Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke 18.877 Tersengat Negosiasi AS-Iran
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan pada sesi penutupan perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Pergerakan negatif ini
Rupiah Menutup Perdagangan Rabu di Level 18.877, Didorong Faktor Geopolitik Timur Tengah
Beritaterbaik.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan pada sesi penutupan perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Pergerakan negatif ini terutama dipicu oleh dinamika negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran terkait situasi Selat Hormuz.
Berdasarkan data yang dikutip dari Antara, rupiah tercatat susut sebesar 16 poin atau setara dengan 0,09 persen. Angka ini menempatkan rupiah pada level 18.877 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di angka 17.861 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan tren melemah. Kurs JISDOR tercatat bergerak di level 17.876 per dolar AS, naik tipis dari posisi sebelumnya yang berada di 17.824 per dolar AS.
Dampak Negosiasi AS-Iran Terhadap Harga Minyak
Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran memiliki potensi signifikan untuk mempengaruhi harga minyak dunia. Pernyataan ini dikutip dari laporan Antara.
“Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akan mempengaruhi harga minyak,” kata Rully Nova.
Sputnik melaporkan bahwa Iran telah mengajukan sejumlah persyaratan kepada AS melalui mediator untuk membuka kembali Selat Hormuz. Syarat-syarat tersebut mencakup penghentian agresi di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Palestina, serta pengembalian aset-aset yang sebelumnya dibekukan.
Meskipun demikian, seperti yang disampaikan oleh Anadolu, kedua belah pihak—Teheran dan Washington—hingga saat ini belum berhasil mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konfrontasi. Situasi ini menyebabkan penutupan Selat Hormuz terus memberikan gangguan pada rantai pasokan energi global.
Sentimen Domestik dan Antisipasi Data Inflasi AS
Di sisi lain, pelaku pasar juga memilih sikap wait and see menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada malam hari. Melihat kondisi domestik, risiko ketidakpastian dinilai sedikit mereda setelah Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
Rully menambahkan bahwa respons pasar terhadap penunjukan tersebut cukup positif. Menurutnya, sosok Destry Damayanti diterima dengan baik oleh pasar karena memiliki komitmen yang jelas terhadap program stabilitas rupiah yang berkelanjutan.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga sempat melemah pada pembukaan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Para analis memprediksi rupiah akan melakukan konsolidasi seiring perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Dari sisi domestik, pelaku pasar juga menantikan pengumuman MSCI.
Mengutip Antara, rupiah terhadap dolar AS turun delapan poin atau 0,04 persen menjadi 17.869 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.861 per dolar AS.
Prospek dan Prediksi Kurs Rupiah
Analisis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam. Pernyataan ini juga dikutip dari Antara.
“Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam,” tutur Lukman Leong.
Mengutip Anadolu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan meskipun kedua pihak tetap bersikap keras atas kebuntuan panjang di Selat Hormuz. Sumber Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, akan menyampaikan sejumlah usulan baru kepada para pemimpin Iran untuk mengatasi kebuntuan tersebut.
“Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi,” kata Lukman.
Di sisi lain, investor disebut cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini. Lukman menjelaskan bahwa baik inflasi utama maupun inti diperkirakan akan turun. Inflasi YoY (year on year) diperkirakan turun dari 2,6 persen ke 2,5 persen, sedangkan inti YoY turun dari 3,5 persen ke 3,4 persen.
Melihat sentimen domestik, investor dinyatakan tengah mengantisipasi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lukman menambahkan bahwa pengumuman MSCI tentunya masih menjadi tanda tanya, namun salah satunya adalah tidak akan ada saham baru yang dimasukkan.
Berdasarkan berbagai faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar antara Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke 18?
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke 18 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke 18 matter?
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke 18 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
