Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Sudaryono Sebut 1.700 Dapur MBG Siap Beroperasi

James Gonzalez - beritaterbaik.com 3 mins read 1 views

Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memenuhi syarat untuk

Sudaryono: 1.700 Dapur MBG Siap Mulai Operasional

Beritaterbaik.com – Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memenuhi syarat untuk kembali menjalankan fungsinya. Dapur-dapur tersebut akan difokuskan pada penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di kawasan yang mencatat angka stunting cukup signifikan. Sudaryono Sebut 1 700 Dapur MBG Siap sebagai langkah awal dalam revitalisasi program gizi nasional.

“Dari data overlay, ada 1.700 data atau dapur yang sudah siap, sudah jadi tinggal operasional, yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Terkait Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Kamis (6/8/2026).

Operasional Bertahap untuk 13.000 Titik SPPG

Meskipun jumlah dapur yang siap mencapai 1.700 unit, aktivasi tidak akan dilakukan serentak. Sudaryono menjelaskan bahwa proses pengaktifan akan berjalan secara bertahap. Ia menargetkan sekitar 300 dapur dapat diaktifasi pada minggu depan, kemudian dilanjutkan secara berurutan hingga seluruh 13.000 titik SPPG tercover. Pendekatan bertahap ini bertujuan untuk memastikan setiap dapur beroperasi dengan optimal sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Nanti ini bertahap kita bereskan. InsyaAllah mungkin minggu depan ada sekitar 300-an kita aktifasi, minggu depannya (ada) lagi, sehingga 13 ribu ini, ini kita sisir semua,” ucap Sudaryono.

Berdasarkan catatan BGN, total terdapat lebih dari 13.000 titik SPPG di seluruh Indonesia. Namun, setiap titik memiliki status yang berbeda-beda. Beberapa baru berupa titik dapur saja, sementara yang lain telah selesai proses pembangunannya. Perbedaan status ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan urutan operasional.

“Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur, statusnya ada semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai,” ucap Sudaryono.

Verifikasi Data dan Transparansi Proses

Untuk memastikan efektivitas, dilakukan pengecekan silang bersama kementerian terkait. Data 13.000 dapur SPPG di-overlay dengan informasi dari Kementerian Kesehatan guna mengidentifikasi wilayah prioritas berdasarkan tingkat stunting. Hasil pemetaan tersebut akan dirilis secara bertahap mulai minggu depan. Proses verifikasi ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan akurasi data.

“Maka dari data ini (13 ribu dapur SPPG) kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan, mana yang prioritas, stuntingnya tinggi dan tinggi sekali, itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap, insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan release yang sudah siap,” papar Sudaryono.

Selain verifikasi data, tim juga melakukan peninjauan ke pondok pesantren. Tujuannya agar pemahaman seluruh pihak seragam dan menghindari kesalahpahaman yang dapat dimanfaatkan oknum tertentu. Peninjauan ini mencakup berbagai aspek operasional dan komunikasi dengan masyarakat.

“Termasuk yang pondok pesantren kami juga cek, dicek seperti apa gitu. Jangan sampai, mohon maaf, kadang-kadang pernyataan sedikit itu kemudian pemahamannya berbeda. Karena pemahaman berbeda ada oknum-oknum yang kemudian mohon maaf, itu menjajahkan jasa di level bawah,” ucap dia.

Sudaryono menegaskan bahwa seluruh proses pembukaan kembali dapur MBG dilakukan secara transparan melalui sistem, sehingga tidak ada praktik di bawah tangan. Transparansi ini menjadi kunci keberhasilan program dalam jangka panjang.

“Jadi saya pastikan kalau ada orang mengaku, siapa pun mengaku bisa membantu, saya pastikan bahwa semua kita by system dan semuanya kita transparan,” kata dia.

Prioritas Wilayah 3T

Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi fokus utama dalam penentuan prioritas dapur SPPG. Daerah seperti Papua, NTT, Nias, serta Kepulauan Maluku dan Maluku Utara disebut sangat membutuhkan dukungan ini. Prioritas wilayah 3T ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan.

“Kemudian minggu depan mana yang kurang itu prioritas kita, daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku, Utara Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan dan dirapat ini seluruh jajaran Kementerian dan Lembaga sudah mendapatkan keputusan untuk bagaimana dieskusi dengan baik,” ujar Sudaryono.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Operasional Dapur MBG

Berapa total dapur SPPG yang ada di Indonesia? Total terdapat lebih dari 13.000 titik SPPG di seluruh Indonesia dengan berbagai status operasional.

Kapan operasional 1.700 dapur siap dimulai? Operasional akan dimulai secara bertahap mulai minggu depan dengan target 300 dapur pertama.

Wilayah mana yang menjadi prioritas utama? Wilayah 3T seperti Papua, NTT, Nias, dan Kepulauan Maluku menjadi prioritas berdasarkan tingkat stunting.

Bagaimana sistem verifikasi data dilakukan? Data di-overlay dengan Kementerian Kesehatan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas stunting.

Gabung diskusi