Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Kemenhub Perketat Pemeriksaan

beritaterbaik - beritaterbaik.com 4 mins read

Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengawasan di sejumlah pelabuhan yang terdampak gempa di

Kemenhub Tingkatkan Pengawasan Pelabuhan NTT Pasca Gempa

Beritaterbaik.com – Jakarta — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengawasan di sejumlah pelabuhan yang terdampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur. Guncangan yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas pelabuhan penting di kawasan tersebut. Sebagai respons cepat, Kemenhub memperketat prosedur pemeriksaan untuk memastikan keamanan operasional transportasi laut sebelum kembali beroperasi secara normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas pelabuhan menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak bencana ini. Tim pemantau dari Ditjen Perhubungan Laut telah dikerahkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang terdampak. Setiap temuan kerusakan akan ditindaklanjuti dengan segera agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman.

Periode Pemantauan dan Inspeksi Mendalam

Masyhud memberikan instruksi tegas kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di kawasan terdampak untuk melaksanakan pemantauan intensif selama kurun waktu 24 hingga 48 jam. Rangkaian pemeriksaan mencakup berbagai komponen kritis, mulai dari struktur dermaga, trestle, apron, fender, hingga bollard. Selain itu, terminal penumpang, fasilitas listrik dan bahan bakar minyak (BBM), peralatan bongkar muat, alur pelayaran, serta akses menuju pelabuhan juga menjadi objek evaluasi yang cermat.

Menurut Masyhud, setiap fasilitas yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti retakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural lainnya tidak boleh dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis yang ketat. Prosedur ini bertujuan untuk mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pengguna jasa pelabuhan.

Dampak Gempa pada Berbagai Pelabuhan

Berdasarkan laporan dari UPT Ditjen Perhubungan Laut, beberapa pelabuhan di NTT mengalami gangguan signifikan akibat guncangan. Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang dilaporkan roboh. Kejadian ini terjadi saat KM Bukit Siguntang sedang bersandar di pelabuhan. Tim keamanan segera melakukan langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, dan area yang terdampak.

Sementara itu, di Pelabuhan Labuan Bajo, kerusakan berupa retakan terlihat pada tembok dan dermaga di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu juga mencatatkan retakan pada tembok kantor dan gudang. Beberapa perjalanan wisata sempat dibatalkan secara sementara, namun layanan pelayaran segera dibuka kembali setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas dermaga serta terminal penumpang dinyatakan aman untuk digunakan.

Di Pelabuhan Marapokot, fasilitas causeway dan dermaga eksisting mengalami penurunan elevasi. Pagar pembatas di area pelabuhan juga dilaporkan mengalami keruntuhan. Selain ketiga pelabuhan tersebut, dampak gempa juga terdeteksi di Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang. Sebaliknya, Pelabuhan Larantuka dilaporkan berada dalam kondisi aman tanpa kerusakan berarti.

Keselamatan sebagai Prioritas Bersama

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut masih melanjutkan pemantauan dan pemeriksaan fasilitas transportasi laut di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga konektivitas dan pelayanan masyarakat di NTT. Liputan6.com/Bisnis melaporkan bahwa proses evakuasi dan pengamanan telah berjalan lancar.

Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan.

Kemenhub memastikan bahwa hasil pemeriksaan teknis menjadi dasar dalam menentukan kelayakan fasilitas pelabuhan untuk kembali digunakan. Dengan demikian, operasional transportasi laut di wilayah terdampak dapat berlangsung secara bertahap tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Masyarakat dan pengguna jasa diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mencermati informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Dampak Gempa di Pelabuhan NTT

Apa saja pelabuhan yang terdampak gempa di NTT? Beberapa pelabuhan yang terdampak antara lain Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Pelabuhan Marapokot, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman.

Berapa lama periode pemantauan yang dilakukan? Tim UPT Ditjen Perhubungan Laut melaksanakan pemantauan intensif selama 24 hingga 48 jam untuk memastikan semua fasilitas pelabuhan dalam kondisi aman sebelum beroperasi kembali.

Apakah layanan pelayaran sudah berjalan normal? Layanan pelayaran segera dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan fasilitas dermaga serta terminal penumpang dinyatakan aman untuk digunakan.

Apa yang harus dilakukan masyarakat di sekitar pelabuhan? Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan mencermati informasi resmi dari pemerintah serta instansi terkait mengenai status operasional pelabuhan.

Gabung diskusi