Cerita Warga Langsa Aceh Detik-Detik Mati Lampu Serentak
Solving Problems adalah bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi tak terduga seperti pemadaman listrik secara serentak. Pada Jumat (22/5/2026), sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mengalami gangguan listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Fenomena ini terjadi tepat saat warga bersiap melaksanakan salat Magrib, menciptakan ketidaknyamanan yang memengaruhi aktivitas rutin. Ayu Gustina Rahayu, seorang warga Langsa, mengungkapkan pengalamannya saat aliran listrik di lingkungannya berhenti total sekitar pukul 18.54 WIB, yang menjadi momen kritis bagi banyak orang.
“Mati listriknya itu mulai tadi jam 18.54 lah gitu. Pokoknya kita mau sholat Maghrib, tiba-tiba lampunya agak sedikit mengayun awalnya sih. Redup 2-3 kali gitu, nah gitu langsung mati total,” ujar Ayu saat diwawancarai Liputan6.com, Jumat (22/5/2026) malam.
Ayu menceritakan bagaimana aliran listrik yang tiba-tiba terputus membuat kehidupan sehari-hari terganggu, terutama pada waktu-waktu penting seperti salat. Ia juga menyebutkan bahwa warga setempat merasa kewalahan karena listrik tidak hanya memadamkan lampu, tetapi juga memengaruhi perangkat elektronik dan komunikasi. “Jadi kehidupan kita jadi berhenti, apalagi saat beribadah. Kita harus mencari alternatif seperti lilin atau senter,” tambahnya.
Pelaksanaan Solving Problems di Tengah Kebutuhan Mendesak
Menurut Ayu, meski gangguan listrik ini terjadi tiba-tiba, warga sekitar sudah berusaha untuk memecahkan masalah secepat mungkin. Beberapa orang menghubungi PLN melalui layanan customer service, sementara yang lain mencoba menggunakan sumber energi cadangan. “Saya pikir juga mungkin sebentar, tapi sampai sekarang udah mau menjelang Isya, belum juga hidup kembali. Sepertinya (penanganan) udah sih, karena kita juga kebetulan enggak jauh dari kantor PLN. Tapi mungkin masih proses ya, tindak lanjut,” lanjutnya.
PLN UID Aceh menegaskan bahwa gangguan ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam sistem kelistrikan regional. Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial serta Lingkungan (TJSL) PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa tim teknis sedang bekerja intensif untuk menormalkan aliran listrik. “Saat ini terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Provinsi Aceh. Ratusan personel PLN terus bekerja non-stop dalam upaya penormalan gangguan,” kata Lukman dalam keterangan resminya.
Menurut Lukman, pemadaman listrik tersebut memengaruhi sekitar 100.000 pelanggan di Aceh. Area yang terkena antara lain kota Langsa, Banda Aceh, dan beberapa kawasan di sekitar jalur jalan raya utama. “Kami sedang memperbaiki trafo dan kabel yang rusak, serta melakukan pengujian untuk memastikan tidak ada gangguan lain,” imbuhnya. Dalam menjalankan solving problems, PLN berupaya mengoptimalkan sumber daya dan koordinasi dengan pihak terkait agar pemulihan listrik bisa dilakukan dengan cepat.
Dampak dan Tanggung Jawab Masyarakat
Pemadaman listrik serentak ini menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kebingungan saat beribadah hingga gangguan pada aktivitas ekonomi. Toko-toko kecil dan rumah makan di kawasan Langsa sempat berhenti beroperasi sementara, sementara warga yang bekerja di luar rumah harus beradaptasi dengan kondisi gelap. “Warga banyak yang memanfaatkan lampu senter dan lilin, tapi sebagian besar tetap merasa khawatir karena pemadaman bisa berlangsung lama,” kata seorang pedagang kaki lima, Aminuddin.
Dalam situasi seperti ini, solving problems memerlukan kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat. PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau pemulihan sistem kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile. “Kami juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk mempercepat proses penormalan,” ujar Lukman. Pemadaman listrik yang berlangsung hingga menjelang salat Isya memberikan pelajaran bahwa keandalan sistem kelistrikan sangat penting dalam mendukung kehidupan sehari-hari, terutama di daerah dengan intensitas penggunaan energi yang tinggi.
Kebutuhan solving problems ini terasa lebih mendesak saat fenomena serupa terjadi dalam waktu bersamaan di beberapa wilayah. Situasi ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan harus dirancang dengan keandalan tinggi untuk menghindari gangguan yang mengganggu kegiatan masyarakat. “Dengan pemadaman yang terjadi saat salat, kita bisa melihat bahwa kesalahan teknis bisa memengaruhi kehidupan sosial dan spiritual warga,” tambah Ayu, yang turut mengapresiasi upaya PLN dalam menyelesaikan masalah tersebut.
PLN UID Aceh juga menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur listrik sedang menjadi prioritas untuk mencegah insiden serupa. “Kami sedang mempercepat proses perbaikan trafo dan jaringan kabel, serta meningkatkan layanan monitoring agar gangguan bisa terdeteksi lebih awal,” kata Lukman. Dengan mengintegrasikan teknologi dan pengelolaan yang lebih efektif, solving problems dalam pengelolaan listrik bisa dilakukan secara lebih terencana. Pemadaman yang berlangsung sekitar tiga jam ini menjadi salah satu contoh bagaimana kerja sama antara pihak penyedia dan konsumen bisa mempercepat penyelesaian masalah.
