Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. What Happened During: 2 Tahun Berlalu, Kasus Siswi SLB Dihamili Teman Sekelas di Kalideres Tak Kunjung Tuntas
News

What Happened During: 2 Tahun Berlalu, Kasus Siswi SLB Dihamili Teman Sekelas di Kalideres Tak Kunjung Tuntas

Jessica Hernandez Reporter Senin, 25 Mei 2026 pukul 06:51 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
de543406-25c6-491e-ac82-61d1718c91c3-0

Table of Contents

Toggle
  • 2 Tahun Berlalu, Kasus Siswi SLB Dihamili Teman Sekelas di Kalideres Tak Kunjung Tuntas
    • Polisi Pertimbangkan Penjemputan Paksa
    • Keluarga Korban Harapkan Penyelesaian Cepat
    • Kecurigaan Muncul Saat Malam Takbiran
    • Detik-detik Kecurigaan dan Penyelidikan
    • Kondisi Korban dan Dampak pada Keluarga
    • Kemungkinan Penyebab dan Perspektif Masyarakat

2 Tahun Berlalu, Kasus Siswi SLB Dihamili Teman Sekelas di Kalideres Tak Kunjung Tuntas

What Happened During – Liputan6.com, Jakarta – Dalam dua tahun terakhir, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi sorotan publik. Meski sudah memasuki masa penyidikan yang memasuki tahun kedua, keluarga korban belum mendapatkan kejelasan hukum. Trauma yang dialami putrinya hingga kini belum sepenuhnya hilang, membuat mereka terus menunggu proses hukum yang seharusnya berjalan cepat dan transparan.

Polisi Pertimbangkan Penjemputan Paksa

Kini, Polres Metro Jakarta Barat membuka opsi penjemputan paksa terhadap terduga pelaku setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik tanpa memberikan alasan. Kasat Res PPA PPO Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Nunu Suparmi, menjelaskan bahwa langkah tegas ini dipertimbangkan karena pelaku dinilai tidak kooperatif sepanjang penyidikan. “Pada hari ini, proses pemanggilan masih berlangsung,” ujar Nunu dalam wawancara di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

“Alasan mangkir dari pemeriksaan tidak ada,” tambah Nunu, seperti dilansir dari Antara.

Kompol Nunu menegaskan bahwa pihak penyidik telah mengirimkan dua surat pemanggilan kepada terduga pelaku, namun hingga saat ini, pelaku belum memenuhi panggilan. “Nanti akan ada upaya paksa sesuai prosedur,” jelasnya.

Keluarga Korban Harapkan Penyelesaian Cepat

Di sisi lain, keluarga korban berharap kasus yang menimpa anak mereka dapat dituntaskan secepat mungkin. Paman korban, Suwondo, menyatakan bahwa hasil tes DNA telah mengarah pada pelaku diduga. “Terduga pelaku pemerkosa siswi SLBN 10 Jakarta positif dari hasil tes DNA,” terang Suwondo.

Kasus memilukan ini pertama kali terungkap pada Mei 2024. Saat itu, korban berusia 15 tahun dan diketahui sudah hamil lima bulan. Keluarga baru menyadari kondisi tersebut setelah memperhatikan perubahan fisik dan keadaan kesehatan putrinya yang menurun. Ibu korban, Rusyani, mengungkapkan awalnya tidak meragukan keadaan putrinya karena anaknya memang mengalami gangguan menstruasi sejak lama. “Putri saya datang menstruasi tidak setiap bulan. Pernah empat bulan tidak datang menstruasi, itu tidak ada apa-apa,” katanya kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

Kecurigaan Muncul Saat Malam Takbiran

Kecurigaan mulai muncul saat malam takbiran, ketika korban mengalami muntah-muntah dan kondisi tubuhnya terlihat semakin lemah. Rusyani kemudian membawa putrinya ke klinik untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil USG yang diperoleh mengejutkan dirinya. “Saya masuk ke USG, dinyatakan putri saya hamil lima bulan. Saya shock di situ sampai tidak bisa melakukan apa-apa,” paparnya.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi pada Mei 2024 setelah keluarga memastikan adanya kehamilan. Korban, yang diperkirakan terpaksa putus sekolah akibat trauma mendalam, kini harus berhadapan dengan kehidupan baru sebagai ibu tunggal. Diduga, pelaku adalah teman sekelasnya yang juga memiliki disabilitas, sehingga memperumit proses investigasi.

Detik-detik Kecurigaan dan Penyelidikan

Keluarga korban berharap proses penyidikan dapat segera menemukan titik terang. Rusyani menambahkan bahwa kehamilan putrinya tidak terdeteksi awalnya karena kondisi fisiknya yang tidak selalu menunjukkan tanda-tanda jelas. “Kondisi putri saya sering tidak stabil, jadi kita butuh waktu untuk memastikan apakah ada gangguan dari luar atau internal,” ujarnya.

Dalam penyelidikan awal, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk memperkuat dakwaan. Penjemputan paksa yang akan dilakukan polisi diharapkan bisa mempercepat proses tersebut. Namun, keluarga tetap waspada karena trauma korban belum sepenuhnya pulih, bahkan memengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Kondisi Korban dan Dampak pada Keluarga

Sementara itu, korban yang kini berusia 17 tahun harus menghadapi tantangan baru setelah melahirkan. Keputusan putus sekolah yang diambilnya merupakan akibat dari trauma yang terus menghantui. Rusyani menyebutkan bahwa kehamilan putrinya menjadi titik balik dalam hidupnya. “Dari saat itu, kehidupan putri saya berubah drastis. Ia tidak bisa fokus lagi pada belajar, dan emosinya sering tidak stabil,” katanya.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga berupaya mengungkap detail lebih lanjut mengenai hubungan korban dengan pelaku. Meski korban dan pelaku memiliki kondisi fisik yang sama, hubungan mereka tetap dianggap memicu kasus kekerasan seksual. “Meski keduanya memiliki disabilitas, kekerasan tersebut tidak menghilangkan dampaknya terhadap korban,” tambah Nunu.

Kemungkinan Penyebab dan Perspektif Masyarakat

Kasus ini juga memicu perdebatan di masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa pelaku tidak sepenuhnya bersalah karena memiliki kondisi khusus, sementara yang lain menekankan bahwa tindakan tersebut tetap merupakan pelanggaran hukum. “Meskipun pelaku memiliki keterbatasan, ia tetap bertanggung jawab atas tindakannya,” kata Suwondo.

Keluarga korban berharap polisi tidak hanya menyelesaikan kasus hukum, tetapi juga memberikan keadilan yang memadai. Mereka menyatakan bahwa korban tetap berhak mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum. “Kita ingin kasus ini tidak hanya selesai secara teknis, tetapi juga memberikan pelajaran bagi masyarakat,” imbuh Rusyani.

Dengan berlalunya waktu, keluarga korban terus mengawasi perkembangan kasus. Mereka mengharapkan keputusan yang memenuhi harapan, baik dari sisi hukum maupun sosial. Meski trauma masih terasa, mereka tetap optimis bahwa proses hukum akan berjalan sampai tuntas. “Kita yakin pelaku akan terbukti bersalah, meski butuh waktu,” pungkas Suwondo.

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.