Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul

Joseph Thomas - beritaterbaik.com 3 mins read 11 views

Febrie Adriansyah Buka Suara soal penemuan emas batangan seberat 74 kilogram yang ditemukan di rumah miliknya. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Temuan Emas 74 Kilogram di Kediaman Sentul

Beritaterbaik.com – Febrie Adriansyah Buka Suara soal penemuan emas batangan seberat 74 kilogram yang ditemukan di rumah miliknya. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung ini memberikan tanggapan resmi terkait barang bukti berharga tersebut. Emas tersebut disita oleh tim penyidik saat melakukan penggeledahan di sebuah rumah milik Febrie yang berlokasi di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini menjadi sorotan publik karena nilainya yang sangat signifikan dalam konteks perkara korupsi dan TPPU yang sedang berlangsung.

Meskipun keberadaan emas tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang, Febrie belum memberikan penjelasan lengkap mengenai asal-usul maupun siapa pemilik sah dari emas batangan tersebut. Ia menyarankan agar media dan masyarakat umum mengarahkan pertanyaan seputar barang bukti ini kepada tim penyidik Kejaksaan Agung. Langkah ini diambil agar informasi yang disampaikan lebih akurat dan sesuai dengan proses hukum yang sedang berjalan.

“Itu biar jaksa penyidik lihat itu punya siapa dan digunakan untuk apa kegiatannya. Nanti minta penyidik jawab,” ujar Febrie saat hendak dibawa menuju Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Jumat malam, 24 Juli 2026.

Rincian Barang Bukti dari Berbagai Titik Penggeledahan

Sebelumnya, tim penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti dari beberapa titik penggeledahan yang dilakukan secara serentak. Di Kafe de’Clan yang terletak di Cipete, Jakarta Selatan, polisi berhasil mengumpulkan dokumen-dokumen penting, telepon genggam, serta uang tunai dalam jumlah besar. Nilai uang tersebut mencakup 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, dan Rp 259.159.000. Setelah dilakukan konversi, total nilainya diperkirakan mencapai Rp 60 miliar.

Sementara itu, di lokasi lain berupa money changer di kawasan yang sama, penyidik menyita 71 barang bukti. Di antaranya terdapat 16 jenis mata uang asing dengan nilai keseluruhan sekitar Rp 7,2 miliar. Penyitaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada aset yang tersembunyi atau dipindahkan sebelum proses hukum selesai.

Dari rumah di Sentul, Bogor, selain emas batangan, juga diamankan dokumen, telepon genggam, dan sejumlah foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah serta brankas. Nilai total uang tunai yang telah dikonversi dari lokasi ini diperkirakan mencapai Rp 476 miliar. Angka ini menunjukkan skala besar dari perkara yang sedang diselidiki.

Tiga Perkara Utama dan Proses Hukum Berlanjut

Seluruh barang bukti tersebut disita dalam rangka penyidikan tiga perkara utama yang melibatkan Febrie Adriansyah. Pertama, dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga memicu pemadaman listrik atau blackout. Kedua, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri periode 2020 hingga 2025. Ketiga, dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada tahun 2020–2025.

Penyidik juga sedang mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan erat dengan ketiga perkara tersebut. Dalam perkara ini, Kortas Tipikor Polri telah menetapkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dan pihak swasta Don Ritto sebagai tersangka. Proses hukum akan berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi kunci dan verifikasi dokumen pendukung.

Berkas perkara selanjutnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dengan supervisi KPK serta pengawasan Komisi III DPR melalui panitia kerja (Panja). Febrie Adriansyah Buka Suara soal temuan emas ini sebagai bagian dari transparansi dalam proses hukum yang sedang berjalan. Publik diharapkan menunggu hasil akhir dari penyelidikan yang komprehensif ini.

Gabung diskusi