Jakpro: LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 92,67% Progres
Visit Agenda – Jakarta, Liputan6.com – Proyek pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B, yang menghubungkan Stasiun Velodrome dan Manggarai, terus berjalan pesat. Berdasarkan data terkini dari Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, hingga akhir April 2026, progres konstruksi mencapai 92,67 persen. Proyek ini telah menyelesaikan total jam kerja sebanyak 6.405.252 dengan catatan nol kecelakaan. Angka ini mencerminkan komitmen Jakpro dan mitra kontraktor dalam menjaga kualitas pekerjaan sekaligus keselamatan tenaga kerja.
Komitmen Keselamatan dan Kinerja Terukur
Dalam pembangunan infrastruktur transportasi massal ini, keselamatan menjadi prioritas utama. Ramdani menjelaskan bahwa sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja (SMK3) dan standar internasional ISO 45001:2018 diterapkan secara konsisten. Kedua sistem ini tidak hanya sebagai pengakuan formal, tetapi juga sebagai alat evaluasi kinerja dan peningkatan kualitas. Dengan kepatuhan terhadap aturan yang ketat, pihaknya memastikan bahwa proyek LRT Jakarta Fase 1B tetap berjalan lancar sejak awal hingga akhir.
“Total jam kerja yang tercatat selama proyek ini mencapai 6.405.252, dan sampai saat ini tidak ada laporan kecelakaan. Ini menjadi bukti bahwa keselamatan adalah inti dari setiap tahap pembangunan,” ujar Ramdani Akbar pada wawancara terbaru di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B juga menggambarkan efisiensi manajemen proyek. Selain menjaga kecepatan kerja, tim Jakpro fokus pada penggunaan teknologi dan metode konstruksi modern untuk meminimalkan gangguan pada masyarakat sekitar. “Kami berupaya memastikan bahwa pembangunan tidak mengurangi kenyamanan warga, terutama di area yang berdekatan dengan jalur operasional,” tambah Ramdani, yang menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan dan audit berkala.
Visi Kota Jakarta untuk Transportasi Ramah Lingkungan
LRT Jakarta Fase 1B menjadi bagian dari visi Jakarta untuk membangun sistem transportasi yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Dengan selesai pada 2026, jalur ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan mengalihkan sebagian pengguna kendaraan pribadi ke alat transportasi umum. Visit Agenda mengungkapkan bahwa proyek ini juga menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif pemerintah dapat berdampak signifikan pada mobilitas penduduk dan kualitas udara di ibukota.
“Jalur LRT Velodrome-Manggarai akan menjadi pilar utama integrasi transportasi Jakarta, terutama dalam menghubungkan pusat kota dengan daerah strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Stasiun MRT,” kata Ramdani.
Proyek ini juga menggambarkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Jakpro bekerja sama dengan beberapa kontraktor terkemuka yang mengutamakan kecepatan dan akurasi. “Kami memantau progres setiap minggu untuk memastikan target 92,67% bisa tercapai tepat waktu, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaatnya secepat mungkin,” jelasnya. Visit Agenda menyoroti bahwa capaian ini tidak hanya menunjukkan kemajuan fisik, tetapi juga semangat kerja yang terus mengalir.
Dari segi teknis, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B memerlukan penggunaan bahan baku lokal untuk mengurangi biaya serta dampak lingkungan. Proses pencahayaan terowongan, sistem pendingin udara, dan pengelolaan limbah pun menjadi perhatian serius. “Dengan memperhatikan aspek lingkungan, kami ingin menjadikan proyek ini sebagai benchmark untuk infrastruktur masa depan,” imbuh Ramdani. Visit Agenda menyoroti bahwa inisiatif seperti ini selaras dengan tujuan kota Jakarta untuk menjadi kota berkelanjutan.
Kompetensi tenaga kerja dan pengelolaan dana proyek juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Jakpro memberikan pelatihan rutin untuk karyawan dan mengadakan audit terbuka agar transparansi terjaga. “Kami ingin masyarakat merasa yakin bahwa proyek ini dirancang secara matang dan berkelanjutan,” tutur Ramdani. Visit Agenda mencatat bahwa progres konstruksi ini tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga menggambarkan komitmen Jakarta untuk kemajuan infrastruktur.
