Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Harga Pangan 18 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Terus Merangkak Naik

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Pantauan Harga Pangan 18 Agustus 2026 yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Selasa pagi (18/8/2026) mencatat pergerakan

Harga Pangan 18 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Terus Merangkak Naik

Beritaterbaik.com – Pantauan Harga Pangan 18 Agustus 2026 yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Selasa pagi (18/8/2026) mencatat pergerakan beragam di pasar tradisional seluruh Indonesia. Beberapa komoditas pangan menunjukkan tren kenaikan bertahap, sementara item lain mengalami koreksi turun dari level sebelumnya. Di antara seluruh data yang terpantau, cabai rawit merah menjadi sorotan utama karena harganya terus merangkak naik dari hari ke hari dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan dalam jangka pendek.

Pergerakan Harga Komoditas Utama

Berdasarkan data Harga Pangan 18 Agustus 2026, daging sapi diperdagangkan pada level Rp 146.000 per kilogram, relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya. Cabai rawit merah tercatat menyentuh Rp 70.850 per kg, melanjutkan tren kenaikan yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir dan membuat komoditas ini menjadi salah satu penyumbang inflasi pangan terbesar di pasar tradisional. Sementara itu, daging ayam ras segar diperdagangkan di angka Rp 40.550 per kg pada pagi hari tersebut. Pergerakan harga yang berbeda-beda di tiap komoditas mencerminkan dinamika pasokan, musim panen, serta intensitas permintaan yang tidak seragam di setiap wilayah.

Respons Pemerintah dan Faktor Logistik

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui bahwa sejumlah wilayah memang mengalami kenaikan harga bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa lonjakan tersebut masih berada dalam koridor wajar dan belum melampaui batas yang ditetapkan pemerintah. Menurut Budi, hambatan logistik menjadi faktor utama yang mendorong harga di daerah-daerah terpencil, terutama yang aksesnya bergantung pada jalur darat terbatas atau transportasi udara dengan biaya tinggi.

Ia mencontohkan harga telur ayam yang menembus Rp 66.000 per kilogram di Papua Pegunungan, padahal rata-rata nasional hanya berkisar Rp 26.000 per kg. Selisih harga yang sangat lebar ini, menurut Budi, merupakan konsekuensi langsung dari biaya distribusi yang jauh lebih besar dibanding wilayah Jawa atau Sumatera. Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

“Distribusi ke Papua Pegunungan memang tidak semudah tempat lain, jadi harganya cenderung masih tinggi walau kami terus berusaha menyuplai dari daerah lain. Namun sebenarnya rata-rata nasional masih mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET).”

Budi juga menjelaskan bahwa harga daging ayam nasional saat ini berada di kisaran Rp 38.000 per kg, masih di bawah ambang HET yang ditetapkan sebesar Rp 45.000 per kg. Dengan demikian, ruang penyesuaian harga masih tersedia tanpa perlu intervensi tambahan dari pemerintah pusat.

Dampak Program Makan Bergizi Gratis

Budi menyebut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menggerakkan harga telur dan daging ayam secara signifikan. Sebelumnya, ketika program tersebut sedang jeda, harga kedua komoditas itu sempat anjlok ke level yang jauh lebih rendah dan menimbulkan kekhawatiran bagi peternak serta produsen telur.

“Sebelumnya harga ayam sempat di kisaran Rp 34.000 hingga Rp 36.000 per kilogram. Kenaikan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari penerapan kebijakan MBG untuk telur dan daging ayam. Kondisi ini sebenarnya normal karena ada kebijakan bahwa pembelian harus sesuai dengan harga acuan.”

Kenaikan harga yang dipicu program MBG dinilai sebagai sinyal positif bagi petani dan peternak karena menjamin keberlangsungan produksi dan mencegah kerugian di hulu rantai pasok. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan program sosial dan stabilitas harga di pasar tradisional agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan konsumen.

FAQ: Harga Pangan 18 Agustus 2026

Apakah kenaikan cabai rawit merah pada 18 Agustus 2026 termasuk anomali pasar? Menurut data PIHPS, kenaikan cabai rawit merah merupakan kelanjutan tren bertahap beberapa pekan terakhir dan belum dikategorikan sebagai anomali oleh otoritas pasar. Faktor cuaca dan siklus panen menjadi pendorong utama pergerakan harga komoditas ini.

Bagaimana posisi harga daging ayam terhadap HET saat ini? Harga daging ayam nasional pada 18 Agustus 2026 berada di kisaran Rp 38.000 per kg, masih di bawah HET Rp 45.000 per kg. Artinya, belum diperlukan intervensi pemerintah dan ruang penyesuaian harga masih tersedia.

Apakah program MBG berdampak langsung pada harga di pasar tradisional? Ya. Budi Santoso menjelaskan bahwa pembelian untuk MBG mengikuti harga acuan, sehingga mendorong harga telur dan daging ayam naik dari level sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 34.000–Rp 36.000 per kg. Dampak ini dianggap

Gabung diskusi