Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Alasan Alphard Ditumpangi 3 Polisi Terobos Lampu Merah di Bundaran HI

Daniel Smith - beritaterbaik.com 3 mins read 13 views

Sebuah insiden menarik terjadi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, ketika sebuah mobil mewah terlihat menerobos lampu lalu lintas yang sedang berwarna

Alasan Alphard Ditumpangi 3 Polisi Terobos Lampu Merah di Bundaran HI

Insiden Mobil Menerobos Lampu Merah di Bundaran HI: Kronologi Lengkap dari Satpam

Beritaterbaik.com – Sebuah insiden menarik terjadi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, ketika sebuah mobil mewah terlihat menerobos lampu lalu lintas yang sedang berwarna merah. Peristiwa ini menarik perhatian banyak orang, terutama setelah diketahui bahwa Alasan Alphard Ditumpangi 3 Polisi terobos lampu merah adalah karena para penumpang merupakan petugas kepolisian yang sedang dalam perjalanan dinas. Seorang satpam yang menjadi saksi langsung kejadian tersebut akhirnya memberikan keterangannya kepada media.

Fiktor, nama panggilan petugas keamanan yang terlibat dalam insiden tersebut, menguraikan rangkaian peristiwa berdasarkan rekaman video yang kemudian viral di media sosial. Kronologi bermula saat ia sedang bertugas di penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi dengan pelican crossing. Lampu lalu lintas berubah menjadi merah untuk kendaraan bermotor, sehingga pejalan kaki diberi kesempatan untuk melintas dengan aman.

Pada momen yang tidak terduga itu, salah satu mobil terlihat menerobos lampu merah tersebut tanpa mengurangi kecepatan. Tindakan ini langsung membuat Fiktor merasa tidak nyaman dan ia memutuskan untuk mengambil tindakan.

“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam rekaman video yang beredar, Kamis 23 Juli 2025.

Kesal dengan tindakan pengemudi yang tidak mematuhi rambu lalu lintas, satpam ini memukul kaca mobil sambil berteriak meminta pengemudi menghentikan kendaraannya. Ia kemudian menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan menegur pengemudi kembali dengan tegas.

“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'” katanya.

“‘Woi Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain.’ Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, tiga orang kemudian keluar dari dalam mobil, termasuk sopirnya. Terjadi aksi saling dorong antara satpam dan para penumpang. Dua orang keluar dari sisi kiri mobil, dan sopirnya juga ikut turun.

“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” katanya.

Untuk menghindari keributan di tengah jalan ramai, satpam ini mengajak seluruh pihak menuju Pos Polisi Thamrin agar masalah dapat diselesaikan dengan baik di hadapan petugas.

“Karena saya lihat di belakang saya banyak kendaraan, saya inisiatif membawa atau menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi,” ucapnya.

Selama perjalanan menuju pos polisi, aksi saling dorong masih berlanjut. Sesampainya di lokasi, satpam mengetuk pintu pos polisi sebelum akhirnya Kepala Pospol datang. Di dalam pos polisi, ia menjelaskan kronologi kejadian secara lengkap kepada para petugas.

“Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'” kata Fiktor menirukan ucapan Kepala Pospol.

Identitas Penumpang dan Alasan Menerobos Lampu Merah

Insiden menerobos lampu penyeberangan pelican crossing di Bundaran HI ternyata melibatkan pengemudi yang merupakan polisi. Di dalam mobil tersebut, terdapat dua polisi lainnya yang diketahui berdinas di Polda Jawa Barat. Ketiga petugas kepolisian ini sedang dalam perjalanan dan tampaknya terburu-buru, sehingga mereka memutuskan untuk menerobos lampu merah.

Setelah kedua belah pihak dimintai keterangan, terungkap alasan mobil mewah itu menerobos lampu penyeberangan dalam keadaan merah. Kuasa Hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, memberikan penjelasan usai media kliennya di Polsek Menteng pada Jumat (24/7/2026).

“Arogansi yang pertama adalah menerobos lampu merah itu, dan mereka sudah saling mengakui dan sudah memahami bahwa itu adalah salah. Cuma pada saat itu menurutnya karena faktor macet, panas, dan segala macam,” kata Kuasa Hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, usai media kliennya di Polsek Menteng, Jumat (24/7/2026).

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana insiden kecil di jalan raya bisa menjadi viral dan menarik perhatian publik. Meskipun para polisi mengakui kesalahan mereka, namun tindakan memukul kaca mobil oleh satpam juga mendapat perhatian khusus. Kedua pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai melalui jalur hukum yang berlaku.

Gabung diskusi