Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Solving Problems: Pria Diduga ODGJ Diamankan Dinsos Jakarta Barat di Stasiun Duri

Jessica Hernandez 3 mins read 5 views

iun Duri Solving Problems - Pria diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) diamankan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Barat (Sudinsos Jakbar) di Stasiun Duri

Solving Problems: Pria Diduga ODGJ Diamankan Dinsos Jakarta Barat di Stasiun Duri

Pria Diduga ODGJ Diamankan Dinsos Jakarta Barat di Stasiun Duri

Solving Problems – Pria diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) diamankan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Barat (Sudinsos Jakbar) di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/6/2026). Menurut Kepala Sudinsos Jakbar, Fajar Laksono, Reyhan (20), warga Duri Pulo, dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah dirujuk ke Panti Sosial Kedoya guna mendapatkan penanganan sosial yang lebih baik,” tambah Fajar, melansir Antara, Selasa (30/6/2026).

Dalam situasi tersebut, petugas Sudinsos Jakbar bekerja sama dengan Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) melakukan penangkapan Reyhan setelah menerima laporan dari stasiun. “Sudah diamankan oleh teman-teman P3S. Untuk sementara, ada indikasi ODGJ,” ujar Fajar. Kejadian ini menjadi contoh bagaimana upaya menyelesaikan masalah sosial dipercepat dengan respons cepat dari instansi terkait.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan Reyhan berlari keluar stasiun sambil terus berteriak meminta bantuan AHY dan Bapak Prabowo, Wakil Presiden, dengan suara memelas. “Gue mahasiswa, calon mahasiswa taruna Akpol. AHY, tolong, Bapak Prabowo, Wakil Presiden, tolong, tolong, tolong,” teriak Reyhan. Aksi tersebut menimbulkan perhatian publik dan menyoroti pentingnya peran keamanan dalam menyelesaikan masalah sosial di ruang publik.

Proses Penanganan ODGJ di Stasiun Duri

Penangkapan Reyhan terjadi setelah petugas Commuter Line menemukan ia berperilaku tidak normal di area stasiun. Reyhan tidak mengenakan pakaian lengkap dan dianggap mengganggu ketertiban. Ia terus berusaha melawan petugas keamanan hingga akhirnya dibawa ke panti sosial. Menurut Fajar, tim P3S rutin melakukan intervensi di lokasi rawan, termasuk stasiun, terminal, dan jembatan.

Solving Problems – Proses penanganan ODGJ di Stasiun Duri menggambarkan upaya Sudinsos Jakbar dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sosial sejak dini. Fajar menjelaskan bahwa keberadaan Reyhan menunjukkan tantangan dalam mengelola individu dengan gangguan kesehatan mental di ruang publik. “Kami fokus pada pencegahan dan penanganan sebelum masalah memperburuk situasi,” katanya.

Statistik PMKS yang Dijaring Sudinsos Jakbar

Dalam periode Januari hingga Juni 2026, Sudinsos Jakbar telah menangani total 929 kasus Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Distribusi data terdiri dari 143 orang pada Januari, 203 pada Februari, 139 pada Maret, 168 pada April, 160 pada Mei, dan 116 pada Juni. Kategori yang paling dominan adalah gelandangan dengan 240 orang, diikuti oleh psikotik atau ODGJ sebanyak 184, serta pengatur lalu lintas tidak resmi (pak ogah) sejumlah 135.

Kasus ODGJ yang mencapai 184 orang menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Fajar menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah sosial secara lebih efektif. “Kami berupaya mengintegrasikan layanan sosial dengan keamanan publik agar pengungsi dan individu yang membutuhkan bantuan bisa ditangani secepat mungkin,” tambahnya.

Berdasarkan data tersebut, penanganan ODGJ menjadi bagian dari strategi Sudinsos Jakbar dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial di Jakarta Barat. “Kami juga melakukan pemantauan terhadap keberlanjutan pelayanan dan memastikan kesejahteraan mereka terpenuhi,” kata Fajar. Selain itu, Sudinsos Jakbar terus memperluas jangkauan layanan ke lokasi lain seperti Terminal Kalideres, Slipi, dan Tomang.

Reyhan, sebagai satu dari 184 kasus ODGJ yang dijaring Sudinsos Jakbar, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi mental dan sosial. “Kasus ini mendorong kami untuk meningkatkan kapasitas petugas dan memperkuat sistem penanganan masalah sosial,” ujar Fajar. Dengan menggabungkan data dan fakta, upaya menyelesaikan masalah dapat lebih terarah dan berkelanjutan.

Gabung diskusi