tinggi,” jelasnya. Selain mengingatkan anak untuk minum air, Darmawan menyarankan penggunaan pelindung kepala seperti topi untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung. “Ini membantu meminimalkan risiko panas berlebihan dan menjaga kesehatan anak selama beraktivitas di luar rumah,” katanya.
BMKG juga menyoroti pentingnya memantau kondisi cuaca sebelum melakukan kegiatan luar ruangan. Meski Jakarta diprediksi cerah, suhu yang tinggi bisa memicu efek samping, seperti kelelahan atau gangguan fisiologis pada anak. “Para orangtua perlu waspada dan memastikan anak-anak tidak terpapar panas terlalu lama, terutama di siang hari,” kata BMKG. Suhu yang stabil di kisaran 25–32 derajat Celcius pada beberapa hari ini memberi ruang untuk aktivitas, tetapi tetap perlu diimbangi dengan perlindungan yang memadai.
Menurut penjelasan Darmawan, tubuh anak yang tidak terhidrasi bisa mengalami gangguan kesehatan yang serius. “Serangan panas bisa memengaruhi fungsi metabolisme, menyebabkan suhu tubuh naik hingga mencapai titik kritis,” katanya. Ia menekankan bahwa air minum adalah faktor utama dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, yang tidak hanya mencegah dehidrasi, tetapi juga membantu sistem regulasi suhu tubuh bekerja optimal.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI juga meminta warga Jakarta untuk tetap memperhatikan aktivitas anak di luar ruangan. “Anak-anak sering bermain di bawah sinar matahari tanpa melihat kondisi lingkungan, sehingga perlu pengawasan dari orang dewasa,” jelasnya. Dengan memahami gejala dan tindakan pencegahan, para orangtua bisa memberikan perlindungan lebih baik bagi anak dalam cuaca panas yang terjadi di ibu kota.
Dengan prakiraan cuaca yang stabil, Jakarta tetap menjadi tempat yang aman untuk beraktivitas. Namun, Darmawan menekankan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap efek cuaca ekstrem. “Harus selalu mengingatkan mereka untuk minum, istirahat, dan hindari paparan panas terlalu lama,” katanya. BMKG dan IDAI sepakat bahwa kesehatan anak dalam cuaca panas membutuhkan penanganan yang serius dan pendekatan yang tepat.
