PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans Jawa, ESDM Mulai Kajian Tahun Ini
Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pembangunan PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans sebagai bagian dari strategi energi terbarukan nasional. Inisiatif ini
PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans: Kajian ESDM Dimulai Tahun Ini
Beritaterbaik.com – Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pembangunan PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans sebagai bagian dari strategi energi terbarukan nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan ruang kosong di sepanjang jalan tol Trans Jawa guna menghasilkan listrik dari energi matahari. Langkah strategis ini sejalan dengan program ambisius PLTS 100 Gigawatt yang telah disetujui dalam revisi RUPTL 2025-2034.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun awal kajian teknis untuk proyek ini. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa tim teknis sedang menghitung estimasi kapasitas yang dapat dihasilkan dari panel surya yang akan dipasang di koridor tol Jawa. Kajian ini mencakup berbagai faktor teknis termasuk kecepatan angin yang akan mempengaruhi penempatan panel.
“Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa (kapasitas PLTS),” ujar Tri Winarno saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Keputusan untuk memulai kajian ini didasari oleh keberhasilan implementasi PLTS di pinggir tol Bali-Mandara. Tri Winarno menegaskan bahwa proses studi akan dimulai pada tahun 2026 dengan target pelaksanaan proyek dapat dimulai paling cepat pada tahun berikutnya. Mengingat saat ini sudah memasuki bulan Agustus, maka tahun depan menjadi waktu yang tepat untuk memulai implementasi proyek PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans.
Integrasi dengan Program Nasional dan Ketersediaan Lahan
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa peresmian tahap pertama program PLTS 100 GW akan dilaksanakan di Bali oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini telah resmi masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025 hingga 2034 milik PT PLN. Dampak ekonomi dari pengembangan PLTS 100 GW diproyeksikan sangat signifikan dengan potensi mengurangi impor energi.
Program ambisius ini berpotensi mengurangi impor energi dengan nilai substitusi antara US$ 14,4 miliar hingga US$ 28,9 miliar. Selain itu, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan mencapai US$ 26,6 miliar. Untuk mendukung percepatan proyek ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sekitar 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa.
“Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare,” jelas Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Yuliot Tanjung menambahkan bahwa ketiga instansi, yaitu Kementerian ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan PT PLN, akan bekerja sama dalam implementasi proyek ini. Ia juga menekankan pentingnya interkoneksi infrastruktur transmisi dan gardu induk untuk menghubungkan pembangkit yang akan dibangun di lahan seluas 24.000 hektare tersebut.
Program Dedieselisasi untuk Wilayah 3T
Selain fokus pada Pulau Jawa, pemerintah juga menyoroti penggunaan diesel yang masih masif pada pembangkit listrik. Melalui program dedieselisasi, pemerintah mendorong penggantian PLTD dengan pembangkit bertenaga matahari di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program dedieselisasi dan proyek PLTS 100 GW dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa sinkronisasi kedua program ini menjadi prioritas untuk percepatan pencapaian target. Program PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Ini secara keseluruhan, dedieselisasi dan juga untuk EBT, ini harus kita sinkronkan untuk percepatan. Arahan dari Presiden, 3 tahun untuk PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan, ini yang sedang kita konsolidasikan,” tutur Yuliot Tanjung.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang PLTS di Tol Trans
Kapan kajian PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans dimulai? Kajian teknis untuk proyek PLTS di Tol Trans Jawa dimulai pada tahun 2026 oleh Kementerian ESDM.
Berapa kapasitas yang ditargetkan? Tim teknis ESDM sedang menghitung estimasi kapasitas yang dapat dihasilkan dari panel surya di sepanjang koridor tol Jawa.
Apakah proyek ini bagian dari program nasional? Ya, proyek PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans merupakan bagian dari program PLTS 100 GW yang telah disetujui dalam RUPTL 2025-2034.
Berapa lahan yang tersedia di Pulau Jawa? Kementerian ESDM bersama ATR/BPN telah mengidentifikasi sekitar 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa untuk proyek energi terbarukan.
