Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Purbaya Siapkan Anggaran untuk Program Papan Edukasi Digital

beritaterbaik - beritaterbaik.com 4 mins read

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan alokasi dana khusus untuk mendukung program pemasangan Interactive Flat

Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Anggaran untuk Program Papan Edukasi Digital

Beritaterbaik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan alokasi dana khusus untuk mendukung program pemasangan Interactive Flat Panel (IFP) atau yang dikenal sebagai papan edukasi digital di berbagai jenjang sekolah di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memodernisasi sistem pembelajaran melalui teknologi interaktif yang lebih efektif. Langkah strategis ini diambil setelah Menkeu melakukan kunjungan langsung ke beberapa institusi pendidikan di Jakarta untuk mengamati secara nyata bagaimana pemanfaatan teknologi tersebut di lapangan.

Kegiatan peninjauan tersebut sejalan dengan inisiatif besar yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana implementasi brite panel dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, pemerintah dapat menyesuaikan strategi anggaran yang akan dialokasikan untuk program ini.

“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah,” kata Purbaya pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Observasi Langsung di Kelas SMP dan SMA

Selama kunjungan tersebut, Menkeu menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk mengikuti jalannya pembelajaran di dua ruang kelas berbeda, yaitu tingkat SMP dan SMA. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara mendalam, Purbaya menilai bahwa kehadiran teknologi interaktif ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran.

Ia mencatat bahwa metode pengajaran menjadi lebih dinamis dan siswa mampu menyerap materi pelajaran dengan lebih cepat. Hal ini terutama terlihat pada mata pelajaran yang sebelumnya dianggap sulit oleh banyak peserta didik. Kehadiran papan digital memungkinkan guru untuk menyajikan materi secara visual dan interaktif, sehingga pemahaman siswa menjadi lebih komprehensif.

“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” ujarnya.

Target Ideal Satu Perangkat per Kelas

Purbaya menekankan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan salah satu solusi utama untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Indonesia. Namun, ia juga menyadari bahwa cakupan program IFP saat ini masih perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di berbagai daerah. Meskipun implementasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan negara, Menkeu menyatakan bahwa kondisi idealnya adalah setiap ruang kelas dilengkapi dengan satu unit IFP.

“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas, satu, secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” katanya.

Landasan Kebijakan dan Target Nasional

Penyaluran perangkat IFP ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang berfokus pada percepatan pembangunan serta revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah. Melalui regulasi tersebut, pemerintah mendorong penggunaan teknologi digital untuk memperkuat sistem belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional di era yang semakin bergantung pada teknologi interaktif.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana penambahan sekitar satu juta panel pintar interaktif pada tahun 2026. Target awal program ini adalah memastikan setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang telah dilengkapi IFP. Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi minimal enam ruang kelas dalam kurun waktu tiga tahun. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Purbaya menilai bahwa investasi pada perangkat pembelajaran digital merupakan langkah strategis jangka panjang. Hal ini tidak hanya membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif, tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar. Dengan dukungan anggaran dan perluasan bertahap, pemerintah berharap program IFP dapat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui sistem pendidikan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Frequently Asked Questions

Berapa jumlah panel pintar yang akan dipasang pada tahun 2026?

Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana penambahan sekitar satu juta panel pintar interaktif pada tahun 2026 untuk mendukung program papan edukasi digital di seluruh Indonesia.

Apa dasar hukum program IFP ini?

Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang berfokus pada percepatan pembangunan serta revitalisasi satuan pendidikan.

Berapa target ruang kelas yang dilengkapi IFP dalam jangka menengah?

Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki minimal enam ruang kelas yang telah dilengkapi dengan Interactive Flat Panel dalam kurun waktu tiga tahun.

Bagaimana dampak program ini terhadap pembelajaran?

Berdasarkan observasi Menkeu, kehadiran teknologi interaktif membuat metode pengajaran lebih dinamis dan siswa mampu menyerap materi pelajaran dengan lebih cepat, terutama pada mata pelajaran yang sebelumnya dianggap sulit.

Gabung diskusi