Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Wakil Kepala BGN Buka Suara soal Isu Kena OTT Kejagung

Joseph Thomas 2 mins read 5 views

Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Isu Kena OTT Kejagung Wakil Kepala BGN Buka Suara soal - Jakarta, Liputan6.com – Sony Sonjaya, wakil kepala Badan Gizi

Wakil Kepala BGN Buka Suara soal Isu Kena OTT Kejagung

Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Isu Kena OTT Kejagung

Wakil Kepala BGN Buka Suara soal – Jakarta, Liputan6.com – Sony Sonjaya, wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN), membantah isu bahwa dirinya menjadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Agung. Dia menegaskan bahwa hingga kini masih menjalankan tugas sehari-hari dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan terkait jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Hari ini saya berada di sini untuk memberikan respons, berdiskusi dengan rekan-rekan,” kata Sony di Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).

Sony menjelaskan, pelaku berpura-pura menjadi orang dekat pejabat BGN dan menawarkan jasa pendaftaran titik SPPG dengan meminta uang dari korban. “Koordinasi dengan Satgas MBG Polri serta komunikasi dengan Bareskrim, tadi saya ngobrol dengan Pak Direktur Pidana Umum terkait banyaknya laporan di berbagai daerah. Para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak yang mengaku dekat dengan pejabat BGN atau bahkan menyerupai posisi mereka,” ujarnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sony menyebutkan, beberapa laporan masyarakat saat ini sedang diteliti oleh lembaga penegak hukum. Salah satunya di wilayah Jawa Barat, di mana pelakunya dikabarkan telah ditangkap. Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Polresta Barelang dan Polres Lombok Timur dalam penyelidikan kasus tersebut.

Menurut Sony, hingga saat ini belum ada bukti bahwa pegawai internal BGN terlibat dalam kasus ini. “Hasil penyidikan nanti akan mengungkap apakah ada korelasi atau relasi dengan orang-orang di BGN. Tapi saya yakin sampai saat ini tidak ada, selama belum ada fakta dan bukti yang menunjukkan hal itu,” tambahnya.

Sony mengungkapkan bahwa total kerugian korban dalam kasus dugaan penipuan mencapai sekitar Rp1,9 miliar dengan jumlah pelapor sebanyak 21 orang. “Rata-rata kerugian per korban sekitar 100 juta,” katanya.

Kejagung Tegaskan Tidak Ada OTT

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, juga membantah kabar OTT terhadap Sony. “Tidak ada,” ujarnya.

Gabung diskusi