Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus Rp 4,49 Triliun hingga Juni 2026

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus Rp 4,49 triliun pada semester pertama tahun ini, menandai lonjakan signifikan dalam ekspor produk lokal Indonesia

Program UMKM BISA Ekspor Catat Pencapaian Luar Biasa di Semester Pertama 2026

Beritaterbaik.com – Transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus Rp 4,49 triliun pada semester pertama tahun ini, menandai lonjakan signifikan dalam ekspor produk lokal Indonesia. Kementerian Perdagangan melalui program UMKM BISA Ekspor berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai US$ 251 juta atau setara Rp 4,49 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka ini melampaui total capaian program sepanjang tahun 2025 yang hanya sebesar US$ 134,87 juta atau Rp 2,41 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku usaha yang difasilitasi berasal dari kelompok UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor. Sekitar 60 hingga 70 persen dari mereka bener-bener baru pertama kali bertransaksi ke luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa program ini berhasil menjangkau segmen usaha yang selama ini belum tersentuh pasar internasional.

“Tahun ini Januari-Juni itu malah (transaksi) sudah US$ 251 juta. Itu UMKM yang 60%-70% belum pernah ekspor. Kita fasilitasi dan tidak pernah ketemu, cuma online saja,” ujar Budi saat Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (13/8/2026).

Mekanisme Pendampingan Pelaku Usaha

Program ini dirancang untuk membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara, UMKM dapat mempresentasikan produk mereka langsung kepada Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mekanisme ini memungkinkan pelaku usaha untuk terhubung dengan calon pembeli tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke luar negeri.

“Bapak Ibu tinggal presentasi ke perwakilan kita di luar negeri ke Atase Perdagangan, ITPC ya. Nanti perwakilan kita, ada ITPC, kemudian mencarikan buyer. Setelah dapat buyer, Bapak Ibu nanti presentasi lagi ke buyer,” tutur Budi kepada para UMKM yang hadir dalam acara itu.

Proses penjajakan bisnis dimulai dari presentasi produk, pencarian calon pembeli oleh perwakilan, hingga pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan buyer potensial. Dengan demikian, transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus tidak hanya terbatas pada jumlah, tetapi juga kualitas hubungan bisnis yang terbangun.

Perbandingan dengan Capaian Tahun Sebelumnya

Nilai transaksi semester pertama 2026 tersebut sudah jauh melampaui pencapaian penuh tahun 2025. Pada tahun lalu, program ini memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan komposisi pesanan pembelian sebesar US$ 57,45 juta atau Rp 1,03 triliun, serta potensi transaksi US$ 77,42 juta atau Rp 1,38 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat pelaku UMKM terhadap ekspor semakin meningkat seiring dengan kemudahan akses yang diberikan.

Budi Santoso menyatakan optimisme bahwa pada Juli 2026 nilai transaksi program UMKM BISA Ekspor dapat mencapai kisaran US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,36 triliun sepanjang tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tren positif yang terlihat pada semester pertama dan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.

Peran Platform Digital dalam Ekspor UMKM

Menteri Perdagangan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan platform perdagangan elektronik sebagai pintu masuk UMKM ke pasar global. Transaksi ritel dengan konsumen di negara lain berpotensi berkembang menjadi model business-to-business (B2B). Banyak pelaku usaha yang awalnya menjual produk secara retail kepada konsumen asing, kemudian berkembang menjadi supplier bagi importir lokal maupun internasional.

“Yang membeli itu bisa jadi sebenarnya importir. Yang membeli importir kemudian tahu produknya bagus, nanti komunikasi akhirnya bisa ekspor,” ujar Budi.

Dengan dukungan jaringan perwakilan perdagangan dan adopsi teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan semakin mudah memperoleh informasi pasar tujuan serta dipertemukan dengan calon pembeli untuk membuka peluang transaksi ekspor yang lebih luas. Platform digital menjadi katalisator penting dalam mempercepat pertumbuhan transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus ke level yang lebih tinggi.

Frequently Asked Questions

Berapa nilai transaksi UMKM BISA Ekspor hingga Juni 2026? Nilai transaksi mencapai US$ 251 juta atau setara Rp 4,49 triliun, melampaui total capaian tahun 2025.

Bagaimana cara UMKM bergabung dalam program ini? UMKM dapat mempresentasikan produk melalui perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara atau melalui platform digital yang tersedia.

Apakah program ini hanya untuk UMKM yang sudah berpengalaman ekspor? Tidak, sekitar 60-70% pelaku usaha yang difasilitasi adalah第一次 melakukan ekspor.

Berapa proyeksi nilai transaksi sepanjang tahun 2026? Menteri Perdagangan memproyeksikan nilai transaksi dapat mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,36 triliun pada akhir tahun 2026.

Gabung diskusi