Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Menguat
Jakarta, 13 Agustus 2026 — Pasar emas dalam negeri mencatatkan pergerakan positif pada hari ini. Ketiga produk unggulan Pegadaian, yaitu Galeri24, Antam
Emas Pegadaian Naik: Antam, UBS, dan Galeri24 Catat Kenaikan Serentak
Beritaterbaik.com – Jakarta, 13 Agustus 2026 — Pasar emas dalam negeri mencatatkan pergerakan positif pada hari ini. Ketiga produk unggulan Pegadaian, yaitu Galeri24, Antam, serta UBS, sama-sama mengalami kenaikan harga. Berdasarkan informasi resmi dari situs Pegadaian, emas Antam memimpin dengan nilai Rp 2.808.000 per gram. Posisi kedua ditempati UBS sebesar Rp 2.747.000 per gram, sementara Galeri24 berada di Rp 2.687.000 per gram.
Komparasi dengan sesi perdagangan sebelumnya menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Galeri24 melonjak dari Rp 2.675.000 menjadi Rp 2.687.000 per gram. Antam juga mencatat peningkatan dari Rp 2.788.000 menjadi Rp 2.808.000 per gram. UBS mengalami kenaikan dari Rp 2.730.000 menjadi Rp 2.747.000 per gram. Pegadaian menegaskan bahwa fluktuasi harga dapat terjadi kapan saja seiring dinamika pasar logam mulia global.
Varian Ukuran Produk Emas
Masing-masing produk emas menawarkan rentang ukuran yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara satu kilogram. UBS memiliki jangkauan dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, emas Antam dapat diperoleh hingga ukuran maksimal 100 gram.
Kenaikan harga ini sejalan dengan penguatan logam mulia di pasar domestik. Emas tetap menjadi instrumen favorit masyarakat untuk melindungi nilai aset dari ketidakpastian ekonomi dan volatilitas kurs. Investor dapat mempertimbangkan selisih harga antar produk untuk menentukan pilihan terbaik, baik untuk investasi jangka panjang maupun koleksi pribadi.
Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Dua Bulan
Perdagangan emas internasional pada Rabu juga menunjukkan penguatan signifikan. Harga emas menyentuh level tertinggi dalam periode lebih dari dua bulan. Faktor utama pendorong adalah pelemahan dolar Amerika Serikat pasca-penerbitan data inflasi yang sesuai ekspektasi. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan September.
Sesuai laporan CNBC, harga emas spot pada Kamis (13/8/2026) naik 1 persen menjadi US$ 4.409,35 per ounce. Logam mulia tersebut berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di US$ 4.387,28. Selama sesi perdagangan, emas sempat mencapai posisi tertinggi sejak 5 Juni 2026. Kontrak berjangka emas AS juga menguat 0,6 persen menjadi US$ 4.466,80 per ounce.
Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi konsumen AS menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,1 persen pada Juli. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan analis, setelah sebelumnya turun 0,4 persen di bulan Juni. Data ini dinilai mengurangi argumen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
“Data CPI cukup menggembirakan. Memang lebih tinggi dibanding bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan estimasi. Ditambah dolar yang lebih lemah dan faktor teknikal, semuanya membantu harga emas menguat,” ujar Edward Meir, analis Marex.
Indeks dolar AS melemah tipis setelah data inflasi dirilis. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional, sehingga mendorong peningkatan permintaan. Perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter juga terlihat dari pergerakan probabilitas kenaikan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September hanya sekitar 40 persen, turun dari 46 persen sebelum data inflasi diumumkan. Sebelumnya, pada 29 Juli 2026, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen. Keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat karena tiga dari 12 pejabat pemegang hak suara memilih untuk mendukung kenaikan suku bunga.
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi. Karena itu, berkurangnya spekulasi kenaikan suku bunga menjadi sentimen positif bagi pasar emas. Fokus investor selanjutnya kini tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (13/8/2026). Data tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter The Fed pada beberapa bulan mendatang.
Di tengah sentimen positif dari data inflasi AS, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat dan kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran sama-sama melaporkan adanya serangan terpisah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Emas Pegadaian Hari?
Harga Emas Pegadaian Hari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Emas Pegadaian Hari matter?
Harga Emas Pegadaian Hari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
