Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Atasi Kesenjangan Talenta Digital, IHCBS 2026 Siapkan SDM Hadapi Era AI

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Transformasi sumber daya manusia di Indonesia menjadi fokus utama dalam Indonesia Human Capital and Business Summit (IHCBS) 2026. Acara ini hadir di tengah

IHCBS 2026: Menghadapi Tantangan Talenta Digital di Era Kecerdasan Buatan

Beritaterbaik.com – Transformasi sumber daya manusia di Indonesia menjadi fokus utama dalam Indonesia Human Capital and Business Summit (IHCBS) 2026. Acara ini hadir di tengah percepatan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan yang mengubah lanskap ketenagakerjaan nasional. Pelaksanaan IHCBS 2026 dijadwalkan pada tanggal 15 hingga 16 September 2026 di NICE PIK 2.

Sebelumnya, panitia telah menggelar Media Day di Wayang Bistro, Jakarta, pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Agenda ini bertujuan untuk memaparkan visi serta rangkaian kegiatan yang akan menjadi bagian dari gerakan pengembangan human capital Indonesia ke depan.

Realita Kesenjangan Kompetensi dan Pendidikan

Yunus Triyonggo, sebagai Chairman Steering Committee GNIK, menyoroti kondisi riil komposisi tenaga kerja Indonesia. Struktur tenaga kerja saat ini masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar dan menengah pertama. Menurutnya, sekadar mengeluhkan kondisi tersebut tidak lagi memadai.

Dengan hadirnya emerging technology dan AI, sudah selayaknya kita yang mengaku sebagai pengelola dan penanggung jawab SDM bertindak dengan aksi nyata.

Menurut Yunus, tantangan terbesar saat ini terletak pada memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dengan perubahan teknologi yang terjadi. Ia juga menilai kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Link and match antara SMK, politeknik, perguruan tinggi, serta dunia industri telah menjadi agenda selama puluhan tahun namun belum fully terjawab. Di sisi lain, Indonesia menghadapi kekurangan talenta digital yang signifikan.

AI sebagai Pendorong Produktivitas

Suwardi Luis, CEO One GML sekaligus Founder QuBisa, menekankan bahwa pemanfaatan AI dan digitalisasi harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas. Pendekatan human-centric harus tetap menjadi pusat transformasi, menempatkan manusia sebagai elemen utama.

Menurut Suwardi, tantangan produktivitas Indonesia perlu dijawab melalui kolaborasi antara manusia, teknologi, dan tujuan pembangunan. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat otomasi, tetapi juga sebagai pendorong peningkatan kapabilitas tenaga kerja.

Cipta Wahyana, Managing Director Kontan News, menambahkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi yang bertahan di kisaran 5 persen.

Kalau meminjam istilah Bappenas, kita perlu productivity-led growth, yaitu pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh produktivitas.

Cipta menilai persoalan produktivitas tidak terlepas dari struktur ketenagakerjaan Indonesia yang masih didominasi sektor informal. Karena itu, peningkatan kualitas pekerjaan, penciptaan lapangan kerja, inovasi, serta kesiapan pendidikan menghadapi AI perlu dilakukan secara beriringan.

Buku dan Target IHCBS 2026

Dalam kesempatan tersebut, IHCBS juga memperkenalkan buku berjudul “Future-Ready Workforce: Insights from Human Capital Leaders on the Future of HR and the Indonesian Workplace in the AI Era”. Buku ini lahir dari perjalanan IHCBS 2025 dan menekankan bahwa tenaga kerja masa depan tidak cukup hanya menguasai teknologi.

Tenaga kerja masa depan harus adaptif, terus belajar, mampu berkolaborasi dengan teknologi, serta memiliki empati dan ketahanan menghadapi perubahan.

Pada tahun 2026, IHCBS menargetkan kehadiran lebih dari 6.000 ecosystem leaders dan menghadirkan lebih dari 70 pembicara. Rangkaian acara mencakup Mega Session, Talk Show, AI & Digitalization Zone, Benchmark Visit, Exhibition Booth, sesi jejaring, serta delapan Power Tracks.

Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, CHRO Bridgestone Asia Pacific Paul Choo, Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir, EY Global Chief Learning Officer Brenda Sugrue, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

Dengan mengusung DNA kolaborasi, human-centric transformation, dan measurable productivity, IHCBS menempatkan transformasi SDM sebagai penghubung antara manusia, teknologi, dan produktivitas untuk memperkuat daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Frequently Asked Questions

What is Atasi Kesenjangan Talenta Digital IHCBS 2026?

Atasi Kesenjangan Talenta Digital IHCBS 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Atasi Kesenjangan Talenta Digital IHCBS 2026 matter?

Atasi Kesenjangan Talenta Digital IHCBS 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi