120 Catridge Vape Disita Polisi di Cengkareng, Isinya Bukan Cairan Biasa
120 Catridge Vape Disita Polisi di Cengkareng – Dalam operasi anti-narkoba yang dilakukan di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, polisi berhasil menyita 120 unit cartridge vape yang berisi zat etomidate, bukan cairan biasa. Penangkapan terhadap seorang pria berinisial A (32 tahun) terjadi setelah tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengamati adanya aktivitas mencurigakan terkait distribusi produk vaping tersebut. Operasi ini menunjukkan upaya pihak kepolisian untuk mengendalikan peredaran narkoba yang semakin memudahkan akses melalui bentuk konsumsi yang menyerupai rokok elektrik.
Proses Penyelidikan dan Pemantauan Informasi
Menurut Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Indah Hartantiningrum, penyelidikan terhadap peredaran etomidate dimulai setelah aduan dari masyarakat tentang keberadaan bahan aktif yang digunakan untuk memperkuat efek narkotika. Dengan menggunakan informasi tersebut, tim melakukan pendalaman dan memantau jalur distribusi barang secara intensif. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah besar cartridge yang disimpan dalam kantong merah dan dikemas rapi dalam kardus, mengindikasikan skala peredaran yang signifikan.
Deteksi dan Penyitaan di Lokasi Operasi
Operasi penyitaan dilakukan pada Kamis dini hari di Jalan Boulevard Raya, Kapuk, dan menghasilkan barang bukti yang mencakup 120 unit cartridge vape. Berdasarkan pengakuan pelaku, setiap cartridge dijual dengan harga antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per buah. Kebiasaan menjual produk secara tersembunyi ini mencerminkan upaya pelaku untuk menghindari pengawasan langsung, terutama karena etomidate memiliki dampak sampingan yang berpotensi serius jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Barang bukti yang diamankan terdiri dari 120 cartridge berisi etomidate,” ujar Kompol Indah dalam pernyataan resmi, Minggu (10/5/2026).
Penemuan ini menunjukkan bahwa etomidate, yang biasanya digunakan sebagai obat anestesi, kini dijadikan bahan narkotika oleh para pelaku kejahatan. Dengan diaplikasikan ke dalam bentuk vape, zat ini lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama remaja dan dewasa muda yang cenderung tertarik pada produk konsumsi modern. Kebiasaan ini juga memperlihatkan bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk menyebarluaskan bahan berbahaya secara cepat dan efektif.
Pelaku dan Peran dalam Jaringan Peredaran
Seorang pria berinisial A (32 tahun) menjadi tersangka utama dalam operasi ini. Ia mengaku bertugas sebagai distributor, mengirimkan cartridge vape ke berbagai titik penjualan di sekitar Jakarta. Selain itu, polisi juga menemukan dokumen pendukung dan alat komunikasi yang membantu mengungkap jaringan peredaran etomidate. Penyidikan masih berlangsung untuk mengetahui apakah ada kelompok atau organisasi yang terlibat dalam distribusi ini, serta bagaimana rencana penjualan diatur.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Penyitaan 120 cartridge vape ini memberikan dampak penting dalam upaya pemerintah untuk meminimalkan penggunaan narkoba yang tersembunyi. Etomidate, yang tergolong dalam kategori narkotika golongan II, bisa menyebabkan efek seperti koma atau gangguan pernapasan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Kehadiran polisi di wilayah Cengkareng menjadi bukti bahwa penegakan hukum terus berjalan, terutama dalam menangani kasus narkoba yang memanfaatkan inovasi produk konsumsi. Pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk memperkuat bukti keterlibatannya.
Operasi ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk vaping yang tidak memiliki izin resmi. Selain itu, penggunaan etomidate dalam bentuk vape menunjukkan bagaimana narkoba bisa diselundupkan ke dalam berbagai bentuk, menjadikannya lebih sulit dideteksi. Dengan adanya penyitaan ini, kepolisian berharap masyarakat dapat memahami bahaya bahan aktif yang terkandung dalam cartridge, terlepas dari penampilannya yang tampak biasa.