Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Special Plan: Copot Dadan Hindayana, Prabowo: Saya Sedih Terpaksa Ganti Orang yang Saya Sayangi

Linda Moore 3 mins read 6 views

Special Plan: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Saya Sedih Terpaksa Ganti Orang yang Saya Sayangi Special Plan - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan

Special Plan: Copot Dadan Hindayana, Prabowo: Saya Sedih Terpaksa Ganti Orang yang Saya Sayangi

Special Plan: Prabowo Copot Dadan Hindayana, Saya Sedih Terpaksa Ganti Orang yang Saya Sayangi

Special Plan – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perasaannya setelah mengambil keputusan penting dalam Special Plan untuk mengganti tiga pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam acara “Membangun Indonesia Melalui Program Makan Bergizi Gratis” di SICC Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026), ia menyatakan bahwa Special Plan ini memicu rasa sedih karena harus mengganti individu yang dipercaya dan disayangi. “Hari ini, saya merasa sedih karena harus mengganti orang-orang yang telah diberi tugas berat untuk negara,” ujarnya.

Perubahan Struktur dalam Special Plan

Prabowo mengungkapkan bahwa Special Plan ini merupakan langkah strategis untuk mereformasi struktur pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak optimal. Ia menjelaskan bahwa penggantian tiga pimpinan BGN adalah keputusan yang tidak mudah, tetapi diperlukan untuk memastikan kualitas pelayanan gizi nasional. “Mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Soemitro, yang berkata, ‘Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” tambah Prabowo.

Dalam Special Plan ini, Prabowo menyatakan bahwa kepemimpinan memainkan peran krusial dalam kelancaran program MBG. Ia menekankan bahwa pemimpin yang baik harus selalu berkomitmen pada transparansi dan efisiensi. “Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak jujur, tidak kompeten, atau tidak berintegritas,” ujarnya.

Detail Penggantian dan Penyelidikan Hukum

Dadan Hindayana, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya dipaksa mengundurkan diri dari jabatan mereka. Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN baru, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN. Penggantian ini bertujuan untuk memperkuat Special Plan dalam menangani program MBG secara lebih profesional. “Dengan Special Plan ini, kami berharap kebijakan gizi nasional bisa lebih tepat sasaran dan transparan,” kata Prabowo.

Kepala Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa penyelewengan dalam program MBG terkait dengan afiliasi yayasan yang dipilih dalam Special Plan. Yayasan tersebut, menurut Syarief, memiliki keterkaitan dengan tiga mantan pimpinan BGN, termasuk dimiliki oleh saudara dari Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung. “Penyelidikan ini menunjukkan adanya indikasi kecurangan dalam Special Plan yang dijalankan oleh lembaga tersebut,” jelas Syarief.

Dalam Special Plan yang dijalankan, program MBG diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Prabowo menegaskan bahwa keputusan penggantian pemimpin BGN tidak diambil secara terburu-buru, tetapi setelah menerima laporan yang cukup meyakinkan. “Semua keputusan dalam Special Plan ini diambil dengan pertimbangan matang agar tidak merugikan masyarakat,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem pengelolaan anggaran dan program pemerintah.

Keputusan Prabowo dalam Special Plan ini telah menimbulkan respons dari berbagai pihak. Sebagian masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah untuk memastikan keberlanjutan program MBG, sementara lainnya mengkritik keterbukaan proses penggantian. “Kami berharap Special Plan ini bisa menjadi contoh reformasi yang transparan dan berkelanjutan,” kata seorang warga Jakarta yang hadir dalam acara tersebut.

Gabung diskusi