Special Plan: Marjono’s 20-Year Gudeg Business Shifts to QRIS for Faster Transactions
Special Plan – Sejak lebih dari dua dekade, Marjono (60) telah membangun usaha gudeg Bu Sri di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Sebagai seorang pendiri bisnis yang berpengalaman, ia memulai perjalanan usaha dari nol pada 2002 setelah memutuskan pindah ke kota ini dari Yogyakarta. Meski awalnya kesulitan membangun reputasi, ia berhasil menciptakan konsep khas yang menarik pelanggan setia. Pada 2026, Marjono memperkenalkan Special Plan untuk menerapkan QRIS, teknologi pembayaran digital yang diharapkan bisa mempercepat transaksi dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Why Cileungsi?
Menurut Marjono, keputusan berpindah ke Cileungsi sejak awal membawa dampak positif. “Dulu kerja di Jogja, terus berhenti, merantau ke sini,” katanya saat diwawancara di warungnya. Ia memilih tetap berada di kawasan tersebut karena melihat potensi pasar yang lebih luas. Selama dua puluh tahun, usahanya terus berkembang, bahkan menarik pelanggan dari berbagai wilayah. Special Plan yang ia terapkan saat ini bertujuan memastikan bisnis tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Early Challenges and Growth
Pada awal usaha, Marjono mengakui masih banyak tantangan. Menurutnya, butuh sekitar setahun hingga pelanggan mulai mengalir. “Setahunan baru mulai ada peningkatan,” ujarnya. Meski beroperasi rumahan, ia mulai mengadopsi Special Plan dengan sistem pembayaran digital sejak 2020. QRIS dari BRI menjadi pilihan utama karena kemudahan akses dan kecepatan transaksi. Namun, ia juga menyadari bahwa sebagian besar pelanggan masih lebih memilih uang tunai.
QRIS Integration and Customer Behavior
Proses pendaftaran QRIS di warungnya cukup sederhana. Setelah mengajukan, layanan tersebut siap digunakan dalam waktu satu minggu. Meski demikian, Marjono mengamati bahwa adopsi teknologi ini tidak langsung meningkatkan pendapatan. “QRIS memudahkan untuk yang tidak bawa uang,” katanya. Ia menekankan bahwa loyalitas pelanggan tetap bergantung pada kualitas gudeg dan hubungan jangka panjang. Special Plan juga mencakup pelatihan bagi anak-anak yang membantu usaha untuk lebih teliti dalam menerima pembayaran tunai.
Financial Support from KUR
Marjono tidak hanya mengandalkan QRIS, tetapi juga Special Plan yang melibatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Ia sudah dua kali mengajukan dana pinjaman, pertama saat usaha mulai stabil dan kedua untuk ekspansi lebih besar. “Dana digunakan untuk muter usaha, beli bahan, dan macam-macam,” katanya. KUR membantu menjaga kelangsungan operasional, terutama saat permintaan meningkat dan kebutuhan bahan baku bertambah.
Customer Base Beyond Local Area
Banyak pelanggan Gudeg Bu Sri berasal dari luar wilayah Cileungsi, termasuk Bekasi hingga Jakarta. “Ada yang dari Bantar Gebang, Jakarta, juga datang,” ujar Marjono. Meski ia menyadari keuntungan dari layanan pesan antar, Special Plan saat ini masih fokus pada pengalaman tradisional. “Kurang memungkinkan, tapi kita tetap mencoba,” katanya. Ini menunjukkan komitmen Marjono untuk mempertahankan ciri khas usahanya sambil menyesuaikan dengan tuntutan pasar modern.
System Issues and Mitigation Strategies
Dalam implementasi Special Plan, Marjono pernah mengalami gangguan pada sistem QRIS. Pada suatu periode, layanan ini sempat tidak berfungsi hampir sebulan. “Waktu itu hampir sebulan baru bisa lagi,” katanya. Meski tidak langsung mengganggu, kondisi ini memaksa ia untuk bersiap dengan solusi alternatif. Pelanggan yang terbiasa dengan pembayaran digital biasanya diminta melakukan transfer langsung ke rekening. Special Plan juga mencakup langkah pencegahan, seperti menyediakan alat cek uang palsu dan meningkatkan pengawasan di kasir.
“Special Plan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang, agar bisnis tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi,” kata Marjono. Dengan menggabungkan QRIS, KUR, dan layanan pelanggan, ia berharap bisa menciptakan sistem yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas hidangan.
