Rencana Khusus: Harga Emas Pegadaian Stabil, UBS dan Galeri24 Turun
Special Plan – Dalam rangka Rencana Khusus yang diumumkan, Pegadaian mencatat perubahan harga emas untuk beberapa produk. Harga Antam tetap stabil, sementara UBS dan Galeri24 mengalami penurunan. Berdasarkan data dari situs resmi Pegadaian, Selasa (2/6/2026), harga UBS berada di Rp 2.844.000 per gram, turun dari Rp 2.850.000 per gram sebelumnya. Sementara Galeri24 berada di Rp 2.791.000 per gram, menurun dari Rp 2.794.000 per gram.
Rencana Khusus ini menunjukkan dinamika harga emas lokal yang terus berubah sesuai tekanan pasar global. Harga Antam di Pegadaian masih tercatat pada Rp 2.911.000 per gram. Jumlah penjualan emas lokal bervariasi, dengan Galeri24 tersedia dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan UBS hanya sampai 500 gram. Antam hanya ditawarkan dalam jumlah 0,5 hingga 100 gram. Perubahan harga global terjadi Senin (23/6/2026) karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter.
Faktor Penurunan Harga Emas Dunia
Ketegangan antara Iran dan AS kembali memanas, memicu kenaikan harga minyak global. Peristiwa ini mengarah pada kekhawatiran inflasi yang mendorong pelaku pasar untuk mengatur ulang portofolio investasi. Tasnim melaporkan bahwa tim negosiasi Iran memutus pertukaran pesan dengan AS melalui mediator, yang memperkuat ketidakpastian politik di kawasan tersebut.
“Rencana Khusus ini mencerminkan dampak langsung dari kebijakan moneter yang ketat. Ekspektasi suku bunga tetap tinggi, sehingga kemungkinan besar akan menekan harga emas kecuali imbal hasil obligasi berhenti naik dan suku bunga mulai stabil atau turun,” kata Jim Wyckoff dari American Gold Exchange.
Perdagangan emas global mengalami perubahan arah akibat pertimbangan kebijakan moneter ketat yang dijalankan bank sentral. Pelaku pasar memprediksi 56% kemungkinan Federal Reserve melakukan kenaikan suku bunga setidaknya sekali sebelum akhir tahun, menurut alat pemantau FedWatch dari CME Group. Namun, situasi geopolitik dan perubahan nilai dolar AS menjadi faktor utama dalam menentukan tren harga emas.
Proyeksi Pasar dan Kebijakan Moneter
Sementara itu, Ole Hansen dari Saxo Bank menilai bahwa fokus pasar akan kembali pada faktor-faktor fundamental. “Begitu dampak geopolitik mereda dan tekanan energi berkurang, investor mungkin kembali mengalihkan perhatian mereka ke tema-tema struktural yang mendukung tren kenaikan harga emas,” tambah Hansen. Ia juga menyatakan bahwa bank sentral di berbagai negara diperkirakan masih akan membeli emas secara signifikan dalam tahun mendatang.
Dalam Rencana Khusus ini, Pegadaian mencoba mempertahankan stabilitas harga Antam di tengah fluktuasi pasar global. Namun, UBS dan Galeri24 menunjukkan respons terhadap perubahan kondisi ekonomi. Penurunan harga emas terjadi karena ekspektasi inflasi meningkat, yang memengaruhi preferensi investor untuk menyimpan dana dalam bentuk logam mulia.
Analisis pasar menunjukkan bahwa Rencana Khusus ini menjadi alat untuk menyesuaikan permintaan dan penawaran emas. Kenaikan harga minyak dan tekanan suku bunga menjadi penyebab utama pergerakan harga. Selain itu, keputusan bank sentral dalam menaikkan suku bunga berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman. Namun, jika inflasi tetap tinggi, emas mungkin tetap menjadi pilihan utama investor.
