Topics Covered: Penguatan Anggaran Perpusnas Penting Demi Pembangunan Literasi
untuk Pembangunan Literasi Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Komisi X DPR RI memberikan apresiasi terhadap hasil pengelolaan keuangan Perpustakaan
Penguatan Anggaran Perpusnas Penting untuk Pembangunan Literasi
Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Komisi X DPR RI memberikan apresiasi terhadap hasil pengelolaan keuangan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Tahun Anggaran 2025. Realisasi anggaran mencapai Rp583,26 miliar, atau 98,93 persen dari pagu efektif setelah ada pemblokiran dana senilai Rp589,59 miliar. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Perpusnas di Gedung DPR, Senayan, Kamis (16/7/2026), komisi tersebut menekankan pentingnya penyesuaian anggaran yang lebih besar agar program pembangunan literasi nasional, pelestarian naskah kuno, digitalisasi koleksi, dan penguatan layanan perpustakaan tetap berjalan optimal. Topics Covered juga menjadi fokus utama dalam mengevaluasi efektivitas alokasi dana yang terkait dengan keberlanjutan inisiatif ini.
Realisasi Anggaran di Atas Target
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam presentasinya menunjukkan bahwa semua unit kerja berhasil menyerap anggaran secara signifikan. Tingkat penyerapan di atas 98 persen mencerminkan komitmen institusi untuk mengelola dana dengan efektivitas tinggi, meski menghadapi perubahan kondisi fiskal. Topics Covered ini menunjukkan bahwa Perpusnas telah menyelesaikan tugas-tugas utama sepanjang tahun, seperti pengembangan infrastruktur perpustakaan dan peningkatan akses literasi di berbagai wilayah. Penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahunan 2025 menegaskan kinerja yang memuaskan, dengan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mencapai 72,43 dan predikat BB (Sangat Baik).
“Penyerapan anggaran yang mencapai 98,93 persen membuktikan keseriusan Perpusnas dalam menjalankan tugasnya. Topics Covered ini tidak hanya mencakup keuangan, tetapi juga mencerminkan koordinasi yang baik dengan berbagai stakeholder,” kata Aminudin selama RDP.
Prioritas Anggaran yang Terdampak
Pada Tahun Anggaran 2026, perubahan alokasi dana berdampak pada sejumlah program utama, seperti bantuan bacaan berkualitas untuk perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, dan puskesmas. Selain itu, penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk membangun sarana perpustakaan di daerah juga mengalami penyesuaian. Namun, Perpusnas tetap berusaha menjaga capaian pembangunan literasi nasional melalui penyesuaian target kinerja bersama Kementerian PPN/Bappenas, penguatan pendampingan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), serta pengembangan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Topics Covered ini mencakup pembahasan masalah keuangan dan strategi adaptasi program agar tetap efektif.
“Pemblokiran anggaran memengaruhi beberapa prioritas, tetapi kita perlu memastikan bahwa Topics Covered dalam pembangunan literasi tetap diprioritaskan. Penyesuaian anggaran justru bisa menjadi peluang untuk mengoptimalkan alokasi dana ke program yang lebih strategis,” kata Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR.
Rekomendasi untuk Penguatan Literasi
Anggota Komisi X DPR memberikan berbagai rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penguatan anggaran Perpusnas. Mereka menyoroti perlunya alokasi dana yang lebih besar untuk pelestarian naskah kuno, pengukuran kinerja berbasis hasil, peningkatan tata kelola aset, serta pendanaan yang lebih memadai bagi pembangunan literasi. Andi Muawiyah Ramly memperingatkan risiko keterbatasan anggaran terhadap pelestarian warisan pengetahuan nasional, sementara Karmila Sari menekankan perlunya evaluasi dampak dari setiap pengeluaran. Ledia Hanifa Amaliah menambahkan bahwa Topics Covered dalam pengelolaan anggaran harus sejalan dengan tujuan meningkatkan literasi masyarakat secara holistik.
“Keterlibatan masyarakat dan penggiat literasi sangat penting dalam menilai keberhasilan Topics Covered ini. Kami harap Perpusnas bisa memberikan klarifikasi yang jelas terkait anggaran yang diblokir dan manfaatnya,” ujar MY Esti Wijayati, anggota Komisi X DPR.
Strategi untuk Masa Depan
Dalam upaya menghadapi tantangan kondisi fiskal, Perpusnas terus mencari solusi inovatif untuk memastikan Topics Covered dalam program pembangunan literasi tetap berjalan. Strategi yang diusulkan meliputi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan aksesibilitas koleksi, pengembangan sistem evaluasi berkelanjutan, serta kerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas cakupan layanan perpustakaan. Dengan penguatan anggaran, lembaga ini berharap bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau.
“Kami yakin bahwa Topics Covered dalam pengelolaan anggaran akan menjadi fondasi kuat untuk pembangunan literasi jangka panjang. Selama ini, kita sudah berhasil membangun kerangka kerja yang baik, sekarang kita fokus pada implementasinya,” tambah Aminudin.
Kebutuhan Penyesuaian
Dengan adanya pemblokiran anggaran, Perpusnas diminta untuk melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek. Keterbatasan dana berpotensi memengaruhi jumlah bacaan yang tersedia di perpustakaan desa dan keters
