Penumpang Ferry Jawa Sumatera dan Bali Melonjak Saat Libur Panjang
Penumpang Ferry Jawa Sumatera dan Bali – Dalam libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, jumlah penumpang ferry antar pulau Jawa-Sumatera dan Bali mengalami peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan total 133.248 penumpang di koridor Merak-Bakauheni, serta melayani 36.647 kendaraan. Sementara itu, arus balik Bakauheni-Merak mencatatkan 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan. Lonjakan trafik tertinggi terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, dengan kenaikan 60,7 persen untuk penumpang dan 41,5 persen untuk kendaraan.
Peningkatan Pemangkasan Pelayanan Feri
Penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali juga melonjak di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Di koridor ini, ASDP melayani 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan, masing-masing naik 47,1 persen dan 25,1 persen pada hari yang sama. Untuk arus balik Gilimanuk-Ketapang, tercatat 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan dengan kenaikan 33,2 persen serta 11,4 persen untuk kendaraan. Penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali kembali menjadi topik utama karena permintaan tinggi selama masa libur tersebut.
“Transformasi layanan yang dilakukan ASDP selama beberapa tahun terakhir berhasil mengubah pola perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas dan efisiensi,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, Senin (18/5/2026).
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus menjadi momentum penting bagi perusahaan feri dalam memperkuat layanan antar pulau. ASDP mencatatkan lebih dari 93 ribu trip hingga akhir 2025, tumbuh 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali juga turut berkontribusi pada peningkatan ini, di mana jumlah kendaraan yang terlayani naik 15 persen menjadi lebih dari 556 ribu unit. Tingkat kepuasan pelanggan mencapai skor 3,34 dari skala 4, didukung oleh penguatan layanan digital, keterampilan petugas, dan operasional yang lebih andal.
Kinerja Finansial dan Keselamatan Layanan
Dari sisi keuangan, ASDP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 4,96 triliun dan laba konsolidasi Rp285,4 miliar hingga akhir 2025. “Capaian ini menunjukkan ASDP terus berkembang sebagai perusahaan sehat, adaptif, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik,” tambah Heru Widodo, dikutip dari Antara, Minggu (10/5/2026).
Perusahaan feri juga berhasil menjaga tingkat kecelakaan kapal pada angka 0,220 persen, lebih baik dibandingkan target sebesar 0,230 persen. Total kecelakaan tercatat sebanyak lima kali sepanjang tahun 2025. Penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali pun semakin nyaman karena ASDP memastikan aspek keselamatan tetap diutamakan dengan memperkuat standar operasional, pengawasan, serta kesiapan armada di tengah tingginya mobilitas masyarakat nasional.
Dengan penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali meningkat drastis, ASDP terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan menyesuaikan jadwal kapal dan menambah frekuensi pelayaran guna mengurangi antrean di pelabuhan. Selain itu, penggunaan teknologi digital seperti aplikasi booking online dan layanan pelanggan real-time juga menjadi faktor pendorong dalam efisiensi pengelolaan.
Kenaikan jumlah penumpang selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jaringan feri antar pulau. Perusahaan terus mengoptimalkan penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi, baik untuk tujuan wisata, keluarga, maupun bisnis. Penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali menjadi tulang punggung pertumbuhan aktivitas perekonomian regional.
Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi budaya kerja utama dalam setiap proses operasional. “Keselamatan tidak boleh dianggap selesai. Ini harus menjadi kesadaran kolektif dan prioritas utama dalam setiap lini pelayanan dan operasional kita,” katanya. ASDP memastikan penumpang ferry Jawa Sumatera dan Bali tetap nyaman dan aman dengan memperkuat standar operasional, pengawasan, serta kesiapan armada di tengah tingginya mobilitas masyarakat nasional.
