Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Tersangka Mutilasi Depok Tahu Positif HIV Usai Donor Darah di Awal 2026

beritaterbaik - beritaterbaik.com 3 mins read

Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap tersangka kasus mutilasi di Depok telah mengungkap fakta menarik. Saepullah, tersangka

Tersangka Mutilasi Depok Tahu Positif HIV Sejak Donor Darah Awal 2026

Beritaterbaik.com – Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap tersangka kasus mutilasi di Depok telah mengungkap fakta menarik. Saepullah, tersangka yang dikenal dengan nama panggilan SA atau S, ternyata sudah mengetahui status HIV-nya sejak awal tahun 2026. Informasi ini terungkap setelah tim penyidik melakukan verifikasi menyeluruh terhadap rekam medis tersangka. Kasus ini menarik perhatian publik karena tersangka melakukan donor darah di GDC Depok sebelum mengetahui kondisinya.

Kronologi Penemuan Status HIV Melalui Donor Darah

Kompol Dimitri Mahendra Kartika, Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa Saepullah baru menyadari dirinya mengidap HIV setelah mengikuti program donor darah. Kegiatan donor tersebut diselenggarakan oleh PMI di wilayah GDC, Depok. Menariknya, Saepullah bukan orang baru dalam dunia donor darah. Ia sudah terbiasa menyumbangkan darahnya sejak masih menjadi pelajar SMA.

Pada bulan Februari 2026, Saepullah kembali berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut. Sekitar tiga minggu kemudian, ia menerima surat pemberitahuan yang mengindikasikan adanya tanda-tanda HIV dalam tubuhnya. Surat tersebut mendorong Saepullah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan hasil awal. Proses verifikasi ini menjadi momen penting bagi tersangka untuk memahami kondisi kesehatannya.

Tersangka Saepullah baru mengetahui jika dirinya mengidap HIV pada sekitar bulan Februari 2026 tahun ini.

Verifikasi Medis dan Dukungan Keluarga

Pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh Saepullah pada bulan Maret 2026 di Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tersangka memang positif HIV. Sebelumnya, Saepullah tidak menyadari sama sekali akan kondisi kesehatan yang dialaminya. Setelah mengetahui hasilnya, ia pun mulai rutin melakukan kontrol kesehatan di fasilitas yang sama.

Polisi juga melakukan investigasi terhadap beberapa anggota keluarga dekat Saepullah. Tujuannya adalah untuk memahami pola hidup dan aktivitas tersangka sebelum kasus pembunuhan Kunaefi berusia 51 tahun terjadi. Dimitri menyebutkan bahwa tidak sedikit kerabat dekat Saepullah yang juga hidup dengan HIV. Mereka saling mendukung satu sama lain dan aktif mengikuti berbagai kegiatan perkumpulan serta kajian yang khusus ditujukan bagi orang dengan HIV.

Ya, kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama-sama mengidap HIV.

Menurut Dimitri, para kerabat tersebut turut membantu Saepullah dalam menjalani perawatan secara rutin. Mereka memastikan tersangka selalu mengonsumsi obat-obatan yang diperlukan. Saepullah sendiri konsisten melakukan kontrol kesehatan secara berkala. Berdasarkan keterangan yang diberikan tersangka kepada penyidik, proses kontrol dan pengambilan obat-obatan dilakukan di Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Dimitri menegaskan bahwa pengakuan tersangka mengenai hal ini sudah diverifikasi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, tersangka rutin kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas Depok.

Proses Investigasi dan Pengakuan Tersangka

Pernyataan resmi dari Dimitri disampaikan kepada wartawan pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, Dimitri menjelaskan bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran kesehatan bagi masyarakat. Tersangka Mutilasi Depok Tahu Positif HIV melalui proses donor darah yang seharusnya menjadi momen positif bagi kesehatan.

Investigasi lebih lanjut juga mengungkap bahwa Saepullah tidak menyembunyikan kondisinya dari keluarga terdekat. Ia bahkan aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan HIV. Hal ini menunjukkan bahwa tersangka memiliki kesadaran tinggi terhadap kondisi kesehatannya. Proses kontrol rutin di Puskesmas Pancoran Mas menjadi bagian penting dari kehidupan Saepullah sejak awal 2026.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena tersangka tetap menjalani aktivitas normal meskipun mengetahui status HIV-nya. Dukungan keluarga dan komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup Saepullah. Tim penyidik terus melakukan verifikasi terhadap semua informasi yang dikumpulkan selama proses penyelidikan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Tersangka Mutilasi Depok

Kapan Saepullah mengetahui status HIV-nya? Saepullah mengetahui status HIV-nya pada sekitar bulan Februari 2026 setelah mengikuti donor darah di GDC Depok.

Di mana Saepullah melakukan kontrol kesehatan rutin? Saepullah rutin melakukan kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas, Depok.

Apakah keluarga Saepullah juga mengidap HIV? Ya, beberapa anggota keluarga dekat Saepullah juga sama-sama mengidap HIV dan saling mendukung satu sama lain.

Kapan pernyataan resmi dari polisi disampaikan? Pernyataan resmi dari Kompol Dimitri Mahendra Kartika disampaikan kepada wartawan pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2026.

Gabung diskusi