Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Sahroni: Tangkap Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam, Siapapun Majikannya

James Brown - beritaterbaik.com 3 mins read 18 views

Sahroni - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni kembali menyoroti kasus viral yang menggemparkan publik Indonesia. Dalam pernyataannya yang tegas

Sahroni: Tangkap Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam, Siapapun Majikannya

Sahroni Desak Penangkapan Sopir Alphard Arogan di Jakarta

Beritaterbaik.com – Sahroni – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni kembali menyoroti kasus viral yang menggemparkan publik Indonesia. Dalam pernyataannya yang tegas, Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pengemudi Toyota Alphard yang terlibat konflik dengan petugas keamanan. Penangkapan ini harus dilakukan tanpa memandang tinggi rendahnya status sosial maupun jabatan sang majikan.

Insiden yang terjadi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat ini telah menyebar luas melalui berbagai platform media sosial. Video yang merekam momen tegang antara sopir mobil mewah dan satpam tersebut menunjukkan sikap tidak sopan yang dilakukan oleh pengemudi Alphard. Dugaan awal menyebutkan bahwa pengemudi tersebut menerobos lampu merah dan merasa tidak terima ketika mendapat teguran dari petugas keamanan yang bertugas.

Reaksi Tegas Sahroni Terhadap Insiden Arogansi

Merespons langsung perkembangan kasus ini, Sahroni menyampaikan sikap tegasnya melalui keterangan pers yang dirilis pada Jumat, 24 Juli 2026. Menurut Sahroni, perilaku arogan di jalan raya merupakan masalah serius yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Sikap arogan seperti ini sangat tidak bisa ditolerir. Karenanya, saya minta agar ditelusuri siapa supir ini dan bekerja untuk siapa? Siapa bosnya sampai dia bisa searogan itu? Tolong polisi cari tahu identitasnya agar terang benderang. Pokoknya cari dan tangkap sopirnya tidak peduli siapapun majikannya,” tegas Sahroni dalam keterangannya.

Permintaan Sanksi Tegas dan Efek Jera

Sahroni juga menambahkan bahwa pengemudi yang terbukti bersikap arogan harus menerima sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuannya adalah memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Sahroni tidak habis pikir jika di jalanan yang penuh protokol saja pengemudi bisa bersikap arogan, apalagi jika berhadapan dengan masyarakat biasa.

“Saya minta mereka ini kemudian ditindak sesuai aturan yang ada dan tidak hanya ditegur, tapi juga diberi hukuman. Saya tidak habis pikir jika di jalanan protokol aja bisa searogan itu, apalagi jika kepada masyarakat biasa? Makanya ini harus ditindak tegas agar tidak ada lagi oknum-oknum blagu seperti mereka,” pungkas Sahroni.

Proses Mediasi dan Klarifikasi Polisi

Polsek Metro Menteng sebagai pihak yang menangani kasus ini telah membuka peluang bagi proses hukum lanjutan terkait perselisihan antara sopir Alphard dan satpam. Pihak yang merasa belum puas dengan hasil mediasi dipersilakan mengajukan laporan resmi kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Pakasul Polsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menjelaskan bahwa mediasi antara kedua belah pihak telah menghasilkan kesepakatan damai. Namun, polisi tetap membuka ruang jika ada pihak yang merasa dirugikan dan ingin mengajukan keberatan. Proses mediasi ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan sebelum masuk ke jalur hukum formal.

Pihak kepolisian juga masih melakukan klarifikasi terhadap sejumlah informasi yang disampaikan satpam melalui media sosial. Salah satunya adalah pengakuan satpam bahwa ia diperlakukan tidak semestinya selama proses mediasi, termasuk diminta bersujud sebagai bentuk penghinaan. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwajib.

“Kalau diminta sujud ini kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya. Saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak,” jelas Braiel Arnold Rondonuwu.

Braiel menegaskan bahwa berdasarkan hasil pendalaman sementara, tidak ditemukan adanya pemukulan atau tindakan kekerasan selama proses mediasi berlangsung. Namun, pihak kepolisian tetap akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan kebenaran dari setiap klaim yang diajukan oleh kedua belah pihak.

“Yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan,” tegas Braiel.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia karena menyangkut masalah arogansi dan kesetaraan di hadapan hukum. Sahroni berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan tuntas dan memberikan pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya menghormati sesama tanpa memandang status sosial maupun jabatan.

Gabung diskusi