TransJakarta Nonaktifkan Pramusapa Setelah Tabrakan Dua Bus di Depo Kampung Rambutan
TransJakarta Nonaktifkan Pramusapa Imbas Dua Armada – TransJakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap pramusapa yang diduga terlibat dalam kecelakaan antara dua armada TransJakarta di Depo Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa 19 Mei 2026. Peristiwa tersebut memicu penghentian sementara tugas petugas layanan operasi sebagai langkah pencegahan dan evaluasi keselamatan. Sejumlah staf pramusapa yang menjadi korban insiden akan menjalani proses investigasi untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut.
“Kami sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut. Sebagai langkah tegas, pramusapa yang diduga terlibat telah dinonaktifkan dari seluruh ekosistem TransJakarta terhitung sejak hari kejadian,”
kata Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, Kamis (21/5/2026).
Detail Kejadian dan Dampak pada Operasional
Kejadian tabrakan dua armada TransJakarta terjadi sekitar pukul 08.30 di area parkir Depo Kampung Rambutan. Dua unit bus yang terlibat dalam insiden tidak sedang menjalankan pelayanan saat kecelakaan terjadi, sehingga tidak ada penumpang di dalam bus. Menurut Ayu, kecelakaan ini tidak menyebabkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan pada bagian bodi dan kaca salah satu unit. “Kerusakan ini memengaruhi kinerja bus dan akan diperbaiki sebelum dioperasikan kembali,” tambahnya.
Menurut laporan dari akun Instagram @aboutdkj, video kejadian tabrakan menunjukkan dua armada TransJakarta dengan kerusakan signifikan. Pecahan kaca serta bagian bodi yang tergores terlihat jelas dalam rekaman. Dalam narasi video, disebutkan bahwa salah satu bus dikemudikan oleh pramusapa, petugas yang bertugas melayani dan mengarahkan penumpang. “Kami mengevaluasi prosedur pelayanan pramusapa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas operasional,” ujar Ayu.
Proses Investigasi dan Langkah Pemulihan
TransJakarta menyatakan bahwa investigasi telah memasuki tahap akhir untuk mengungkap penyebab kecelakaan. “Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan bahwa pramusapa yang terlibat diduga kurang hati-hati dalam mengendalikan armada,” jelas Ayu. Selain itu, manajemen juga memperketat prosedur pemeriksaan berkala terhadap seluruh pramusapa untuk mencegah insiden serupa terjadi. “Kami telah memberikan peringatan ke seluruh staf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem keselamatan,” tambahnya.
Dalam upaya memulihkan operasional, TransJakarta menggantikan armada yang rusak dengan unit cadangan. “Selama proses perbaikan, kami akan mengoptimalkan penggunaan bus lainnya untuk memastikan ketersediaan layanan bagi masyarakat,” kata Ayu. Kejadian ini juga menyebabkan penundaan sementara pada satu rute TransJakarta di sekitar area Depo Kampung Rambutan. “Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, dan ini menjadi pembelajaran penting bagi kami,” ujarnya.
Menurut sumber internal TransJakarta, proses investigasi melibatkan tim teknis dan karyawan operasional. “Setiap pramusapa akan diperiksa secara menyeluruh, termasuk kinerja mereka dalam pengendalian armada dan interaksi dengan penumpang,” terang Ayu. Manajemen juga berencana untuk meningkatkan pelatihan berkala kepada petugas pramusapa, khususnya dalam hal kesadaran situasional dan kehati-hatian saat mengoperasikan kendaraan.
