Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

What Happened During: Pesan Prabowo ke Guru dan Murid: Jangan Sekali-kali Jelek-jelekin Orang

Mary Hernandez 3 mins read 25 views

What Happened During -

What Happened During: Pesan Prabowo ke Guru dan Murid: Jangan Sekali-kali Jelek-jelekin Orang

Pesan Prabowo ke Guru dan Murid: Jangan Sekali-kali Jelek-jelekin Orang

Kunjungan ke SRMP 17 Tabanan, Bali, Tegaskan Pentingnya Kepribadian Baik

What Happened During – Minggu (7/6/2026), Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemitraan dengan dunia pendidikan. Selama kunjungan tersebut, Prabowo tidak hanya meninjau fasilitas sekolah tetapi juga berkesempatan makan siang bersama siswa, guru, dan orang tua. What Happened During ini menjadi momen penting untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya sikap baik dan harmoni dalam lingkungan belajar.

Pesan Kepada Guru dan Siswa: Kepribadian sebagai Fondasi Kesuksesan

Dalam sambutan yang disampaikannya, Prabowo menekankan peran guru dan siswa dalam membangun karakter yang baik. “Kepribadian adalah fondasi utama untuk meraih keberhasilan,” kata mantan Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) itu. Ia meminta para guru untuk menjadi panutan yang penuh kesabaran dan kejujuran, sementara siswa diingatkan untuk selalu menjaga sikap rendah hati dan saling hormat. What Happened During ini menggambarkan bagaimana kepemimpinan Prabowo tidak hanya fokus pada isu politik tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun nilai-nilai sosial melalui pendidikan.

Prabowo menyampaikan pesan tersebut dengan menggunakan contoh konkret dari seorang siswa yang pernah mengalami perundungan. “Gede Bagus ya, kamu dulu diejek. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering dihina, enggak apa-apa,” ujarnya, menggambarkan bagaimana orang-orang terkenal juga bisa menghadapi kritik. Ia menegaskan bahwa sikap tenang dan tulus saat menghadapi canda atau ejekan adalah kunci untuk menjaga integritas diri.

“Belajar secara sungguh-sungguh. Hormati para guru, sayangi orang tua. Selalu harmonis dengan teman sebaya, selalu ramah kepada sesama, sopan santun. Jangan pernah menyakitkan atau merendahkan orang lain. Jangan benci pada sesama. Hidup dengan damai, tulus. Itu kunci menuju kesuksesan,” tutur Prabowo, memberikan arahan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

What Happened During di SRMP 17 Tabanan menunjukkan komitmen Prabowo untuk melibatkan generasi muda dalam membentuk masyarakat yang lebih baik. Pesan tersebut tidak hanya berupa bacaan tetapi juga dipraktikkan secara langsung saat ia berinteraksi dengan siswa dan guru.

Dalam konteks What Happened During ini, Prabowo menyoroti bahwa pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga cara berpikir dan berperilaku. “Anak-anak yang tidak menyerah, tidak putus asa, dan selalu bersikap positif, pasti akan menemukan jalan kebaikan meskipun di tengah tantangan,” katanya, memberi semangat kepada siswa yang terkadang menghadapi kesulitan. Ia menambahkan bahwa tanggung jawab sosial dan empati terhadap orang lain adalah bagian dari pendidikan yang komprehensif.

Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya tentang bagaimana orang-orang terkenal bisa mendapat kritik atau ejekan. “Saya pun sering dihina, tapi itu tidak mengurangi semangat saya,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa keteguhan hati adalah bukti dari keberanian dan ketulusan. Pesan ini menjadi refleksi dari What Happened During kunjungannya ke Bali, di mana ia berharap generasi muda bisa tumbuh dengan nilai-nilai yang kuat dan mampu menghadapi berbagai bentuk tekanan.

Kunjungan ke SRMP 17 Tabanan bukan hanya tentang apa yang terjadi saat itu, tetapi juga bagaimana What Happened During bisa menjadi cerminan untuk masa depan. Dengan menyampaikan pesan tentang kesopanan, kerendahan hati, dan harmoni, Prabowo berharap untuk membentuk pemimpin masa depan yang mampu membangun bangsa dengan sikap yang baik. Ia menegaskan bahwa perubahan masyarakat dimulai dari lingkungan belajar, dan itu adalah bagian dari upaya merajut keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Gabung diskusi