Topics Covered: Prabowo: MBG Sudah Buka 1,2 Juta Lapangan Kerja Baru
Topics Covered, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026), mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan 1,2 juta lapangan kerja baru. Ia menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai inti dari MBG, yang beroperasi di berbagai dapur distribusi pangan. “Dari MBG saja, kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur,” jelas Prabowo, menggarisbawahi upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui inisiatif ekonomi. Program ini tidak hanya memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi ribuan warga.
Manfaat Pekerjaan Bagi Rakyat
Pembuatan lapangan kerja menjadi bagian penting dari strategi pemerintah menurut Prabowo, karena menurutnya dapat memperkuat ekonomi masyarakat. Dengan adanya lebih banyak warga yang terlibat dalam usaha, daya beli masyarakat akan meningkat, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani, peternak, dan nelayan,” tambah Prabowo, menjelaskan bahwa MBG berperan dalam memastikan kelancaran distribusi pangan dan mengurangi risiko ketergantungan pada pasar luar. Ia juga menyebutkan bahwa inisiatif ini menyelesaikan masalah ekonomi di tingkat lokal dengan membangun keahlian dan kemandirian warga.
Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu komponen yang berkontribusi pada pembukaan peluang kerja baru. Prabowo menyatakan bahwa setiap koperasi ini memiliki potensi untuk menciptakan posisi kerja formal di desa-desa. Dalam rapat tersebut, ia menerima laporan dari Menteri Investasi Rosan Roeslani bahwa total lapangan kerja baru mencapai 2,7 juta, termasuk kontribusi dari MBG dan program lain. “Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih akan membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa,” tambah Prabowo, menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Menurut data yang disampaikan, saat ini terdapat 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang beroperasi. Prabowo menegaskan bahwa angka ini menyiratkan adanya 18.000 lapangan kerja baru yang hanya bisa diisi oleh warga setempat. “Artinya dari 1.061 Koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.000 lapangan kerja baru yang hanya boleh diisi oleh warga desa setempat,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari kebijakan ekonomi yang terintegrasi, termasuk dalam kluster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat.
Struktur Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN)
Prabowo menjelaskan bahwa Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) terdiri dari 60 program utama yang dirancang untuk dikerjakan hingga 2026. Selain MBG dan Koperasi Desa, program-program lain seperti Desa Nelayan dan Rumah Subsidi juga termasuk dalam kluster ini. “Semua inisiatif ini disusun untuk memastikan kelancaran perekonomian di berbagai lapisan masyarakat,” katanya. Menurut Prabowo, PKPN bertujuan menyelesaikan masalah ekonomi sekaligus menciptakan peluang kerja untuk berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah.
Setiap Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih akan membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dianggap sebagai bagian penting dari kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Prabowo menjelaskan bahwa selain membuka lapangan kerja, koperasi ini juga berperan dalam distribusi bahan pangan, pengelolaan keuangan, dan pemberdayaan UMKM. Ia menambahkan bahwa program ini menjadi salah satu topik yang dicakup dalam kebijakan nasional, termasuk dalam peningkatan kualitas hidup warga melalui ekonomi yang berkelanjutan. “PKPN menyelesaikan masalah ekonomi secara komprehensif, termasuk dalam peningkatan daya beli dan pemberdayaan rakyat,” ujarnya, menekankan bahwa kebijakan ini diperuntukkan untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, Prabowo juga menyebutkan bahwa desa nelayan dan rumah subsidi menjadi bagian dari pembukaan lapangan kerja baru. Ia menjelaskan bahwa desa nelayan bertujuan meningkatkan kesejahteraan para nelayan, sementara rumah subsidi memberikan akses perumahan murah bagi keluarga miskin. “Ini adalah bagian dari Topics Covered pemerintah dalam memastikan semua lapisan masyarakat memiliki akses ke kebutuhan pokok,” tambah Prabowo, menjelaskan bahwa kebijakan ini mencakup peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi dan infrastruktur. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat yang nyata kepada rakyat, termasuk dalam hal pengurangan kesenjangan ekonomi.
