Lampu Hijau Kereta Sumatra-Kalimantan, Menhub Buka Keran Investor
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kehadiran investor menjadi kunci dalam pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatra dan
Investor Diperlukan untuk Proyek Kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan
Beritaterbaik.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kehadiran investor menjadi kunci dalam pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang menyusun peta jalan atau roadmap untuk proyek strategis tersebut. Berdasarkan mandat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, KAI ditugaskan mempersiapkan pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan.
Dudy berharap setelah roadmap selesai, akan muncul minat dari investor untuk mendanai proyek ini. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan KAI telah dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden.
Kita menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden, itu kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya nanti kemudian dari situ kita berharap bahwa ada investasi baik dalam negeri maupun luar negeri yang apa untuk menggarap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan,
Ungkapan tersebut disampaikan Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (7/8/2026).
Tantangan dan Peluang di Setiap Pulau
Menteri Dudy mengakui bahwa terdapat perbedaan tingkat kesulitan antara kedua proyek. Pembangunan Trans-Sumatra dinilai lebih ringan karena sebagian jalur kereta logistik yang dikelola KAI sudah ada. Sebaliknya, Trans-Kalimantan memerlukan persiapan yang lebih komprehensif dari awal.
Kalau Trans-Sumatra kan sebagian sudah tersedia tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans-Kalimantan memang kita harus mulai dari nol,
Terkait calon investor, Dudy menyebutkan bahwa KAI memiliki peluang untuk mengembangkan lebih lanjut jalur kereta api logistik di Sumatra. Sementara itu, investor baru terus dicari untuk membantu membangun jalur kereta Trans-Kalimantan.
Sebelumnya, Menhub Dudy Purwagandhi juga tengah menjajaki peluang investor dari China hingga Rusia untuk membangun jalur kereta Trans Kalimantan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas konektivitas perkeretaapian nasional. Dia berharap ada investasi yang masuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Rusia disebut pernah dijajaki pemerintah sebelumnya, sementara China menjadi salah satu tambahan negara yang dilirik.
Belum, belum (kereta api di Kalimantan). Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki,
Ungkapan tersebut disampaikan Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (6/8/2026).
Peran Badan Pengelola Investasi Danantara
Dudy memastikan Badan Pengelola Investasi Danantara akan ikut terlibat, mengingat PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan bagian darinya. Meski begitu, Dudy belum memiliki hitungan bisnis dan investasi ke dua mega proyek tersebut.
Kalau komunikasi sudah. Mereka pasti sedang- sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita ya,
Dedy menambahkan bahwa pengembangan kereta api Trans Kalimantan dan Trans Sumatra akan bergantung pada minat investor. Meskipun, sudah ada jalur KA logistik yang cukup bergerak di Sumatra.
Tergantung investornya tentunya, mana yang menurut mereka lebih apa, feasible ya untuk mereka garap. Saya lihat sih sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya. Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat,
Terkait besaran anggaran, Dudy mengaku belum menghitung total investasi yang dibutuhkan untuk kedua proyek strategis tersebut. “Belum, belum. Kan kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka ya,” ujarnya.
Fokus pada Simpul Integrasi, Bukan Sekadar TOD
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal menjelaskan, fokus utama proyek ini adalah membangun pusat integrasi antarmoda yang aman, nyaman, dan mudah diakses, ketimbang sekadar berfokus pada kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Iya, (pengembangan jalur kereta Trans Sumatra dapat) terintegrasi dengan baik, aman, nyaman,
Ungkapan tersebut disampaikan Risal Wasal di sela Seminar Nasional dan Pengukuhan Pengurus Pusat & Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Masa Bakti 2025-2028 di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (4/8/2026).
Risal menambahkan, titik-titik simpul transportasi baru tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik tiap daerah di Sumatra agar kelancaran perpindahan arus penumpang maupun barang dapat tercipta secara optimal.
Saya tidak bicara TOD. Tapi bentuk simpul yang terintegrasi. Bisa hub dan lain-lain. TOD itu begitu bangunan tambahan lainnya, bisa hotel, bisa apa, justru kawasan pabrikan, gitu. Saya bicara simpulnya nih, suatu simpul integrasi,
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Lampu Hijau Kereta Sumatra Kalimantan Menhub?
Lampu Hijau Kereta Sumatra Kalimantan Menhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Lampu Hijau Kereta Sumatra Kalimantan Menhub matter?
Lampu Hijau Kereta Sumatra Kalimantan Menhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
