Rupiah Melemah, Eksportir Hanya Untung Sementara
Rupiah Melemah – Jakarta, Liputan6.com – Dalam kondisi perekonomian yang dinamis, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi isu utama yang memengaruhi sektor ekspor Indonesia. Meski berpotensi memberi manfaat bagi pelaku usaha ekspor, sejumlah ahli menilai bahwa dampak ini hanya bersifat sementara dan perlu dilihat dari perspektif jangka panjang. Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman menegaskan bahwa meskipun pelemahan rupiah saat ini bisa memberikan keuntungan bagi eksportir, kestabilan nilai tukar tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Pelemahan rupiah memang memberikan angin segar sementara bagi sektor berbasis ekspor, karena pendapatan dalam dolar AS terasa lebih besar ketika dikonversi ke rupiah,” ujar Rizal saat diwawancarai Liputan6.com, Senin (18/5/2026).
Secara umum, sektor yang terima manfaat dari pelemahan rupiah mencakup minyak kelapa sawit, batu bara, perikanan, dan industri agro. Namun, keuntungan ini justru terkikis oleh kenaikan biaya produksi yang dipengaruhi oleh rupiah melemah. Rizal menjelaskan bahwa volatilitas mata uang lokal bisa menimbulkan risiko bagi bisnis ekspor, terutama jika tidak ada kebijakan pemerintah untuk mengimbangi fluktuasi tersebut. “Kita perlu memastikan bahwa pergerakan rupiah tidak terlalu ekstrem, agar sektor ekspor bisa tetap stabil,” tambahnya.
Dampak pada Biaya Produksi
