Visit Agenda: Wamensos Ungkap Kesiapan Sekolah Rakyat Kulon Progo
an Sekolah Rakyat Kulon Progo Visit Agenda - Dalam rangka Visit Agenda , Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan inspeksi langsung ke
Visit Agenda: Wamensos Ungkap Kesiapan Sekolah Rakyat Kulon Progo
Visit Agenda – Dalam rangka Visit Agenda, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan inspeksi langsung ke Sekolah Rakyat (SR) di Kulon Progo, Yogyakarta. Kementerian Sosial mengungkap bahwa progres pembangunan gedung SR sudah mencapai tahap akhir, dengan pemeriksaan dilakukan pada Rabu, 1 Juli 2026. “Hari ini kita memastikan siapnya gedung permanen SR di Kulon Progo. Pembangunan insyaallah selesai pertengahan Juli,” ujar Agus Jabo. Berdasarkan laporan, konstruksi gedung telah mencapai 91 persen, menandai langkah signifikan dalam peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat setempat.
Kesiapan Fasilitas dan Kapasitas Siswa
Dalam kunjungan ini, Wamensos memeriksa berbagai ruang yang akan digunakan siswa SD, SMP, dan SMA. Meja, kursi, serta fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan kantin sudah selesai dibangun. Selain itu, ruang kelas dan perpustakaan terlihat bersih dan siap digunakan. Gedung SR ini dirancang untuk menampung 314 murid, termasuk dari berbagai jenjang pendidikan. “Fasilitas lain seperti pembersihan sedang dijalankan. Siswa bisa langsung masuk tanpa hambatan dari alat berat,” terangnya.
“Lokasi sudah bersih, sehingga MPLS bisa berjalan lancar,” kata Agus Jabo Priyono.
Keberhasilan kesiapan SR juga terlihat dari perencanaan matang yang telah dilakukan oleh tim pembangunan. Penggunaan bahan-bahan lokal dan material ramah lingkungan menjadi fokus utama, sesuai dengan konsep pendidikan berkelanjutan yang diusung. Selain itu, ruang upacara dan lapangan basket juga sudah siap, yang akan menjadi tempat untuk kegiatan ekstrakurikuler dan pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan SR menjadi pusat pendidikan yang komprehensif.
Progres Konstruksi dan Daya Tunggu Tenaga Konstruksi
Pembangunan SR di Kulon Progo berjalan cepat dengan melibatkan 1.134 pekerja yang bekerja sekitar 12 jam per hari. Proyek ini dikebut agar dapat selesai tepat sesuai jadwal, yaitu pertengahan Juli 2026. Gedung permanen yang dibangun di lahan seluas 7,1 hektare ini akan menjadi pusat pendidikan yang berdiri di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah. Fasilitas utama yang tersedia meliputi ruang kelas, asrama, rumah ibadah, serta lapangan olahraga.
Menurut pihak Kementerian Pekerjaan Umum, pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan. Proses konstruksi juga diatur secara terstruktur, dengan divisi pekerjaan yang terpisah untuk ruang kelas, asrama, dan area publik. Pihak terkait menyatakan bahwa pekerjaan telah mencapai 91 persen, sehingga Visit Agenda kali ini bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir sebelum pembukaan resmi.
Para Pejabat yang Hadir dalam Visit Agenda
Dalam peninjauan tersebut, hadir sejumlah pejabat yang tergabung dalam tim pemantauan. Antara lain, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Kepala Dinsos PPPA Kulon Progo Ernawati, Kabid Jamsos Prov DIY Suparmin, serta Kepala BBPPKS Yogyakarta Haruman Hendarsah. Juga hadir Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono, Kepala SRMA 19 Bantul Agus Ristanto, dan Kepala SRMA 20 Sleman Reti Sudarsih.
Para pejabat tersebut memberikan penilaian positif terhadap kesiapan SR. “Gedung ini sangat baik, bisa melayani kebutuhan pendidikan masyarakat secara menyeluruh,” kata salah satu pejabat. Hadirnya mereka dalam Visit Agenda juga menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat penyelesaian proyek, serta upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Proyek SR sebagai Akselerator Pendidikan Inklusif
Sekolah Rakyat di Kulon Progo tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah untuk memperkuat pendidikan inklusif bagi anak-anak dari segala latar. SR dirancang untuk melayani anak-anak yang tidak memiliki akses ke sekolah formal, seperti yang tinggal di daerah terpencil atau yang membutuhkan pendidikan khusus. Kementerian Sosial menjelaskan bahwa SR akan menjadi alternatif pendidikan yang terjangkau dan mudah diakses.
Kesiapan fasilitas ini juga menjadi bagian dari Visit Agenda untuk menilai sejauh mana kemampuan SR dalam memenuhi standar pendidikan nasional. Dengan berbagai sarana yang telah siap, SR diharapkan bisa menjadi model yang bisa diikuti oleh sekolah rakyat lainnya di Indonesia. “Proyek ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kulon Progo,” imbuh Wamensos.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Selain mengecek kesiapan fisik, Visit Agenda juga menjadi momen untuk meninjau program pendidikan yang akan dijalankan di SR. Pihak terkait menyatakan bahwa kurikulum akan mencakup berbagai bidang seperti keagamaan, sains, dan seni, sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Harapan besar diberikan kepada SR ini, yang diperkirakan akan menjadi solusi pendidikan bagi ribuan anak di daerah tersebut.
Pembukaan resmi SR di Kulon Progo ditargetkan pada pertengahan Juli 2026, yang akan menjadi momen penting bagi komunitas setempat. Selain itu, pihak Kementerian Sosial juga berencana untuk mengadakan pelatihan bagi para guru dan tenaga kependidikan, agar mereka mampu memberikan layanan yang maksimal. “Kami berharap SR ini bisa menjadi pusat pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Wamensos, menutup Visit Agenda dengan semangat optimis.
