Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Bos Danantara Buka-bukaan, BUMN Karya Timbun Utang hingga Anak Usaha Bermasalah

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Bos Danantara Buka bukaan BUMN karya menjadi sorotan setelah proyek LRT City yang mangkrak dan terlambat serah terima ke konsumen memicu langkah tegas dari

Bos Danantara Buka-bukaan BUMN: Utang Ratusan Triliun

Beritaterbaik.com – Bos Danantara Buka bukaan BUMN karya menjadi sorotan setelah proyek LRT City yang mangkrak dan terlambat serah terima ke konsumen memicu langkah tegas dari pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, akrab disapa Ara, menyatakan akan memanggil kontraktor penggarap proyek tersebut untuk mencari jalan keluar. Ara menegaskan bahwa negara tidak bisa membiarkan rakyat menghadapi masalah lama sendirian dan bahwa kehadiran pemerintah menjadi keharusan.

Menurut Ara, pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengelola Investasi Danantara. Langkah awal yang disiapkan adalah mengundang direksi lama maupun baru dari Adhi Commuter Properti (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang menangani proyek LRT City, untuk menyusun kronologi kejadian beserta usulan solusi yang konkret.

“Nanti langkah pertamanya kita sudah minta ke LRT City, itu anak perusahaan Adhi Karya ya, untuk supaya bisa diundang direksi yang lama dan yang baru, untuk membuat kronologis dan usulan solusi.”

Ara juga meminta terbentuknya perwakilan kelompok konsumen terdampak agar mereka dapat menyampaikan kronologi dari sisi masyarakat korban serta mengajukan solusi. Tujuannya mencari titik temu antara kedua belah pihak tanpa mengorbankan hak konsumen maupun keberlangsungan usaha.

“Tentu kita mau mencari titik temu ya daripada masalah-masalah yang ada. Karena kita tidak bisa membiarkan rakyat sendirian, negara yang harus hadir gitu untuk masalah lama seperti itu.”

Skala Masalah yang Luas: Dari Holding hingga Cucu Usaha

Di balik kasus LRT City, persoalan yang menimpa sektor konstruksi milik negara jauh lebih luas. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, membeberkan bahwa setiap BUMN karya memiliki anak hingga cucu usaha yang jumlahnya bisa mencapai 20 entitas. Hampir seluruhnya, kata dia, juga tengah bermasalah dan memerlukan intervensi khusus.

“Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah.”

Pernyataan itu disampaikan Dony di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (19/8/2026). Ia menekankan bahwa proses pembenahan tata kelola tidak bisa dilakukan secara serentak karena setiap entitas memiliki dinamika keuangan dan operasional yang berbeda sehingga harus ditangani secara individual.

“Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan. Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu. Inilah yang memakan waktu.”

Mengapa Tidak Cukup Merger atau Pailitkan?

Dony mengakui bahwa solusi instan seperti merger atau kepailitan memang tersedia secara hukum. Namun, ia memilih pendekatan yang lebih hati-hati karena dampak ke ekosistem bisnis lain, termasuk ribuan pekerja dan rantai pasok, harus dipertimbangkan secara matang sebelum langkah apa pun diambil.

“Itu kan gampang saja, kita bisa mergerkan, kita pailitkan, dan sebagainya, tapi kan kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekos

Frequently Asked Questions

What is Bos Danantara Buka bukaan BUMN Karya?

Bos Danantara Buka bukaan BUMN Karya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bos Danantara Buka bukaan BUMN Karya matter?

Bos Danantara Buka bukaan BUMN Karya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi