Satelit Neo-1 Meluncur Awal 2027, BRIN Paparkan Manfaatnya
Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi mengumumkan rencana peluncuran satelit buatan dalam negeri, Nusantara Earth Observation (Neo-1), yang
BRIN Siap Luncurkan Satelit Neo-1 pada Awal 2027
Beritaterbaik.com – Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi mengumumkan rencana peluncuran satelit buatan dalam negeri, Nusantara Earth Observation (Neo-1), yang dijadwalkan pada awal tahun 2027. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Kepala BRIN, Arif Satria, dalam pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia bersama 150 peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Arif memaparkan berbagai inovasi strategis yang telah dikembangkan BRIN di sejumlah sektor prioritas. Salah satu fokus utamanya adalah bidang kedirgantaraan, di mana BRIN telah membangun kapasitas komprehensif. Mulai dari desain teknologi pesawat, kendaraan nirawak, satelit penginderaan jauh, hingga teknologi antariksa secara keseluruhan telah menjadi bagian dari portfolio pengembangan BRIN.
“BRIN membangun kemampuan mulai dari desain teknologi pesawat, pesawat nirawak, satelit penginderaan jauh hingga teknologi antariksa,” ujar Arif Satria.
Sebagai bagian dari kemajuan di sektor penerbangan, pesawat N219 hasil karya BRIN kini telah mendapatkan lisensi dari PT Dirgantara Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Selain itu, peluncuran Neo-1 juga menjadi salah satu pencapaian penting yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Peran Strategis Satelit Neo-1 untuk Indonesia
Menurut Arif, satelit ini memiliki peran strategis dalam menghasilkan data citra secara mandiri. Data tersebut akan mendukung berbagai sektor seperti pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, serta pengawasan wilayah maritim. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengembangan ini mampu memberikan efisiensi biaya misi sebesar 71,9% apabila dibandingkan dengan acuan misi sejenis.
Dalam sektor transportasi, BRIN juga aktif mengembangkan berbagai kendaraan listrik, kapal, kereta api, serta mesin untuk transisi energi. Desain kapal yang dihasilkan BRIN telah dimanfaatkan untuk kapal bea cukai maupun kapal pengawas milik kementerian kelautan dan perikanan.
Arif juga menambahkan bahwa BRIN sedang mengembangkan engine flex-fuel yang mampu beroperasi menggunakan bensin serta campuran etanol dengan kadar E20 hingga E40. Inovasi ini menunjukkan komitmen BRIN dalam menciptakan solusi energi yang lebih berkelanjutan.
“Ini penting untuk menghasilkan data citra satelit secara mandiri guna mendukung pertanian, kehutanan, kelautan dan mitigasi bencana serta pengawasan maritim,” kata Arif.
Satelit Neo-1: Tonggak Regenerasi Inovasi Indonesia
Mengutip keterangan dari Antara, Arif sebelumnya telah menyampaikan bahwa Neo-1 merupakan satelit observasi bumi yang dirancang oleh peneliti Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 65 persen. Keberadaan satelit ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu melakukan regenerasi inovasi di bidang satelit dan melanjutkan pengembangan berbagai jenis satelit di dalam negeri.
“Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit,” ujar Arif.
Arif menegaskan bahwa BRIN telah menyiapkan seluruh aset Neo-1 dengan mengandalkan inovasi anak bangsa. Proses tersebut mencakup perancangan misi, desain sistem, pengujian software, operasi satelit, hingga dukungan stasiun bumi. Satelit ini akan berfungsi sebagai satelit observasi bumi nasional dan masuk dalam kategori minisat dengan kemampuan pencitraan resolusi tinggi dan menengah.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Kapan Satelit Neo-1 akan diluncurkan? Satelit Neo-1 dijadwalkan untuk diluncurkan pada awal tahun 2027, sesuai dengan pengumuman resmi dari BRIN.
Berapa persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Satelit Neo-1? Satelit Neo-1 memiliki TKDN sebesar 65 persen, yang menunjukkan kontribusi signifikan peneliti dan industri dalam negeri.
Apa saja manfaat utama Satelit Neo-1? Satelit Neo-1 akan mendukung sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan wilayah maritim melalui data citra yang dihasilkan secara mandiri.
Berapa persen efisiensi biaya misi Satelit Neo-1? Pengembangan Satelit Neo-1 mampu memberikan efisiensi biaya misi sebesar 71,9% apabila dibandingkan dengan acuan misi sejenis.
Apa kategori Satelit Neo-1? Satelit Neo-1 masuk dalam kategori minisat dengan kemampuan pencitraan resolusi tinggi dan menengah untuk observasi bumi nasional.
