Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Kemenkes Sebut Dokter SZM Idap Masalah Kesehatan Jiwa, Diberi Obat Teratur

Joseph Lopez - beritaterbaik.com 3 mins read 3 views

Kemenkes Sebut Dokter SZM Idap gangguan kesehatan jiwa yang telah ditangani sejak lama. Kasus meninggalnya dokter internship dr. SZM di Jakarta Selatan telah

Kemenkes Sebut Dokter SZM Idap Masalah Kesehatan Jiwa, Diberi Obat Teratur

Investigasi Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan Mental Dokter SZM

Beritaterbaik.com – Kemenkes Sebut Dokter SZM Idap gangguan kesehatan jiwa yang telah ditangani sejak lama. Kasus meninggalnya dokter internship dr. SZM di Jakarta Selatan telah memicu investigasi menyeluruh dari berbagai pihak. Tragedi ini terjadi pada hari Minggu, 26 Juli 2026, ketika korban melompat dari jendela apartemen lantai 18 di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Sebelum kejadian, sang ibu telah pergi meninggalkan rumah dan korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Aksi nekat tersebut sempat membuat korban tersangkut di balkon sebelum akhirnya jatuh ke bawah.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, memberikan keterangan bahwa korban tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Pada hari kejadian, sang ibu sempat mengajak korban pergi ke pusat perbelanjaan, namun ajakan tersebut ditolak. Korban memilih untuk tetap berada di dalam unitnya dan tidak mengikuti ibunya keluar.

Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit, kata Mansur saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

Setelah kejadian, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik aksi nekat tersebut. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Proses investigasi ini melibatkan berbagai pihak terkait termasuk keluarga, teman, dan pihak rumah sakit.

Temuan Penting dari Tim Investigasi Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui tim investigasinya menyatakan bahwa dokter SZM memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa dan menjalani terapi obat secara rutin. Inspektur Investigasi Kemenkes, Hendra Teja, menyampaikan temuan ini pada Rabu, 29 Juli 2026. Pernyataan ini menjadi informasi penting yang menjawab pertanyaan masyarakat mengenai kondisi kesehatan mental korban sebelum tragedi terjadi.

Kami mendapatkan informasi dari hasil kegiatan investigasi kami bahwa saudara SZM ini memiliki permasalahan kesehatan jiwa dan diberikan terapi obat secara teratur, ujar Hendra Teja.

Menurut Hendra Teja, kondisi kesehatan mental menjadi perhatian utama dari Kemenkes dalam kasus ini. Dari aspek lain pelaksanaan program internship, tidak menunjukkan adanya penyimpangan yang signifikan. Proses investigasi dilakukan dengan meminta keterangan berbagai pihak terkait, seperti pihak rumah sakit, teman, keluarga, dan pendamping. Semua informasi dikumpulkan secara komprehensif untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi korban.

Selain itu, Kemenkes juga tidak menemukan adanya kelebihan jam kerja atau overtime maupun beban kerja yang berlebihan. Sebaliknya, lingkungan kerja di Rumah Sakit Sentra Medika Depok, tempat dokter SZM menjalani internship, dinilai sangat supportif dan saling mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan bukan menjadi penyebab utama dalam kasus ini.

Kita melihat lingkungan kerja beliau itu suportif ketika beliau misalnya sakit, kemudian merasa tidak bisa masuk, kemudian berkomunikasi kepada teman-temannya dan juga pada dokter pendampingnya, itu kita melihat teman-temannya dan dokter pendampingnya itu mendukung, ucap Hendra.

Dalam hal ini, ketika dokter SZM mengalami sakit, izin untuk tidak bekerja dapat diberikan dengan mudah tanpa perlu kewajiban untuk mengganti jadwal tersebut. Kemenkes juga tidak menemukan adanya pelanggaran dalam tata pelaksanaan program internship yang dijalani dokter SZM. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa kondisi kesehatan mental merupakan faktor dominan dalam kasus ini.

Kasus ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan dunia kesehatan mental Indonesia. Kemenkes akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa semua pihak mendapatkan informasi yang akurat. Dokter SZM meninggalkan keluarga dan rekan-rekannya dengan meninggalkan pesan tentang pentingnya penanganan kesehatan mental yang tepat dan berkelanjutan.

Gabung diskusi