Menperin: Hilirisasi Harus Buka Lapangan Kerja dan Perkuat Industri
Jakarta — Kementerian Perindustrian menargetkan agar proses hilirisasi sumber daya alam tidak sekadar berhenti pada tahap pengolahan komoditas menjadi barang
Hilirisasi: Kunci Memperluas Lapangan Kerja dan Menguatkan Industri Nasional
Beritaterbaik.com – Jakarta — Kementerian Perindustrian menargetkan agar proses hilirisasi sumber daya alam tidak sekadar berhenti pada tahap pengolahan komoditas menjadi barang setengah jadi. Pemerintah pusat berharap rantai nilai industri dapat diperpanjang hingga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara menekankan bahwa investasi harus memberikan manfaat konkret bagi rakyat, bukan hanya menjadi angka statistik.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi bukanlah tujuan akhir, tetapi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Setiap investasi harus mampu menciptakan pekerjaan dan setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan masyarakat,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Menperin, arahan tersebut semakin memperkuat komitmen Kementerian Perindustrian dalam menjalankan industrialisasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
“Bagi Kementerian Perindustrian, arahan ini semakin memperkuat tekad kami untuk menjalankan industrialisasi yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya di dalam negeri,” tambah Menperin.
Data Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, Presiden Prabowo menyampaikan capaian investasi yang menggembirakan. Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dan berhasil menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru.
Untuk semester pertama tahun 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp 1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta pekerjaan. Angka-angka ini menunjukkan tren positif dalam penyerapan tenaga kerja melalui investasi.
Agus Gumiwang Kartasasmita menilai bahwa penciptaan lapangan kerja harus menjadi salah satu hasil utama dari proses industrialisasi. Investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan tidak hanya membawa modal finansial, tetapi juga teknologi, memperkuat rantai pasok, menggunakan produk dalam negeri, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Mengurangi Ketergantungan pada Negara Lain
Menperin menilai bahwa penguatan hilirisasi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara lain. Struktur industri yang semakin dalam dan terintegrasi dari hulu hingga hilir akan meningkatkan nilai tambah yang tetap berada di dalam negeri.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita tidak boleh terlalu bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan strategis nasional. Karena itu, kita harus membangun struktur industri yang semakin dalam dan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Indonesia harus mampu mengolah sumber daya yang kita miliki menjadi produk industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri,” ujar Agus.
Dampak Industrialisasi yang Luas
Agus juga menegaskan bahwa dampak industrialisasi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar saja. Ketika sebuah industri berkembang, tenaga kerja terserap, pemasok bahan baku dan komponen ikut tumbuh, industri kecil dan menengah (IKM) masuk ke dalam rantai pasok, aktivitas logistik meningkat, serta teknologi berkembang pesat.
“Industrialisasi harus menghasilkan multiplier effect yang luas. Ketika sebuah industri tumbuh, yang berkembang bukan hanya pabriknya. Ada tenaga kerja yang terserap, pemasok bahan baku dan komponen yang tumbuh, IKM yang masuk ke rantai pasok, aktivitas logistik yang meningkat, teknologi yang berkembang, hingga ekspor yang semakin kuat,” jelasnya.
Kemenperin mencatat bahwa sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 13,53% terhadap penyerapan tenaga kerja nasional berdasarkan data Mei 2026.
Agus menegaskan bahwa hilirisasi harus dibawa semakin dalam agar semakin banyak nilai tambah dan kesempatan kerja tercipta di Indonesia.
“Hilirisasi harus kita bawa semakin dalam. Semakin panjang rantai nilai yang dibangun di Indonesia, semakin besar nilai tambah yang tinggal di dalam negeri dan semakin banyak pula kesempatan kerja yang dapat kita ciptakan. Inilah esensi industrialisasi yang sedang kita bangun,” tegas Menperin.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menperin?
Menperin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menperin matter?
Menperin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
