Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

What Happened During: Proyek Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Posko Anticalo Tanah

Jessica Hernandez 4 mins read 2 views

Pramono Siapkan Posko Anticalo Tanah di Proyek Normalisasi Ciliwung Jakarta Timur What Happened During - Dalam upaya mempercepat proses normalisasi Sungai

What Happened During: Proyek Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Posko Anticalo Tanah

Pramono Siapkan Posko Anticalo Tanah di Proyek Normalisasi Ciliwung Jakarta Timur

What Happened During – Dalam upaya mempercepat proses normalisasi Sungai Ciliwung di Jakarta Timur, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkenalkan inisiatif baru berupa pembentukan Posko Anticalo Tanah. Tindakan ini bertujuan mengatasi masalah pembebasan lahan yang selama ini dihambat oleh praktik calo atau pihak ketiga yang mempermainkan nilai ganti rugi. Dengan posko ini, warga yang terdampak proyek bisa mengajukan pengaduan atau bantuan langsung tanpa perlu melalui perantara, sehingga transparansi dan akuntabilitas dalam pemberian ganti rugi menjadi lebih terjaga. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keadilan dalam distribusi tanah yang dibebaskan.

Latar Belakang Proyek Normalisasi Ciliwung

Proyek normalisasi Ciliwung, yang merupakan bagian dari program pengelolaan sungai besar di DKI Jakarta, telah memicu berbagai perdebatan sejak awal pelaksanaannya. Tujuan utama proyek ini adalah mengurangi banjir yang sering terjadi di kawasan Jakarta Timur dengan mengalirkan air lebih efisien. Namun, selama proses pembebasan lahan, muncul keluhan dari warga terkait kebijakan ganti rugi yang dianggap tidak adil. Pramono menjelaskan bahwa banyak warga terjebak dalam praktik calo yang menawarkan nilai tanah lebih tinggi dari harga pasar, sehingga memperumit proses pembebasan dan mengurangi kualitas kebijakan tersebut.

“Banyak masyarakat yang tidak paham mekanisme pembebasan lahan, sehingga mudah tergiur oleh calo yang menjanjikan nilai ganti rugi lebih besar,” kata Pramono.

Posko Anticalo: Mekanisme Pembebasan Lahan yang Lebih Terjangkau

Dalam wawancara di Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (10/7/2026), Pramono mengungkapkan bahwa posko anticalo tanah dirancang untuk memudahkan warga dalam mengurus administrasi pembebasan lahan secara langsung. Langkah ini berdampak signifikan pada kualitas proses pengalihan tanah, karena masyarakat bisa membandingkan harga pasar dengan nilai penilaian dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Dengan adanya posko, Pramono berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam praktik calo yang menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pemilik tanah. Proses ini diharapkan lebih cepat dan transparan, serta mengurangi kemungkinan kesalahpahaman atau penipuan.

Pramono menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya berfokus pada pembebasan lahan, tetapi juga pada pendidikan warga terkait hak-hak mereka. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan pelatihan bagi warga yang terdampak proyek untuk memahami cara menghitung nilai ganti rugi yang adil. Dengan demikian, apa yang terjadi selama proses pembebasan lahan bisa diatasi melalui kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis data. Ini juga menjadi solusi What Happened During dalam tantangan yang dihadapi oleh proyek normalisasi Ciliwung.

Implementasi dan Dukungan dari Pemangku Kepentingan

Peluncuran posko anticalo tanah dianggap sebagai upaya mengubah cara pembebasan lahan di Jakarta Timur. Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk BPN dan Dinas Sumber Daya Air, untuk memastikan proses ini berjalan sesuai aturan. Selain itu, posko ini juga didukung oleh masyarakat setempat yang berharap pengadilan tanah bisa lebih adil. Dalam praktiknya, apa yang terjadi selama pembebasan lahan seringkali dianggap tidak jelas, sehingga adanya posko menjadi titik balik dalam mengatasi masalah tersebut.

Contoh nyata apa yang terjadi selama proses pembebasan lahan bisa dilihat dari kasus seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan yang menjadi target proyek. Menurut informasi, nilai ganti rugi yang ditawarkan calo jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan BPN, sehingga ibu tersebut akhirnya mengambil langkah mengajukan pengaduan langsung ke posko. Hasilnya, warga mendapatkan nilai ganti rugi yang lebih sesuai dengan nilai pasar, dan peran calo berkurang signifikan. Proyek normalisasi Ciliwung kini diharapkan bisa menjadi contoh nyata keberhasilan What Happened During dalam pemberdayaan masyarakat dan transparansi pemerintah.

Keluhan Calo dan Solusi Pemerintah

Praktik calo tanah di Jakarta Timur telah lama menjadi masalah yang menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Selama ini, calo sering mengatur harga tanah dengan memanfaatkan ketidaktahuan warga tentang proses pembebasan. Dengan adanya posko anticalo, Pramono memastikan warga tidak lagi menjadi korban penyalahgunaan wewenang. Dalam penjelasannya, gubernur menyoroti bahwa kebijakan ini berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Dengan posko ini, apa yang terjadi selama proses pembebasan lahan bisa menjadi lebih terbuka dan akuntabel,” tambah Pramono.

Pramono juga menegaskan bahwa proyek normalisasi Ciliwung akan tetap berjalan seiring dengan pengaduan langsung dari warga. Ia memastikan bahwa seluruh langkah pemerintah dalam proyek ini dilakukan dengan prinsip transparansi dan keadilan. “Kami tidak ingin masyarakat merasa dirugikan akibat kesalahan informasi atau praktik calo yang memperumit proses,” tutur gubernur. Dengan kebijakan ini, What Happened During dalam proyek normalisasi Ciliwung diharapkan bisa menjadi pengalaman yang lebih baik bagi warga Jakarta Timur.

Berita terkini dan terpercaya bisa dibaca di Liputan6.com.

Gabung diskusi