Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum OTT: ‘Kita Lagi Dipantau’

wpmanadmin - beritaterbaik.com 4 mins read

Pesan peringatan agar berhati-hati muncul dalam komunikasi sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjelang operasi tangkap tangan Komisi

Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum OTT: ‘Kita Lagi Dipantau’

Percakapan Pejabat Bea Cukai Ungkap Kekhawatiran Menjelang OTT KPK

Beritaterbaik.com – Pesan peringatan agar berhati-hati muncul dalam komunikasi sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menjelang operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal Februari 2026. Isi komunikasi itu dipaparkan di sidang perkara dugaan suap dalam proses importasi barang.

Persidangan pemeriksaan saksi berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I, Orlando Hamonangan, untuk memberikan keterangan dalam perkara yang menjerat Rizal serta mantan Kasubdit Intelijen P2 Sisprian Subiaksono.

Di hadapan majelis hakim, jaksa memperlihatkan sejumlah komunikasi WhatsApp antara Orlando dan Rizal, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan atau P2 DJBC. Rizal kini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan suap importasi tersebut.

Peringatan soal Pengawasan KPK

Selain isi pesan, jaksa juga mengonfirmasi catatan panggilan suara dan panggilan tidak terjawab di telepon seluler Rizal pada 22 Januari 2026. Rangkaian komunikasi itu menjadi bagian dari pendalaman terhadap dugaan bahwa para pejabat telah mengetahui adanya pemantauan KPK atas penerimaan uang dari pelaku usaha impor.

Orlando menjelaskan bahwa peringatan tersebut berkaitan dengan informasi agar lebih waspada.

“Itu terkait ada informasi-informasi, Pak, suruh, suruh hati-hati saya, Pak,”

Jaksa KPK M. Takdir Suhan kemudian meminta Orlando menerangkan makna “hati-hati” dalam komunikasi itu. Pertanyaan tersebut dikaitkan pula dengan komunikasi Orlando dan Sisprian yang akan ditampilkan di persidangan.

“Oh, kaitan hati-hati sebelum nanti kami konekin komunikasi saksi dengan Pak Sisprian. Apa? Hati-hati apa ini? Lagi dipantau?”

Orlando membenarkan pertanyaan jaksa tersebut. Saat kembali ditanya pihak yang melakukan pemantauan, ia juga mengiyakan bahwa yang dimaksud adalah KPK.

“Iya, Pak,”

Jaksa lalu menelusuri percakapan yang berlangsung sangat dekat dengan waktu OTT. Pesan WhatsApp antara Orlando dan Sisprian disebut dikirim satu atau dua hari sebelum operasi tersebut, yakni sekitar 2, 3, atau 4 Februari 2026.

“Soalnya kalau yang nanti komunikasi kami tampilkan dengan Pak Sisprian, itu kan komunikasinya H-1 atau H-2 sebelum OTT, di tanggal 4, di tanggal 3 atau tanggal 2 Februari itu, ada pesan WA saksi dengan Pak Sis, ‘Hati-hati, Coy. Kita lagi dipantau’,”

Orlando membenarkan bahwa ungkapan semacam itu tidak hanya disampaikan sekali dalam percakapan antarpejabat.

“Itu beberapa kali itu memang bicaranya seperti itu, Pak,”

Dikaitkan dengan Penerimaan Uang

Dalam pendalaman berikutnya, jaksa menanyakan alasan munculnya peringatan tersebut. Pertanyaan itu menegaskan bahwa yang dibahas bukan sekadar kehati-hatian dalam aktivitas sehari-hari, melainkan sesuatu yang berhubungan dengan penerimaan uang.

“Jadi yang disampaikan oleh Pak Rizal hati-hati kita lagi dipantau. Konteksnya itu seingat saksi yang disampaikan. Nah, yang saksi pahami hati-hati apa? Ada apa sih yang dilakukan sampai kok hati-hati? Bukan hati-hati di jalan ya kalau kata Tulus, bukan kan? Hati-hati apa ini?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Orlando menyatakan bahwa peringatan itu terkait penerimaan yang sedang menjadi pokok perkara.

“Ya terkait penerimaan ini, Pak,”

Keterangan di persidangan menjadi penting karena berhubungan dengan dugaan praktik suap untuk mempermudah jalannya kegiatan impor. Jaksa berupaya mengurai konteks komunikasi, hubungan antarpejabat, serta pengetahuan pihak-pihak terkait sebelum penindakan dilakukan.

Perkara ini bukan hanya menyangkut percakapan internal, melainkan juga dugaan penerimaan uang dalam jumlah besar. Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan didakwa menerima suap serta gratifikasi dengan total nilai mencapai Rp78,8 miliar.

Dugaan Aliran Dana dari Perusahaan Kargo

Dari nilai tersebut, Rp61,7 miliar diduga berasal dari pihak Blueray Cargo (Grup). Dana itu diduga diberikan sebagai uang pelicin agar barang impor dapat melewati jalur pengawasan kepabeanan secara lebih cepat.

Selain dugaan suap itu, perkara ini juga mencakup penerimaan gratifikasi senilai Rp15,2 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang kargo dan rokok.

Proses pengawasan kepabeanan memiliki peran penting dalam pengendalian barang yang masuk ke Indonesia. Karena itu, dugaan adanya pembayaran untuk mempercepat atau meloloskan proses importasi menjadi bagian utama yang diuji dalam perkara ini. Persidangan diarahkan untuk menilai peran masing-masing terdakwa, asal dana, serta tujuan pemberian uang yang diduga diterima para pejabat.

KPK turut memproses sejumlah pihak swasta dari PT Blueray Cargo. Mereka adalah pemilik perusahaan John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, dan Manajer Operasional Dedy Kurniawan.

Selain itu, Budiman Bayu Prasojo, yang menjabat Kepala Seksi pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan P2 Ditjen Bea Cukai, telah ditetapkan sebagai tersangka. Nama lain yang juga berstatus tersangka ialah Gatot Heroe Hernanda, eks Kasubdit P2 DJBC.

Dengan bertambahnya pihak yang diproses dalam perkara ini, sidang pemeriksaan saksi menjadi ruang penting untuk menguji keterkaitan komunikasi, dugaan aliran dana, dan tindakan yang diduga dilakukan dalam pengurusan importasi. Keterangan Orlando mengenai pesan “kita lagi dipantau” menjadi salah satu bagian yang disorot dalam pembuktian di pengadilan.

Frequently Asked Questions

What is Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum?

Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum matter?

Terungkap Chat Pejabat Bea Cukai Sebelum matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi